Chapter 7 - Ayo Kita Bertanding!

2.6K 298 11
                                        


'Now, Tomorrow, Forever....Just OUR LOVE !'

.

.

"Aku tidak sabar lagi...."

Music jazz mengalun lembut memenuhi ruangan di apartemen mewah tempat seorang namja bertubuh jangkung sedang berbaring setengah duduk di sofa seraya memejamkan mata. Sedikit senyum aneh tampak di bibirnya yang baru saja mengumankan kata-kata ambigu sedangkan tangannya memeluk sebuah bingkai foto dengan erat didadanya.

"Akan kubuat dia merasakan sakit yang sama, bahkan lebih..."desisnya dingin seraya menatap sedih pada bingkai foto yang selalu dibawanya kemana pun. Satu-satunya hal yang mengingatkannya jika dia tidak boleh diam dan takut. Akhirnya penantian itu berakhir dan sekarang dia bisa memulai semua rencananya!

.

.

MANSION JUNG

Dengan gelisah Kibum membaca beberapa laporan tentang keuangan salah satu rumah mode miliknya. Pikirannya terus saja tertuju pada apa yang tanpa sengaja didengarnya saat dia masuk ke kamar si kembar 2 hari yang lalu. Keresahan itu terus dipendam yeoja yang masih sangat cantik dan elegan diusia 40-an itu. Jung Kibum tidak mengucapkan satu kata pun pada sang suami yang sudah beberapa kali bertanya apa yang membuatnya gelisah dengan mata tajam yang menyelidik itu.

"Aku harus melakukan sesuatu....tapi apa? Ini tidak boleh terjadi!"guman Kibum seraya menutup dokumen terakhir yang baru diperiksanya karena suara-suara itu terus saja mengusik setiap serpihan ketenangan yang dikumpulkannya. "Anakku normal dan mereka tidak seperti itu!" Selama ini Kibum memang merasa curiga dengan kedekatan kedua putra kembarnya, namun dia selalu berusaha berpikiran positif jika Jaejoong dan Yunho hanyalah sepasang anak kembar yang sudah terlalu terbiasa bersama hingga bisa melakukan hal-hal yang terkadang sangat mengerikan.

Erangan frustasi lolos dari bibir Kibum saat tangannya memijit ringan pelipisnya yang terasa sakit karena semua masalah yang terus merundung tanpa akhir. "Sepertinya secangkir teh akan mengurangi sakit kepalaku!"putusnya seraya keluar dari kantor pribadinya untuk ke dapur.

Langkah Kibum terhenti saat melihat putra bungsunya sedang sibuk memotong sesuatu sambil mengumamkan sebuah lagu. Mata Kibum menyusuri sosok Jaejoong dengan sorot tajam namun penuh rasa sayang. Bibir itu berwarna merah alami, pipi sepucat pualam yang begitu halus, sepasang mata doe yang selalu berbinar, belum lagi rambut panjang yang tampak begitu pas membingkai wajah Jaejoong yang sungguh menawan.

"Seindah malaikat."gumam Kibum seraya mendesah kecil. Bahkan putra kesayangannya itu punya tubuh ramping yang sangat indah. Harus diakui, Jung Jaejoong bahkan lebih indah dari semua yeoja muda yang harus mengunakan make up tebal!

"Eomma, kenapa berdiri disitu? Kau membutuhkan sesuatu?"

Panggilan itu menghentikan dugaan-dugaan yang berkelebat dalam benak Jung Kibum tentang apa yang membuat kedua putranya melangkah sejauh itu. Yeoja itu bisa melihat sepasang mata doe itu menatapnya penuh kebingungan. "Teh. Eomma ingin minum secangkir teh mint!"sahut Kibum seraya mengembangkan senyumnya dan menghampir Jaejoong yang tertawa kecil dan bergumam jika dirinya aneh sambil membuatkan secangkir teh untuknya.

'Bahkan Jaejoong bisa membuat teh yang lebih enak dari buatanku!', sadar Kibum saat menyesap teh yang baru disodorkan Jaejoong padanya. "Apa yang kau buat, chagiya? Untuk saudaramu itu?"tanya Kibum memulai pembicaraan, dia sudah memutuskan mungkin akan lebih mudah jika bicara dengan Jaejoong dulu.

Tanpa mengalihkan matanya dari bawang bombay yang sedang diirisnya tipis, Jaejoong tertawa kecil dan bicara. "Sandwich tuna. Hyungie sedang berlatih dengan teman-temannya dan dia pasti akan kelaparan nanti. Eomma mau?"tawar Jaejoong menyodorkan sepiring sandwich yang baru dibuatnya pada Kibum yang terus menatapnya dengan sorot mata aneh.

TWINSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang