#21 one more day-

3.7K 389 11
                                    

Author pov

"Tae!" panggil Jimin keras, Hoseok hanya membuka matanya sebentar lalu tertidur lagi.

Taehyung terbangun lalu mengucek matanya yang masih mengantuk itu. Taehyung langsung menatap Jimin heran, ini masih jam 4.30 di Seoul.

Jimin langsung menarik Taehyung untuk keluar dari kamarnya, ia langsung menyuruh Taehyung duduk di meja makan.

"Mau apa?" tanya Taehyung yang masih menahan kantuk.

"Apa Minri tahu jika aku menyukainya?" tanya Jimin, Taehyung langsung menatap nya heran, kantuknya langsung menghilang.

"Kau membangunkan aku karena itu?"

"Ah baiklah," sambung Taehyung

"Dia tahu, aku tak sengaja mengucapkannya. Waktu itu aku lagi stres memikirkan dirimu." Ucap Taehyung, Jimin langsung terdiam tapi di pikirannya banyak sekali pertanyaan yang ingin ia tanyakan.

"Lalu bagaimana dengan reaksinya?,"
"Eum, maafkan aku jika menganggu mu tidur"

Taehyung hanya tersenyum simpul, "Dia tidak mempercayainya, Jimin-ah"

Jimin menghela nafas kasar, ia langsung mengambil satu cangkir air di sampingnya. "Aku seperti orang bodoh, ya?" Jimin tersenyum sebentar, lalu memberikan Taehyung air juga.

"Tapi aku senang ia mendapatkan kekasih seperti mu, Tae" sambung Jimin, ia tersenyum lagi seakan dirinya baik-baik saja.

Taehyung masih bisa merasakan kecemburuan di hati Jimin itu.

"Besok apa aku sanggup mengatakannya? jika aku lah yang membuat agensi kewalahan?" Tanya Jimin, ia menunduk lemas rasanya ia benar-benar belum siap untuk berbicara seperti itu dengam produsernya, bagaimana jika ia di tendang keluar dari agensinya sendiri? jangan sampai!

Taehyung juga, ia masih tak siap berkata jika hubungannya dan Minri sudah tidak terikat oleh Skandal. jika produser tidak menghendaki hubungan mereka itu akan berdampak juga buat mereka. hubungan mereka berdua juga sama sekali tidak diterima di kalangan para fans, apalagi dengan produsernya sendiri, Bang Sihyuk.

"Kau tahu aku juga bimbang,"

Jimin terkekeh, lalu dibalas dengan derp ala Taehyung."Tertawalah terus, aku menyukainya"

-----

Minri terus menerus membuka ponselnya, mematikannya, membukanya hingga berturut-turut. Ia menunggu balasan Seunggi dari sms nya.

' apa eonni akan datang?'

Pertanyaan itu terus mengisi penuh pikirannya, begitu juga dengan member lain. Mereka di hantui oleh satu pertanyaan yang menentukan karir mereka semua.

Tak ada balasan satupun dari Seunggi, bahkan pesan itu sudah ia kirin tiga hari yang lalu. Pesan itu sangat penting bagi Minri, karena ia bisa percaya jika Seunggi masih memedulikan mereka.

Tapi Minri tidak tahu jika nomer ponsel yang ia sms ke Seunggi adalah nomer yang sudah tak terpakai lagi, Seunggi membuangnya bukan?

"Eonni, Minri keluar sebentar"

"Hati-hati. Pake masker mu dengan baik" Minri langsung pergi keluar, ia terus berkeliling.

Tanpa sadar dikelilingnya ada beberapa fans BTS yang menyadarinya, apa yang harus Minri lakukan sekarang? Bahkan fans itu terus mengikutinya, tampang mereka tidak terlihat suka dengan kehadirannya.

"Bisa kalian berhenti mengikuti ku?"akhirnya Minri berbicara, fans yang mengikutinya langsung mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.

Surat, sebuah surat berwarna hitam. Bukankah mengerikan? Mau tak mau ia membacanya.

Fake Scandal [✔️]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang