Hai hai Naina kembali.. seperti biasa kalau suka please komen n like ya.. saya ga minta uang cuma dua itu aja :D :D :D
Beberapa ada yg di privat jadi silahkan follow dulu
*****
MEET THE PRINCE
pagi yang berbeda bagi Naina. Tak ada Sadhana yang selalu membantunya di dapur. Apakah adiknya itu bahagia? Apa mertuanya jahat? Ah semua pertanyaan ada di kepalanya. Tapi dia mencoba yakin adiknya bahagia dengan pria yang dia cintai.
"Kau tahu apa kata tetangga?" bibinya menghancurkan lamunan baiknya. Sudah pasti cerita buruk yang akan dia dengar.
"Mereka bilang kau simpanan bossmu. Apa benar?"
"Siapa yang bilang bi?" kavil tidak senang mendengarnya.
"Banyak yang berbisik. Apalagi mereka melihat bossnya memberikan bunga pada Naina bukan pada pengantin." Jawab bibinya.
"Bisikan pada mereka, apa suami mereka baik-baik saja diluar sana? Atau punya simpanan?" Naina menarik tasnya dari meja makan dan segera pergi. Muak dan bosan rasanya mendengar hal negatif terus menerus dari mulut bibinya itu.
"Kak?" Kavil mengejarnya dan memandang kakaknya yang tampak kesal.
"Kenapa kita tidak pindah ke apartemen saja? Aku bosan harus menahan kesabaran menghadapi bibi?" protes Kavil. Naina terdiam dan memandang Adiknya. Dia tak mungkin meninggalkan pamannya dalam keadaan seperti itu. Dia berusaha memberi pengertian adiknya. Kavil menarik nafas manahan emosi. Ya, Naina memang memiliki apartemen yang dia sewakan pada orang lain. Dan uangnya bisa untuk tambahan biaya hidup mereka selama ini.
"Oya, aku lupa bilang. Aku sudah selesaikan skripsiku. Sebentar lagi wisuda." Katanya dengan senyuman merekah. Naina bahagia mendengarnya.
"Hebat.." Naina memeluk adiknya.
"Baiknya aku melamar kerja di kantor kakak atau tempat lain?" Kavil mengantar kakaknya ke mobilnya. Naina menolak Kavil melamar kerja di perusahaan Verma. Dia tak mau, andai Kavil diterima dianggap karena koneksinya.
"Carilah tempat lain. Ok." Naina membuka pintu mobil dan melambaikan tangan pada adiknya yang kini tinggal satu orang saja.
**
Naina menyapa para pelayan rumah keluarga Verma yang menyambut kedatangannya. Dia segera menuju lantai dua dan berdiri seperti biasa di depan pintu kamar bossnya. Naina masih melamun dan pikirannya masih tak karuan.
"Selamat pagi." Dev membuat Naina mengerjap kaget.
"Pagi..Sir. maaf.." Naina jadi tak enak hati.
"Aku tidak mendengar anda membuka pintu." Ujar Naina sambil menguntit Dev dari belakang.
"Bahkan aku memanggilmu dua kali." Ujar Dev setengah menyindir. Naina tersenyum lalu seperti biasa berdiri di belakang meja makan Dev Verma.
"Apa kabar Naina." Seorang wanita paruh baya menyapanya.
"Nyonya besar. Kapan anda kembali dari Manali?" sapa Naina pada ibu Dev.
"Kemarin sore." Jawabnya singkat. "O ya, selamat atas pernikahan adikmu." Lanjutnya lagi. Naina hanya mengangguk dan berterima kasih.
Sama seperti biasanya, sarapan terasa dingin karena Dev memang tak banyak bicara meski ada ibunya sekalipun.
"Besok mungkin akan lebih ramai rumah ini." Ibunya membuka obrolan.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are Mine!
Romance(Sebelum klik baca baiknya follow dulu. Karena ada beberapa yg sudah diprivat hanya bisa dibaca follower) - Sebuah kisah yang berawal dari pertemuan, kebersamaan hingga sikap posesif dari cinta yang disembunyikan. - Dimana kau tak kan mengira ada ci...
