ECLIPSE

2K 191 2
                                    

Lay memandang bulan yang bersinar di langit. Ditangannya terdapat setangkai bunga mawar merah yang telah layu. Ditatapnya bunga itu sejenak. Kemudian ia mengeluarkan kemampuannya. Bunga itupun kembali segar dan terlihat hidup dengan kelopak bunganya yang berwarna merah.

Padahal tinggal sedikit lagi. Ia hampir saja bertemu dengan adiknya. Adik yang selalu dirindukannya. Ia sangat ingin berlari memeluk Rin sebelum ia menghilang bersama Kai. Lay yakin kedatangan Rin ke dunia paralel adalah untuk menemuinya. Belum sempat mereka bertemu, Rin telah menghilang dari pandangannya. Ia mengecup lembut bunga yang ada di tangannya. Kemudian ia membantingnya ke lantai. Namun bunga itu melayang. Lay terkejut, dilihatnya Lu Han yang berdiri tak jauh darinya.

Lu Han mengarahkan bunga mawar merah tersebut ke arahnya. Kini bunga itu telah berpindah tangan. "Bunga mawar merah adalah bunga kesukaan Rin," katanya.

Lay tersenyum sinis. "Siapa kau? Kekasihnya?".

Lu Han tertawa kecil. "Bukan. Aku hanya teman sekelasnya. Aku tahu kau sangat menyayanginya. Jadi aku tidak berani merebutnya darimu,".

Lay tersenyum mendengar perkataan Lu Han. Lu Han mengembalikan bunga tersebut pada Lay. Lay menerimanya dengan senang hati.

"Aku tidak keberatan kau menjadi kekasihnya. Kulihat kau sangat perhatian padanya,".

"Jinca? Sepertinya akan kupertimbangkan,".

Mereka tertawa bersama.

"Sejak kapan kau dekat dengannya?" tanya Lay.

"Sejak ia mengetahui kemampuan telekinesis yang kumiliki. Kupikir ia akan lari ketakutan saat melihatnya. Ternyata aku salah besar,".

"Ia memang tertarik pada hal-hal aneh. Saat kecil kami pergi menonton pertunjukkan sulap. Ia tertarik pada kelinci yang keluar dari topi pesulap. Ia bertanya-tanya bagaimana hal itu bisa terjadi? Setelah itu, ia memelihara seekor kelinci dan berharap kelinci tersebut berubah menjadi kelinci yang ada di cerita Alice in Wonderland,".

"Pasti ia menyukai hal-hal aneh karena buku-buku yang dibacanya,".

"Ya, dia sangat menyukai buku. Sejak kecil ayah kami selalu membacakan dongeng sebelum tidur. Selain itu, kami disuguhi buku-buku esiklopedia sejak kecil. Apa kau tahu buku apa yang sangat disukainya?".

Lu Han menggeleng.

"Sophie's World, novel filsafat yang ditulis oleh penulis asal Norwegia bernama Jostein Gaarder. Ia tidak bosan membaca buku itu berkali-kali. Bahkan ia ingin menjadi Sophie yang menjadi tokoh utama dalam novel tersebut,".

"Wow!" ucap Lu Han. Ia cukup tahu tentang koleksi buku Rin. Dan Brown, Harry Potter, Twilight, Percy Jackson, Hunger Games, dan A Song of Ice & Fire, Rin memiliki seri lengkap dari buku-buku tersebut dan semuanya berbahasa Inggris. Rin pernah menawarkan sebuah buku untuk dibaca oleh Lu Han. Lu Han membacanya karena ia penasaran dan ingin mengenal Rin lebih jauh.

Lu Han ingat, Rin belum sempat bertemu dengan Lay. Itu artinya Rin belum memberitahu Lay tentang kematian orang tua mereka. Apa harus Lu Han yang memberitahu Lay tentang hal tersebut?

"Ya!". Lay menyikut lengan Lu Han. "Kenapa kau diam saja?" tanyanya.

Tidak. Lay tidak boleh mengetahui berita tentang kematian orang tuanya dari mulut orang lain. Ia harus mengetahuinya dari Rin.

"Aku hanya memikirkan Rin. Bagaimana keadaan dia sekarang? Apa dia baik-baik saja?" jawab Lu Han.

"Kuharap ia telah kembali ke rumah. Bukankah Kai akan segera memulangkannya setelah menemukan dua orang legend Phoenix?".

MAMA, Mother Of EarthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang