6th: ANDANTE

81 6 1
                                    


BAB VI:

ANDANTE


"KEJUTAAAANN!!"

Mata Nana membulat kaget karena apa yang baru ia lihatnya. Di depannya kini ada empat orang member boygroup yang sangat ia segani. Yap EXO, dan orang-orang yang tadi berteriak itu adalah Baekhyun, Chanyeol, Jongin, dan juga Luhan. Untuk apa orang-orang seperti mereka ada di rumah Nana? Dan dari mana pula mereka tahu rumah Nana di sini.

"Ya Tuhan, sedang apa kalian? Membuatku kaget saja." Tangan Nana mengelus-elus dadanya. Karena memang Nana benar-benar kaget akibat teriakan orang-orang itu yang terlalu keras merasuki gendang telinganya.

"Bukan kah kau merindukan kami, Nana?" Baekhyun, pria itu lucu sekali, ia mengganti warna rambutnya menjadi pink. Hilang sudah kesan macho yang ada pada diri Baekhyun.

"Mari kita peluk Nana!" Sorak Chanyeol langsung didukung teman-temannya yang lain untuk memeluk Nana.

Sebenarnya di sana juga ada ibu Nana. Nana juga menyadarinya masuk pelataran tadi. Tapi ibunya seolah-olah sudah tahu sejak lama jika ia berteman dengan idol internasional ini, wanita itu hanya duduk sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Bagaimana kalian bisa di sini?" Nana mulai penasaran kenapa pria-pria menyebalkan ini bisa ada di rumahnya. Apa yang Nana tahu, hanya Sehun yang mengetahui letak rumahnya di antara pria-pria ini. Sebenarnya Nana ingin pulang dan menangis sejadi-jadinya di dalam kamar, tapi berkat para pria abnormal ini, Nana dapat kembali menunjukkan senyumnya.

"Kami baru landing siang tadi dan aku langsung mengajak Sehun mampir ke rumahmu." Ujar Luhan yang langsung diangguki oleh member yang lainnya.

"Tapi di mana Sehun? Tadi ia bilang ingin ke depan sebentar, kupikir ia ingin menjemputmu." Jongin bertanya-tanya.

Jadi Sehun datang ke mari bersama teman-temannya? Nana pikir Sehun hanya melewati jalan berhubung jalan ke arah rumah Joonmyun juga jalan yang Nana lewati ke rumahnya. Sebenarnya apa yang Sehun lakukan tadi? Menunggunya? Tapi perkataannya tadi sama sekali seperti tidak sedang menunggu Nana.

"Oh, itu bukan jaket yang Sehun kenakan tadi?"

"Nana, sepertinya payung itu milik Joonmyun Hyung yang ada di mobil."

"Nana apa kau bertemu dengan Sehun? Lalu ke mana dia?"

"Ia bilang ia akan pulang." Jawab Nana dengan nada pelan.

"Apa ia gila?!" Teriak Luhan yang kaget.

Ke empat pria yang ada di sana langsung mengubah ekspresi wajah mereka menjadi begitu serius. Adiknya itu benar-benar gila ia ingin pulang ke rumah dalam kondisi sedingin ini hanya dengan kaos dan juga celana pendek?

"Ia benar-bena gila. Ia tidak membawa apa-apa! Bahkan ia tidak memakai alat penyamaran sedikit pun. Ya Tuhan, ia bahkan baru sembuh dari sakitnya. Bagaimana jika ia sakit lagi?" Nada Jongin terdengar sangat khawatir dengan temannya itu.

"Ia sedang sakit?" Tangan Nana mulai gemetar. Bagaimana pria itu bisa memberikan jaket dan juga payungnya pada Nana jika pria itu jauh lebih membutuhkannya.

"Ia tidak membawa dompet," Baekhyun berujar sembari menunjukkan dompet Sehun yang ada pada genggamannya. "Coba hubungi dia."

"Ponselnnya ada padaku, Hyung." Jongin menunjukkan posel silver milik Sehun.

OURS [EXO Sehun Fanfiction]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang