'Now, Tomorrow, Forever....Just OUR LOVE !'
.
.
"Jelaskan padaku apa maksud semua ini, Inha?"
Hati Chen Feng terasa sakit dan emosinya hampir meledak saat dia melihat dengan mata kepalanya sendiri yeoja yang selama ini menjalin hubungan dengannya sedang tertawa bahagia dalam rengkuhan mesra Ok Taecyeon saat keduanya berjalan menuju salah satu restoran mewah di Gangnam. Chen Feng memang sengaja mengikuti mereka karena dia tidak akan diberi kesempatan untuk bertemu Inha di rumah Prof. Lee.
Awalnya dia sempat berpikir jika kekasihnya itu mungkin sedang mengurung diri dan menangis putus asa karena Prof. Lee memutuskan hubungan mereka secara sepihak dan tanpa pikir panjang. Namun, semua yang dipikirkan Chen Feng ternyata salah besar!
Lee Inha malah sedang bersikap manja dan tertawa ceria pada Ok Taecyeon yang jelas-jelas adalah pengganggu dalam hubungan mereka!
"Apa maksudmu, oppa? Bukankah kita sudah putus?"
Tidak ada secercah kesedihan ataupun cinta yang terlihat dari sepasang mata Lee Inha yang bertanya dengan ringan dan membalas tatapannya dengan wajah datar. Chen Feng tertawa miris, ternyata harta dan nama besar memang bisa mengalahkan segalanya! 2 tahun yang mereka lewatkan bersama seakan tidak pernah terjadi!
"Putus? Jadi, kau menerima begitu saja semua keputusan ahjussi Lee? Kau juga mau dipaksa bertunangan dengan namja brengsek disampingmu itu? Dia itu tidak mungkin mencintaimu! Kau hanya akan menjadi mainan untuknya, Inha!"berang Chen Feng yang sekuat tenaga menahan emosinya untuk menghajar Taecyeon yang menyerigai padanya.
"Ckck, ternyata seorang Duan Chen Feng juga punya sikap picik! Sungguh tak terduga! Darimana kau tahu jika aku hanya akan mempermainkan Inha?" Taecyeon melangkah maju dan menatap sinis Chen Feng yang menyebalkan dan membuatnya harus terjebak dalam pertunangan yang disusun si kembar Jung untuknya.
Chen Feng benci melihat tatapan meremehkan itu hingga tangannya tanpa sadar melayang untuk meninju Ok Taecyeon namun berhasil dihindari namja bertubuh besar itu dengan mudah sedangkan Lee Inha yang melihat itu memekik takut dan langsung menggenggam erat lengan kiri Taecyeon.
"OPPA! Apa yang kau lakukan?"
"Atau itu hanya tudingan karena kau merasa cemburu padaku? Dari segi mana pun aku memang jauh lebih baik darimu!"desis Taecyeon tajam seolah tinju yang hampir mengenai rahangnya tidak pernah terjadi.
Sepasang mata Chen Feng sudah mengobarkan api dendam pada pasangan yang berdiri didepannya. "Aku tidak menyangka jika kau semurah itu, Lee Inha! Hanya karena harta kau berpaling! Ingatlah, ini bukan akhirnya karena akan kubalas sakit hati ini!"ancam Chen Feng dingin dan mulai melangkah pergi namun namja Duan itu mendadak berbalik dan menatap bengis pada Taecyeon yang sedang menenangkan Inha yang terisak kecil.
"Katakan pada Jung Jaejoong, aku akan membuat dia merasakan kehilangan seperti yang sedang kualami!"
.
.
Matahari mulai tenggelam dan menyisakan semburat jingga yang terlihat sangat indah namun Duan Chen Feng yang sedang berjalan dengan langkah lesu tidak mempedulikan semua keindahan itu. Dia terlalu tenggelam dalam kemarahan yang bercampur kesedihan seraya meratapi nasib malang yang menimpanya. Satu minggu yang lalu dia masih bangun dengan senyum lebar dan penuh harapan di Amerika untuk menyongsong masa depan cerah sebagai atlet basket dan memiliki seorang yeojachingu yang sedang menunggunya, namun sekarang....
"Sedang menyesali tindakanmu?"
Suara bass bernada arogan yang terdengar begitu dekat dengannya itu membuat Duan Chen Feng menghentikan langkahnya dan mengangkat kepalanya dengan malas hanya untuk melihat 2 orang yang paling dibencinya sedang berdiri bersisian dengan seringai tipis yang ditujukan padanya. Disana, tepatnya disamping sebuah porche mewah berwarna hitam, berdiri dengan gaya angkuh Jung Yunho yang merangkuh mesra bahu kembarannya yang sedang tertawa kecil.
KAMU SEDANG MEMBACA
TWINS
Genç KurguADA VERSI CETAK! Tidak ada yang boleh memiliki dan menyakiti kembaranku - Jung Yunho. Tidak ada yang paling mengerti dan memahami kembaranku, selain aku. - Jung Jaejoong. Kisah sepasang anak kembar yang menjalani hidup berliku ditengah berbagai kebo...
