The Rest of The Time

137 9 3
                                    

Setelah ucapan (yang kataku sendiri  gurauan) terucap, Langit menjadi sangat dingin dan terlihat semakin jauh. Anginnya saja tak pernah kudengar lagi. Tatap kami tak pernah bertemu. Aku tak lagi menghirup aroma kabut paginya. Langit sungguh jauh. Langit semakin menjauh.

Hari-hari terakhirku disekolah menjadi sangat menyedihkan. Bukan karena akan berpisah dengan teman, namun karena Langit seperti berada jauh ketika aku mendekat. Langit semakin jauh jika aku menatap. Langit semakin badai ketika aku sedikit berujar.

Dua bulan lagi aku pindah ke Bandung. Semua temanku tahu. Langit juga tahu. Tapi Langit tetap jauh. Tak sedikitpun menoleh. Aku harap dengan ini aku bisa melepas Langit kepelukan Bintang. Mereka sudah menjadi suratan takdir kekal yang takkan pernah terpisah. Mereka abadi. Sedang aku hanya selembar bulu angsa yang mengusik mereka.

"Jika melihat orang yang kau cintai memilih orang lain, kau tak akan bisa memisahkannya tapi mendo'akannya." Itu satu kutipan dari film "You're The Apple of My Eye" yang kutonton tadi siang.

Mungkin benar tak ada salahnya mencintai suatu hal mustahil, tapi jangan salahkan sakit hati dan penyesalan yang tetap akan terlambat.

Langit, apakah aku tidak pernah barang sejenak saja terlintas dipikaranmu saat datang malam?

LANGITTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang