21/02/12 : Calon Smp

3.9K 52 14
                                        

21 Februari 2012

Sd alias sekolah dasar. Gue sampe sekarang masih bingung kenapa disebut sekolah dasar. Padahal gak ada dasar2nya samsek. Mungkin karena..ah sudahlah, ngapain sih dibahas. Intinya adalah sekarang gue udah resmi keluar dari jenjang sekolah yg membosankan ini. Dan mulai mencari calon sekolah gue selanjutnya.

Karena gue dah lulus sd, akhirnya gue memutuskan untuk melanjutkan ke smp (yaiyalah dasar lutung dimana2 juga gitu). Mengikuti jejak sang kakak tertua gue (cielah), akhirnya gue memutuskan buat ikut test pmb (penerimaan murid baru) di salah satu sekolah terkenal di bekasi.

Ini adalah sebuah sekolah yang pada saat itu kalau gue denger nama sekolahnya, pasti mindsetnya "sekolah mahal, anak2nya tajir, pinter, high class dan segala macam nya" (dan sekarang gue udah masuk sini dan semua itu terbukti...tidak benar).

Skip2 akhirnya tiba hari dimana gue harus dateng kesana buat ikut tes pmb. Baru masuk ke gedung smpnya aja udah terkagum2 gue. Bukan. Bukan gara2 sekolahnya bagus. Persetan sekolahnya. Gue kagum cuman gara2...kantinnya. Iya, kantinnya.

Akhirnya setelah pencarian sekian lama melewati berbagai macam rintangan (halah), gue menemukan sebuah kantin yang ideal. Hei guys, jangan pernah remehkan peran kantin dalam lingkungan pendidikan. Kantin adalah segalanya. Mother of knowledge. Tanpa kantin maka tak ada makanan. Tanpa makanan tak akan ada kehidupan. Tanpa kehidupan tak akan ada pengetahuan..(oke, abaikan)

Well, lanjut setelah gue daftar ulang gue lalu mengikuti tes tertulis yg naujubilah susahnya kayak lu nahan berak 2 bulan. Susah banget bro. Gilagila. Otak gue mau meledug. Tapi gue tetep tenang dan tetep masang muka serius padahal udah males banget ngeliat kertas soalnya. Nah disinilah keanehan2 mulai terjadi. Lagi serius2nya gue ngegambar di soal tes, tiba2 seorang anak dibelakang gue yg gak gue kenal nyolek bahu gue dan bertanya.

"Bro"

Gue cuekin

"Bro"

Masih gue cuekin

"Woi bro"

Gue nengok

"Apaan dah"

"Nomor 2 lu jawab apa bro?"

Gue cuekin

"Nomor 2 bro"
Masih sambil nyolek pundak gue

"Mana gue tau. Gue belom ngerjain"
Gue jawab agak kenceng

"Itu yang pakai kacamata siapa namanya?!"

Gue terkaget2. Sang iblis telah bicara. Dunia telah kiamat...(halah)

"Siapa nama kamu?!"

Ya tuhan. Tenyata pengawas ujianlah yang berbicara. Kirain gue siapa.

"Jimy bu"

"Kamu jangan berisik ya, kalo mau berisik di jalan raya aja noh berisik"

Yaelah gue juga tau kali jalan raya berisik. Lagian bukan gue yang mulai! Pikir gue.

"Iya bu"

Sialan. Gue kena tegur pengawas. Anak di belakang gue malah ngetawain. Ckckck...padahal dia yg mulai. Memang hidup ini kadang tak adil, jadi biasakanlah...(spongbob mode on)

Setelah ber jam2 perjuangan, akhirnya selesai sudah ujian tulis ini. Terlihat para murid yang keluar dari ruang tes dengan wajah kayak abis lari marathon. Miris. Wajah mereka sebagian besar berubah drastis sebelum dan sesudah ikut test. Terbukti pas gue liat muka temen seperjuangan gue, si Raihan, mukanya jadi lebih jelek setelah keluar dari ruangan tes. (Belakangan gue sadar kalo dia emang dari dulu jelek)

Selanjutnya adalah tes wawancara. Dan sampailah saat giliran gue masuk ke ruangan wawancara.

Gue duduk di meja (maksudnya gue duduk di kursi di depan meja, bukan duduk diatas meja. Haduh jadi ribet gini), berhadap2an sama seorang bapak2 berkumis tebal yg saking tebalnya bisa jadi alat sapu jalan. Belakangan gue ketahui namanya adalah pak Rahmat. Beliau lalu mulai bertanya soal alasan gue mau masuk ke sekolah ini.

"Apa alasan kamu mau masuk sekolah ini?"

Gue diem bentar. Otak gue yang dangkal macem kolam ikan koi ini berusaha buat nyari jawaban yang paling meyakinkan.

"uuhhh...ada AC nya pak"

"Itu aja?" kata pak Rahmat
.
.

"Kantinnya bagus pak"

Pak Rahmat terdiam

Gue terdiam

Semuanya terdiam
.
.
"mmmm...pokoknya..semuanya bagus deh pak" lanjut gue

"Oke, jadi kamu mau masuk sini karena sekolahnya bagus?"

"Nah iya pak itu maksud saya"

Entah kenapa gue menyesal. Sepertinya jawaban yang gue berikan sangat tidak berbobot sekali. Bisa2nya gue milih AC sebagai alasan buat masuk kesini...ckckck. Goblok lu Jim. Goblok kok dipelihara.

Finally setelah susah payah berhasil menjawab beberapa pertanyaan lainnya, tes wawancara selesai dan gue segera pulang kerumah karena ada acara keluarga. Yah...keterima atau nggak terserah sajalah, yang penting gue usaha. Setidaknya itu yg ada dipikiran gue saat itu.

Dan gue nggak sadar kalo ternyata sebentar lagi hidup gue bakal bener2 berubah 188,5 derajat. Totally changed.

 Totally changed

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*****

OldSchool MemoriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang