Kilat

213 13 1
                                    

Tatap matamu sungguh tajam. Mampu menyayat kepercayaan diriku.
Kilat-kilat matamu telah merobohkan pendirianku.

Tapi aku bertahan, untuk tetap menatapmu. Karena aku rindu juga marah.
Walau aku tahu, kemarahanku tak akan mungkin kau dapati.

Kamu bisa meromantiskan dan juga menghancurkan keadaan.

Langit, kamu benar licik.

LANGITTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang