"Ninda, aku senang banget nin hari ini!" seru Amel dengan wajah dan ekspresi yang tak seperti biasa.
"Kamu kenapa sih? Senang kenapa? Kayak habis menang kupon berhadiah aja Mel."
"Gino! Gino ngasih aku ini. Kok dia tau ya kalau aku suka banget sama mawar merah, ada coklatnya lagi." sambil memamerkan seikat mawar merah yang di tengahnya diletakkan coklat batang berbungkus gold.
"Ooo..kapan ngasih nya Mel?" jawabku berusaha biasa saja padahal hati ini ternyata masih sakit mendengarnya.
"Baru aja di taman belakang sekolah. Senang banget deh aku!"
Taman? Itu kan tempat favorit ku dengan Gino kalau pas jam istirahat. Coklat? Aku sangat suka sekali coklat. Itu harusnya untuk aku bukan untuk Amel! Teriak ku dalam hati tak ikhlas.
Aku terdiam tanpa berbicara lagi, sementara Amel yang terus tersenyum tersipu memandangi bunga mawar dan coklat yang seharusnya untuk ku itu.
"Nin, besok kamu nemenin aku ya. Besok kan sehari sebelum kita liburan ke Gunung Bromo, aku kan mau ketemu sama Gino"
"Ha? Kenapa kamu gak pergi sendiri aja? Ntar aku malah ganggu kamu sama Gino."
"Ah gak mau. Aku malu kalo gak ada temenya. Pokok nya kamu harus ikut." ajak Amel seditit memaksaku.
Oh Tuhan! Aku tidak mungkin menolak ajakan Amel. Tapi aku juga tidak mau mempermalukan diriku sendiri jika aku sampai menangis di hadapan Gino dan Amel. Bagaimana bisa aku berdiri tegak, melihat orang yang masih ku sayang akan menyatakan cintanya terhadap kakak sepupuku sendiri! Tapi, aku tak bisa menolak ajakan Amel kali ini walau pun ini sangat menyakiti ku.
"Iya Mel, aku akan ikut kamu besok." jawabku pelan.

KAMU SEDANG MEMBACA
I Won't Stop It, Amore
Teen Fiction"Teriaklah. Keluarkan semua yang kau simpan dalam diam selama ini. Hati dan mulutmu sudah tak mampu menyimpanya lagi, terlalu lama. Terlalu dalam dan sakit." Aku tidak akan memaksamu lagi, tapi tolong jangan paksa aku untuk menghentikan semua ini...