Now, Tomorrow, Forever....Just OUR LOVE!'
.
SHINKI UNIVERSITY
Dengungan suara para awak media yang ribut dan sedikit panik memperdebatkan kehadiran 2 pewaris paling diincar yang sejak tadi mereka tunggu semakin keras. Apalagi detik-detik pesta penyambutan akan segera tiba namun tanda kehadiran si kembar Jung belum juga terlihat. Para yeoja yang sudah berdandan seolah lupa ini adalah lingkungan universitas tempat mereka akan belajar juga mulai resah dan berkasak-kusuk sedangkan para namja terutama yang masuk dalam klub basket bersorak riang, berdoa jika kedua Jung itu membatalkan niat mereka untuk mengenyam pendidikan di Shinki.
"Bagaimana ini, Profesor Lee? Pers akan mengecam kita!"bisik sekretaris universitas dengan nada takut.
Namja tua yang dipanggil Profesor Lee itu mendesah pelan, wajahnya mengeras menyimpan semua kerisauannya dalam hati. Kekacauan pasti akan terjadi jika kedua putra Jung Dong Woon itu tidak muncul. Media akan mengamuk dan nama baik universitas no 1 Seoul ini mungkin akan tercoreng. "Coba kau hubungi lagi asisten tuan Jung."perintahnya singkat.
"Apa mereka akan muncul?"
"Informasi anda salah Prof.Lee? Ini sudah hampir waktunya, kenapa belum ada tanda kemunculan salah satu dari si kembar Jung itu?"
"....Mungkinkah si kembar Jung memilih universitas lain?"
"Kami dengar tuan Jung juga mendanai beberapa universitas lain di negeri ini selain Shinki..."
"Katakan sesuatu Prof.Lee!"
Media terus memberondongkan puluhan pertanyaan pada Prof.Lee yang bahkan hanya mendengar setengahnya karena semua suara itu bercampur menjadi satu. Kekacauan dan kepanikan mulai terjadi. Beberapa dosen dan petinggi Shinki mulai terlihat pucat dan berkeringat dingin, semua karena tidak ada kepastian tentang pewaris Jung. Seharusnya Prof.Lee tidak mengadakan pesta penyambutan yang berlebihan itu, sesal beberapa dosen dalam hati.
Raungan keras suara kendaraan dari berbagai arah membuat halaman luas Shinki yang tadinya penuh dengan dengung pembicaran sekarang sunyi senyap. Semua mata sudah tertuju pada gerbang masuk Shinki, dari kejauhan tampak beberapa mobil mewah dan motor sport berbagai warna sedang melaju dengan kecepatan tinggi sebelum berhenti tepat di depan panggung yang dipersiapan untuk Prof.Lee untuk membuka tahun ajaran baru sekaligus menyambut putra pemilik universitas ini.
BRUMMM....BRUMMM....
Motor sport berwarna hitam metallic itu berhenti paling depan dan pengendaranya segera membuka helm hitam yang menutupi seluruh wajahnya. Sontak hampir semua orang terkesiap melihat wajah rupawan dengan rambut panjang berwarna golden brown yang tadinya tersembunyi dibalik helm full face itu. Sepasang mata doe menatap acuh pada kerumunan yang terpana menatapnya, dengan santai Jaejoong mengikat setengah rambut panjangnya yang terurai dengan karet yang diulurkan Chansung padanya.
"Ternyata benar-benar seperti parade..."seru Chansung dengan suara geli yang tidak ditutupi bahkan soulmate-nya, Changmin sudah mulai menghitung ada berapa kamera yang sedang mengarah pada mereka. "Kita ini seperti artis, aku suka ini."cetus namja jangkung itu sambil merangkul bahu Jaejoong yang hanya diam. "Kau tidak suka semua ini, Jaejoongie?"tanyanya jahil.
Tepukan keras dikepala Changmin membuat namja itu memekik kecil,"Yakk...Itu sakit, Park Yoochun bodoh! Selalu saja menganiayaku yang baik hati ini." Chansung tertawa keras melihat ekspresi sok polos partner in crime-nya itu.
"Kau lebih bodoh! Tentu saja Joongie tidak suka, ini lebih seperti jumpa fans."seru Junsu yang melihat semua kamera itu tanpa berkedip. Tidak pernah terpikir olehnya mereka akan memulai hari pertama seperti debut artis halluya. Berteman dengan putra keluarga Jung membuat hidup Junsu menjadi sangat berwarna.
KAMU SEDANG MEMBACA
TWINS
Ficțiune adolescențiADA VERSI CETAK! Tidak ada yang boleh memiliki dan menyakiti kembaranku - Jung Yunho. Tidak ada yang paling mengerti dan memahami kembaranku, selain aku. - Jung Jaejoong. Kisah sepasang anak kembar yang menjalani hidup berliku ditengah berbagai kebo...
