#17 second kiss?

4.6K 432 7
                                    


----

"Aku tidak bisa memberitahu kalian, sekarang. Maaf." Jimin meninggalkan Jin yang hampir frustasi dibuat olehnya. Taehyung hanya mendesis kasar lalu memandang Jimin layaknya seorang pencuri yang tidak mengakui apa yang ia curi.

"BOCAH SIALAN TAK TAHU DIRI!" teriak Jin lantang. Sudah dibilang, Jin memang susah menahan amarahnya. See? Kalian melihatnya sendiri.

"Hyung ! Sudahlah!" Taehyung ikut berteriak, ia muak mendengar amarah Jin ditambah dengan Jimin yang tidak ingin mengakui kesalahannya. "Hyung..."

"Aigoo! Aigoo! Hampir saja aku terkena serangan jantung!"

"Kan aku sudah bilang, tahan emosi mu bodoh." Yoongi berbicara dengan tatapan dinginnya." Biarkan saja Jimin, aku tahu ia akan memberi tahu kita. Tapi bukan saat ini, suatu saat. Jadi bersabarlah."

Jin hanya mengikuti perintah Yoongi, walaupun sekarang ia benar-benar penasaran.

Namjoon sudah tak bisa melerai mereka, ia sudah benar-benar takut jika keadaan dorm seperti itu lagi. "Hyung, minta maaf lah dengan Jimin. Anak itu benar-benar mengalami masa sulitnya sekarang. Jangan membuatnya makin terpuruk, aku mohon."

"Baiklah. Aku akan meminta maaf kepadanya. Tapi nanti. Aku lelah." Jin memegang pelipis nya yang berdenyut itu, merasakan sedikit nyeri disana.

' sebenarnya ada apa dengan mereka berdua? ' batin Jin.

----

MinRi POV

Keesokan harinya kami membereskan barang-barang di dorm kami. Produser menyuruh kami untuk pindah.

Jujur saja kami tidak ingin meninggalkan tempat ini, sudah begitu banyak kenangan kami disini bersama Seunggi Eonni...

Sudah sehari ini kami memikirkannya, sedang apa sekarang dia? Apa dia makan teratur?

Apakah dia sekarang pergi ke Busan menemui ibunya?

Aku mengirimkan pesan bahkan line untuknya, mengasih tahu jika kami akan pindah dari dorm sempit itu. Tapi sama sekali tidak di balas, itu membuat diriku dan yang lain makin khawatir.

Akhirnya kami menginjak dorm baru kami, tempatnya sangat luas dan bersih. Tapi ini tak senyaman dulu, dan tidak seramai dulu...

"Kita dulu memerlukan tempat yang sangat luas, tapi lihat.. sekarang kita mendapatkannya. Lalu kenapa kalian tidak terlihat senang?" Tanya Jieun, padahal ia tahu jawabannya.

"Aku ingin pergi"

"Aku ingin tidur"

Mereka meninggalkan ku dan Jieun sendiri, aku tahu perasaan mereka sekarang. Tempat ini luas tapi terlihat sepi.

"Jieun..." panggil ku lirih.

"Kau tidurlah. Aku yakin kau lelah." ucapku tersenyum tipis. "Aku akan mencari udara segar dulu ya." aku pamit dengannya lalu keluar mencari udara segar diluar apartemen kami.

Fake Scandal [✔️]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang