PART 4

126 4 7
                                        

     "Zah, bangun.. Bu Fitri udah dateng tuhh. kalo lu nggak bangun, ntar lu dihukum."

  Suara Melody membangunkanku dari tidur yang sangat sebentar. Karena, sekarang adalah jadwal dimana pelajaran yang paling aku benci. M.A.T.E.M.A.T.I.K.A . betapa mengerikannya jika guru paling kejam itu masuk kelas, sekali ngasih PR banyaknya minta ampun. Aku pun terbangun setelah mendengar suara Melody yang memberi peringatan. tak lama, bu Fitri pun memasuki kelas. Seketika kelas yang ramai menjadi hening.

     "Pagi anak-anak! hari ini ibu akan mengadakan ulangan harian Matematika!!" Tegas bu Fitri. Sekelas pun menjadi ricuh.

     "yaaahh,, bu.. kok ada ulangan sihh?? saya kan belum belajar.." rengek murid-murid yang tidak terima dengan adanya ulangan dadakan.

     "iya bu,, kita belum belajar sama sekali" kata yang lainnya.

     "Sudah diam!!! Siapa yang suruh kalian tidak belajar!! jika membantah ibu akan memberikan soal tambahan untuk kalian!!" sahut bu Fitri seraya menggebrak meja

     Murid-murid kembali diam, tanpa ada yang berani bersuara. Ketua kelas pun membagikan kertas ulangan harian tersebut. Dengan malas aku mengeluarkan tempat pensil dari dalam tas.  'Huftt.. gue kan juga belum belajar sama sekali, mana bisa gue ngerjain nihh soal. Orang setiap diterangin aja gue tinggal tidur. Melody bisa nggak ya? tanya ah.' gumamkuAku menoleh menatap gadis disebelahku yang sedang asyik mengerjakan soal ulangan itu. Dengan ini, sudah pasti dia bisa mengerjakannya. 

   "Mel.." panggil ku dengan menyenggol sikunya. Melody pun lantas menoleh kearah ku lantas memberi isyarat wajah 'ada apa?' aku yang ingin meminta bantuan pun tersenyum lebar dan seraya menunjukan soal yang tidak aku mengerti. Melody pun menggeser kertas ulanganku, sambil mengangguk kan kepela dia menjelaskan.

  "ohh ini mah gampang. lu tinggal kelompokin variabel nya terus jumlah aja. Yaelahh Zah masa' lu nggak bisa pelajaran SMP bab Aljabar sih?." kata Melody kesal. Aku hanya menunjukan cengiran tanpa dosa.

    Bel istirahat pun berbunyi dan bu Fitri mengakhiri jam pelajaran. "Sampai bertemu di lain waktu anak-anak!" katanya seraya meninggal kan kelas. Murid-murid pun langsung berhambur keluar kelas untuk ke kantin.

  "Zah? ke kantin atau seperti biasa?" tanya Melody. 
  "Disini aja Mel.. gue males keluar." kata gue dibalas anggukan oleh Melody.
 

ArrhenphobiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang