Rasa haus melingkupi tenggorokan berlatih jump shoot, drible dan hook shot membuat badan serasa remuk seketika yang paling menggoda saat ini bukan anak-anak basket yang terlihat sexy diguyur keringat ketika battle seperti baekhyun yang menatap si yoda chayeol tanpa mengedip, aku lebih tergoda pada air minum di botol sambil melihat kapten yang tiba-tiba duduk disampingku.
"Rambutmu jelek, bagus warna kemarin"
Oh ok aku tersedak saat itu juga, sedang ia tak peduli memperhatikan anak-anak lain.
Itu menghina atau sebaliknya? Ah hilangkan pikiran konyol tentang kapten memuji rambut hitamku, dia pasti menghina itu sudah pasti. Tapi tunggu mungkin dia tak suka karna rambut kami yang hampir sama, ah aku tak sadar, dasar zitao bodoh. Tak terasa sudah berapa lama waktu bergulir disekitar tanpa sadar bahwa aku punya kehidupan yang sebenarnya aneh tapi menyenangkan. Luhan yang selalu menerobos pintu flatku meminta makanan, baekhyun yang ribut dikelas atau dikantin dengan chanyeol, dan kadang team basket yang terdiri dari orang-orang tak jelas, ya tentu saja tak jelas. Zelo masih kelas satu tapi tingginya hampir mengalahkanku, padahal dia dibawah umur masih 16 tahun sudah mau 2meter, chen yang point guard tapi dia adalah seorang pelawak gagal, karena disetiap lawakanya pasti tak pernah lucu , kupikir chanyeol yang paling normal tapi harus ku coret ketika tahu bahwa yang dia punya hanya tingginya saja yang menjulang, dan seorang dengan senyum idiot.
Baekhyun duduk diatas mejaku sambil tertawa kecil dengan handpone lupakan ia sedang kasmaran mungkin dan aku seperti orang idiot yang hanya melihatnya, diabaikan . Memang ya kelakuan absurd orang kasmaran itu seperti bocah, liat saja tersenyum sendiri tertawa sendiri dengan benda tak bernyawa tapi canggih.
Saat istirahat pun lihat mereka lengket bagai di lem, dan aku hanya seekor kecoa yang dipertuan baekhyun. Menyebutkan beruntung tapi rasanya aku tidak beruntung juga, ia karna kapten maksudku kris duduk disampingku, kenapa?. Ia kan senior , tapi dengan santainya duduk tanpa peduli jantung yang kaget karna kursi kosong terisi membuatku terlonjak. Baekhyun berdehem, dan chanyeol yang tertawa kecil hey kelakuan mereka ini aneh sekali, sedang aku okay aku rasa aku tak berkutik karna ada laser yang menusuk punggungku, atau hanya perasaanku saja.Dan hola senangnya itu ketika luhan datang berada ditengah tengah aku dan kapten walau aku dengan jelas mendengar dengusan geli dari kapten.
"Hey,hey minggu depan ada acara?" baekhyun berkata dengan nada suara ceria, walau kurasa suasananya aneh sekali.
"Aku ada jadwal, kenapa?"
"Aku tak bertanya padamu ikan lohan"
"Tapi aku di depan matamu baek cebol"
"Hentikann, ada apa baekhyun?" aku coba menengahi, sedang aku tahu mereka berdua yang sama sama tinggi takkan membantu dua orang lelaki 'kecil' yang bertengkar ala bocah.
"Tidak, tidak jadi"
Yah mood baekhyun berubah , wajahnya ditekuk jengkel.
Luhan menyendok makanan di sendok lalu mengarahkan ke mulut ku, aku mengerjap setelah itu dia tersenyum dan makanan itu masuk ke mulut, apa wajahku memerah karna luhan menyuapi ku tunggu tapi perasaan apa ini, kantin punya penunggu nya ya ? Kenapa serasa dilihati semua orang , tentu saja aku lupa luhan punya banyak fans. Dan kenapa wajah baekhyun malah terkikik, dia sedang badmood bukan tapi cepat sekali berubah mood swing dasar.
@@@@@
Ada yang aneh, ya aneh kenapa anak-anak basket meninggalkan ku berdua di indoor basket hanya dengan kapten. Oh ralat, apa aku jadi korban karena sepertinya sang kapten sedang ada masalah dan terlihat kesal.
Tak bisa kah aku tidak menjadi masalah sekali saja, aku serasa mati kutu jika berdua begini walaupun dia seolah tak peduli sedang menshoot bola, tapi hell ini aku yang tidak di anggap kenapa harus takut.
Aku duduk disisi lapangan dengan bola ditanganku tak peduli dengan kelakuan kapten yang menurutku tak berdasar dia melipat gandakan latihan dan sekarang latihan sendiri gila-gilaan.
Hey ini sudah jam 8malam dan perutku lapar, dengan setengah keberanian yang ku punya aku menepuk bahunya.
YOU ARE READING
Another Boy
Fanfiction(Give me support if you want to next) Ini hanya cerita ku seputar sekolah, teman, cinta, rasa sakit, keluarga dan hal hal yang biasa, tak terlalu penting. Tapi aku ingin membaginya dengan kalian. Hzt .
