'Now, Tomorrow, Forever....Just OUR LOVE !'
.
.
HEROTIC FASHION
Gedung berlantai 5 di daerah Gangnam yang didominasi dengan kaca-kaca indah itu terlihat sangat artistic dengan penataan mewah sekaligus elegant tampak ramai dengan banyaknya karyawan yang hilir mudik di setiap lantai untuk mengerjakan tugas mereka. Sofa-sofa diletakkan diberbagai tempat strategis, deretan busana indah ditata sesuai warnanya, kamar ganti yang luas dan dikelilingi kaca setinggi badan.
Semua fasilitas itu memang bertujuan agar para customer merasa nyaman sehingga rela menghabiskan beratus ribu atau berjuta Won untuk membeli gaun ataupun busana santai hasil rancangan sang designer yang memang sudah sangat dikenal oleh kalangan atas karena Jung Kibum tidak pernah merancang sesuatu yang sama lebih dari 1 kali.
"Kau tentu tahu apa tujuanku meminta kita bertemu, eonnie."gumam Kibum datar pada yeoja berwajah cantik nan sombong yang duduk dihadapannya sambil menggigit scone berlapis gula yang tadi disuguhkan salah satu asistennya.
Shim Heechul menyeringai tipis setelah menelan scone terlezat yang pernah dimakannya, tangannya terulur untuk meraih cangkir teh yang masih terlihat mengepul itu. Dari ujung matanya Heechul bisa melihat jika Jung Kibum sedikit merasa jengkel dengan sikapnya tapi apa pedulinya, dia adalah istri seorang menteri. Jadi, sedikit angkuh adalah haknya!
"Tidak perlu berbasa-basi, Kibumie. Aku tahu semua kelakuan putraku meski tinggal jauh di Jepang! Ini sudah berulang kali kita bahas dan aku mulai bosan. Jadi, saranku adalah jika mereka mengulanginya lagi, kirim saja mereka ke Alaska dan biarkan pinguin menjadi teman mereka!"sahut Heechul acuh seperti bukan membicarakan tentang Changmin, putranya.
Tangan Kibum sudah terkepal membentuk tinju kecil,"Tidak bisakah eonnie lebih serius membantuku? Kenapa kau selalu begitu tenang? Profesor Hwang yang menyebalkan itu memintaku memisahkan kedua putraku dan aku tidak mau itu terjadi!"desis Kibum marah dengan suara tertahan.
"Mudah sekali! Tutupi saja semua kelakuan mereka dan pastikan mereka tidak melampaui batas, jika itu masih gagal maka kita pikirkan cara lain. Kenapa kau tidak menghubungi Ji Woon? Bukankah Chansung juga terlibat?" Shim Heechul tertawa lebar saat melihat Kibum mendengus malas, dia sudah bisa menebak jika eomma Chansung itu bahkan tidak mau tahu apa yang terjadi pada putranya.
Mata Kibum memicing tajam pada Heechul yang masih tersenyum,"Ji Woon sibuk dengan semua perhiasaan bodohnya!"geramnya tajam.
"Kau lihat Bummie, jangan terlalu khawatir seperti namja-namja bodoh yang kebetulan menjadi suami kita itu! Untuk masalah Changmin, akan kutangani anak bandel itu. Kau tahu saat ini mereka sedang bertanding basket!"beritahu Heechul yang dengan antusias mulai mengalihkan pembicaraan serius mereka.
Selalu seperti itu hasilnya jika Kibum mencoba untuk mencari saran atau solusi masuk akal dari Shim Heechul. Mungkin karena Heechul berasal dari keluarga yakuza, jadi yeoja berusia 40 tahun itu tidak pernah mempermasalahkan kelakukan liar Changmin meski Menteri Shim kadang mengamuk saat berusaha menutupi semua tingkah putra satu-satunya itu.
"Aku tahu, mereka ingin merebut tim basket universitas!"jawab Kibum malas, percuma saja dia bicara dengan sahabat sekaligus sunbae semasa sekolahnya ini.
Mendadak Shim Heechul berdiri dengan senyum lebar dan menarik kuat tangan Kibum yang sudah meringis sakit. "Ayo kita pergi kesana dan lihat putra-putra kita meraih kemenangan! Lupakan saja masalah bodoh itu, nanti juga selesai sendiri!"
"Membunuh itu bukan masalah bodoh, eonnie..."gerutu Kibum lirih meski tetap mengikuti langkah cepat Heechul yang setengah menyeretnya.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
TWINS
Teen FictionADA VERSI CETAK! Tidak ada yang boleh memiliki dan menyakiti kembaranku - Jung Yunho. Tidak ada yang paling mengerti dan memahami kembaranku, selain aku. - Jung Jaejoong. Kisah sepasang anak kembar yang menjalani hidup berliku ditengah berbagai kebo...
