Sebenarnya

131 10 0
                                    

Hari ini sangat cerah, secerah Langit. Aku tak bisa mengalihkan pandanganku dari Langit. Sesekali mata kami bertemu. Lalu tersenyum. Jantungku berdebar lebih cepat.

"Lo ngapain tadi liatin gue terus? Ada yang mau Lo omongin?" Langit sudah duduk di bangku depanku. Aku terkejut.

"Gue cuma mau bilang kalo gue suka sama Lo." Langit terdiam. Kami saling menatap.

"Lo serius amat. Nggak ngapain juga gue suka lo." Aku tertawa, sedikit perih.

"Siapa juga yang serius." Langit pergi.

Semenjak itu Langit jauh. Dia semakin jauh. Setiap kita berdekatan, kami saling menjauh. Seperti akan ada perasaan yang meledak setiap aku berdekatan dengannya.

Langit, sebenarnya itu semua benar.

LANGITTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang