'Terimakasih telah memberikan aku kesempatan hidup'
.
.
.
(Namakamu) baru saja diperiksa oleh dokter dan dokter bilang
'Keadaan kamu semakin membaik kemungkinan 1 atau 2 hari lagi kamu bisa pulang dan menjalani kemo 4 kali dalam seminggu'
Ya itu cukup menenangkan. Karna itu artinya ia akan sembuh dan kembali ada kenyataan yang pahit di indonesia.
Nikmati saja hidup di jepang ini sebelum akhirnya kembali ke indonesia.
"Assalamualaikum.. Haii" salam dan sapa itu keluar dari mulut ka nadine yang baru saja datang.
"Waalaikumsalam. Hai ka" sambut (namakamu) senang.
"Loh kiki belum kesini ?" tanya nadine seraya duduk disamping ranjang.
"Kecapean kali ka. Kasian malah aku juga bisa sendiri ko lagi pula bukannya 1 bulan lagi kelas 3 mau ujian ? Lebih baik kalian pulang ke indonesia aja. Aku bisa jaga diri ko" ucap (namakamu) dengan senyum manisnya.
Nadine tertegun mendengarnya "kita bisa ujian disini ko. Kan online" ucap nadine
"Tapi kalian ketinggalan banyak pelajaran loh. Itu karna aku" ucap (namakamu) lesu.
"Heyy.. Kenapa sedih ?" tanya nadine penuh perhatian.
(Namakamu) menggeleng "aku cuma mau kalian fokus sama sekolah. Jangan terlalu fikirin aku ini. Aku bisa sendiri ko aku ini udah gede ka" ucap (namakamu) lebih memohon
"Kamu udah makan ?" nadine terlihat sekali sedang mengalihkan pembicaraan.
(Namakamu) terlihat semakin bete karna nadine yang mengalihkan pembicaraan.
****
Kini iqbaal bagai gelandangan yang tak tahu jalan. Iqbaal jalan lontang-lantung di pinggir jalan mencari rumah sakit tempat (namakamu) berada.
Tak semudah yang kalian bayangkan. Mencarinya bagaikan mencari jarum dalam jerami sulit dan jika telah menemukannya ada dua kemungkinan yang terjadi.
Satu : tangannya terluka
Dua : dia meraihnya tanpa mendapatkan luka sedikitpun
Jika kalian tak mengerti tak apa. Ini hanya perumpaan yang baru saja terlintas di benak iqbaal.
Bila kalian ingin tahu berapa rumah sakit yang telah dikunjungi iqbaal jawabannya 5 rumah sakit. Itu pun ia sulit bertanya terakhir suster rumah sakit itu tak bisa berbahasa inggris dan iqbaal pun tak bisa berbahasa jepang. Dan tamatlah iqbaal.
"Huhh dimana coba ? Udah banyak banget rumah sakit yang gua datengin tapi ga ketemu juga. Ganti nama jadi sizuka kali tuh orang"ucap iqbaal seperti orang gila sepanjang jalan.
Iqbaal memutuskan untuk pulang ke hotel untuk beristirahat.
****
"Gimana ? Ketemu ?" tanya teh ody saat melihat muncul dari balik pintu.
Iqbaal hanya membuang nafas kasar lalu menjatukan dirinya diatas ranjang tanpa melepaskan sepatu yang terpasang di kedua kakinya.
Ody yang melihatnya pun langsung memukul betis iqbaal yang sedang memejamkan matanya itu.
"Ck..shhhhh ah. Apaan sih teh suka gajelas deh" geram iqbaal karna merasa terusik.
Ody memberika tatapan tajam kepada iqbaal yang dibalas oleh iqbaal dengan dengusan.
Iqbaal pun bangkit dan melepaskan sepatunya lalu menyimpannya. Dan kembali berbaring di rajang.
Dan untuk kedua kalinya iqbaal menerima pukulan dibetisnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ONLY ONE
Fiksi PenggemarCinta. Sebuah kata yang mudah dikatakan. Tapi.. Tak semua mengerti apa arti cinta sesungguhnya. Cinta butuh banyak pengorbanan 'Resiko mencinta adalah sakit. Dan aku siap sakit untuk mencintai kamu' -(namakamu) 'Resiko dicintai adalah menyakiti. Dan...
