Krystal dan Seulgi sekarang berada beberapa meter di belakang kumpulan kakak dan adek kelas yang sedang sibuk membeli makanan. Mereka tak bisa menemukan keberadaan Wendy. Salahkan tubuh Wendy yang mungil dan susah untuk dilihat dari jauh.
Seulgi menghela napas, "Wendy cepet banget dah ngilangnya.."
Krystal mengangguk lemas, "Iya, apalagi badannya kecil. Tambah susah nyarinya."
Seulgi memperhatikan gerombolan yang di depannya. Benar-benar rame. Beda banget dengen hari biasanya.
"Krys, lo mau jajan gak jadi nya?" tanya Seulgi.
Krystal menoleh pada Seulgi, "Iya deh, daripada gue laper pas pelajaran MTK nanti. Abis gue dimarahin karena gak konsen."
"Ya udah deh, lo aja yang jajan. Gue udah gak niat lagi buat jajan pas liat gerombolannya kek gini. Mana gak selesai-selesai lagi yang mereka jajanin."
"Sip dah. Lo tunggu disini ya, gue mau ke tempat langganan."
Krystal pun meninggalkan Seulgi yang saat ini beralih untuk duduk di salah satu tempat yang disediakan di kantin.
Seulgi yang sendirian karena Krystal yang gak nongol-nongol ditambah Wendy yang tidak diketahui keberadaanya kek cewe yang ngomong di kerang ajaibnya spongebob, memainkan handphone-nya. Mengusir rasa bosan.
"Tapi, kakak harus layanin pelanggan itu dulu, dek."
"Ahhh, entar aja, kak. Aku mau beli kentang gorengnya dulu."
"Iya-iya, abis kakak ngelayanin pelanggan yang itu, kakak bakal ngelayanin pesenan adek, deh."
'Berisik banget 'sih!'
Seulgi rasanya tak tahan dengan suara-suara berisik yang ada di belakangnya. Ini kantin ato pasar?
"Eh, permisi. Mau pesen apa?"
Seulgi dengan wajah menahan amarah, mendongak ke atas. Menoleh ke arah sumber suara.
'Eh, anjir... ganteng banget... Ini orang ato BUKAN???'
Seulgi diam. Melongo. Memperhatikan cowok yang ada di depannya tanpa kedip. Bagaimana tidak? Cowok satu ini bener-bener ganteng abis. Matanya bulet, hidungnya mancung, senyumnya manis semanis permen kapas, telinganya kek telinga peri. Tinggi pula badannya.
'Gilaaa kok jadi panas, 'sihhh??'
"Jadi, mau pesen apa, dek?" tanya cowok itu dengan senyum khasnya.
•○•
Krystal yang tadi pergi ke bagian kantin yang jadi langganannya, hanya bisa nginjit-nginjit. Orang-orang yang di depannya bener-bener ngalangin Krystal buat ngeliat apakah makanan camilan favoritnya.
'Kue cubit ada nggak, ya?'
Krystal yang lelah karena dengan susah payah ia menginjit tetapi tetep aja gak keliatan cuman bisa pasrah. Krystal membuang napas panjang, lalu segera mencoba masuk ke dalam kumpulan cewe-cewe yang sibuk beli jajanan.
Dengan sedikit ngos-ngosan, akhirnya Krystal bisa nyampe tepat di depan meja yang ngejual makanan favoritnya.
'Lah, mereka kenapa?'
Tentu saja Krystal dibuat bertanya-tanya. Bagaimana tidak? Seorang cowo berkulit gelap dan hidung yang mancung ke dalam sedang berfoto ria dengan cewe-cewe genit.
Krystal yang bawaannya lagi laper trus juga kesel gara-gara tempat kantin langganannya rame cuman gara-gara pengen minta foto bareng, ga bisa sabar lagi.
"OI, MANG, NIAT JUALAN KAGAK SIH?!"
Semua pelanggan yang di sekitar itu, serentak diam dan menoleh pada Krystal yang sedang memasang wajah menyeramkan. Bahkan, lebih menyeramkan daripada ibu kos yang sedang menagih duit kos bulanan.
Cowo yang diketahui sebagai penjual makanan tersebut, nyengir. "Duh, sori ya dek. Ini nih, mereka semua ngajakin ka-"
"BANYAK BACOT, LO! GUE TANYA, ADA KUE CUBIT, GAK?!"
Tsadesstttt
Cowo tadi langsung bergegas mencari kue cubit yang ada di mejanya buat Krystal. Saat dia udah nemuin, dia nanya, "Mau berapa, dek?"
"Tiga," jawab Krystal singkat.
Cowo tadi segera buru-buru memasukkan tiga buah kue cubit ke dalam kantung plastik dan memberikannya pada Krystal yang masih berasap-asap.
"Nih, dek."
Krystal mengambil belanjaannya dan kemudian membayarnya.
Baru saja Krystal berbalik badan dan ingin pergi dari tempat, sebuah panggilan menghentikannya. "Dek."
"Hm?"
"Minta ID LINE..., boleh?"
Aaazzeekkk
Jika biasanya cewe-cewe langsung baper saat dimintain ID LINE oleh cowo populer, beda dengan Krystal. Krystal tak menanggapi pertanyaan cowo gajelas—menurut Krystal—tadi dan melanjutkan jalannya yang sempat tertunda tadi.
Tapi, Krystal masih bisa denger kalo dibelakangnya jadi bener-bener berisik. Mungkin, karena cowo item tadi minta ID LINE-nya Krystal secara spontan?
•○•
"Gak salah lagi. Orang tadi pasti peterpan soalnya telinganya mirip."-Seulgi.
"
Ini ceritanya, mau pesen makanan atau nggak?" -Chanyeol.
"Apaan sih? Udah item, pesek, sokab lagi. Untung aja masih bernapas." -Krystal.
"Cewe tadi cantik juga, yaa walaupun rada-rada dingin sama judes sih.." -Jongin.
Ga seru ya? Emang;( Leng gak pandai buat ginian. Tapi Leng bakal usaha yang terbaik kok:)
-Xiao Leng💕
KAMU SEDANG MEMBACA
Kakak Kantin - SeKaiYeol
FanfictionGak semua yang ngejaga kantin itu udah gak enak dipandang. 3 penjaga kantin ini ganteng bangetttt. #120 in Fanfiction [161212] [ot12] Bahasa tidak baku. Garing, typo, receh dan selebihnya mohon dimaafkan ⓒ02/09/16
