ENJOY!!!
Jess P.O.V
Benar benar tidak bisa di percaya. Si idiot jack yang membawaku ke apartemen? Bukannya kenapa tapi uh aku merasa jadi berhutang budi padanya. Ugh benar benar mengesalkan.
"Benar benar dia yang membawaku ke apartmen? Kalian tidak salah lihat kan?" Aku masih menganga
"Dia bilang ya sebenarnya tidak secara langsung juga sih kalau itu salahnya kurang cepat menolongmu" ucap kim
"Dan ya 100% itu jack" tambah finn
"Benar benar.... (sighs) aku jadi berhutang budi. Aku jadi tidak enak seperti ini. Lalu apakah dia tak apa?" Crap. Kesalahan. Aku salah mengucapkan kalimat
"Kau masih peduli ternyata eh?" Tanya finn. Disusul kekehan oleh kim
"Bukannya begitu.."
"Sudahlah.. kami mengerti maksudmu hahahahahahaha..." kim dan finn kembali tertawa
"Aku merasa berhutang budi oke?" Ucapku
"Lalu?"
"Menurut kalian aku harus apa? Bukannya ah.. sudah lama sekali aku bahkan tidak berbicara pada jack. Bertemu dengannya atau apapun" aku kebingungan
"Datanglah kerumah setidaknya ucapkan terima kasih pada jack. Kasihan sekali dia harus menggendongmu saat hujan hujan. Kau kan berat" ucap finn
"Heh! Enak saja" aku mendengus kesal diikuti kekehan dari mereka berdua.
Aku kembali pulang meninggalkan finn dan kim yang masih akan pergi masih berkencan. Jujur aku masih memikirkan masalah berhutang budi itu.
Sudah terlalu lama aku tidak bertemu dengan jack. Membayangkan akan bertatapan dengan dia saja aku malah merasa sangat canggung. Aku hanya takut bertemu jack entah alasan apa. Canggung.
Aku menyusuri beberapa blok menuju apartmen. Tapi kenapa juga dia menolongku? Bodoh! Kalau aku mati nanti bagaimana. Pikiranku berkecamuk. Tiba tiba handphone ku berdering tanda sms masuk
Imessage
Finn : jack deman dirumah. Mom baru saja menelfonku.
Saat ini pukul 7 aku sangat bingung harus membalas budi jack bagaimana. Bersamaan dengan sms dari finn yang mengatakan bahwa jack sedang demam. Tuhkan pasti karena ku. Selintas ide muncul dikepalaku, mungkin aku harus menjenguknya dan membawakan sup atau sesuatu paling tidak aku bisa membalas hutang budi. Jack jadi demam juga karena ku kan?
Kucepatkan langkah kakiku menuju flat. Menaruh barangku dikamar dan memasak sup. Ya padahal aku juga tidak pro dalam membuat sup. Namun pada akhirnya kumasak juga kan. Aku hanya membuat cream soup biasa dan memotonh sourdough bread untuk side dish nya. Aku mengambil beberapa berries dan anggur untuk kumasukan dalam container kecil. Sambil aku menunggu supku mendidih dan matang kuputuskan untuk mandi dan cepat mengganti bajuku. Ya mandiku sangat kilat. Karena aku juga buru buru.
Kumasukan sup, roti dan berries semuanya kedalam lunch box. Yap semuanya siap. Tak lupa aku menulis note kecil yang kupasang di kulkas untuk kim
Pergi sebentar. Duty call! Jangan khawatir! Aku sudah sembuh
- jesslyn
Aku menggunakan sweater dan rok serta leggingku, well tak lupa coat. Angin musim gugur semakin menjadi jadi.. oh tidak
Sebenarnya jantungku sangat berdegup kencang. Aku mengingat janjiku saat di new york untuk melupakan apapun yang pernah kulalui bersama jack dulu. Susah
Dan aku benar benar gagal, dan itu sebabnya aku sangat takut untuk bertemu dengannya. Walaupun hanya untuk mengucapkan halo. Aku hanya takut, aku akan terjatuh seperti dulu lagi. Jatuh ke lubang yang sama. Pikiranku terus berkecamuk saat aku berjalan menuju rumah jack.
Apakah aku mencintai cam? Ya aku mencintainya tapi tidak sepenuhnya. Cam datang saat itu saat aku benar benar terpuruk karena jack, ia yang selalu ada hingga akhirnya aku balikan dengan cam. Sebut aku naif tapi aku memang menyayangi keduanya, aku masih menyayangi jack walaupun aku tak tau sebesar apa itu. Aku benci mengatakan ini karena inilah yang benar benar kurasakan. Sangat pathetic bukan?
ŞİMDİ OKUDUĞUN
Fluke (sequel of pennyboard)
FanfictionBook 2 of pennyboard. Continued by Dawntothelight finished by YOU. Copyright ©2015- dawntothelight. All Right Reserved
