3-I'm not okay

1.2K 86 2
                                    

Adela Venuss' P.O.V

Dari semalam semenjak pulangnya keluarga Irham gue nggak keluar dari kamar , gue nggak mau ada perjodohan apalah segala macem gue pengen bebas pilih siapapun yang gue suka tapi tentunya bukan si Ari itu dan bukan dengan cara seperti ini

mereka kekanak kanakkan , pikirannya sempit , mereka nggak bisa ngertiin posisi gue , gue udah pasti nggak terima .

tiba tiba seseorang mengetuk pintu kamar gue

"Adela , jangan kayak anak kecil , jam 2 siang nanti Ari jemput , kamu udah harus siap siap"kata mama dari luar kamar

"makan,nak, jangan ngurung diri terus"kata mama yang membuat airmata gue mengalir semakin menjadi

gue nggak bisa memaksa mereka dan gue nggak terima mereka memaksa gue tentunya gue keberatan dengan semua keputusan mereka yang konyol kaya gini

gue masuk ke dalam wc , membuka air yang gue biarkan tetap terbuka agar bath tub ini tergenang dengan air hangat segar ini dan juga scent vanilla yang dikeluarkan oleh bath bomb ini

gue ngga lagi laper entahlah kenapa niat untuk makan aja ngga ada malahan dari semalam gue stress sampe berasa mual

gue berendam sekitar 30 menit dan membersihkan diri gue lagi ,siap siap dan kembali berbaring dikamar , gue bahkan belum kenal Ari .

gue menatap langit langit kamar dengan tatapan kosong dan angin dari AC yang gue hidupin dari semalem yang bikin gue makin betah di kamar ini tapi sama aja gue tetep patah hati sama semuanya

gue nggak mau berada diposisi seperti ini , setelah gue tidur sekitar 1 setengah jam seseorang mengetuk pintu kamar gue , membuat gue terbangun dan keluar kamar

okay this is the time .

gue keluar kamar menatap mama yang sedang tersenyum kepada gue dan gue menghiraukannya lalu turun ke lantai pertama untuk menemui lelaki itu

gue menatapnya begitupun dia , dia tampak mengeraskan rahangnya , gue diam begitupun dia

"okay , kami pergi sekarang ya , sampai jumpa"kata Ari dengan suaranya yang berat

gue dan Ari berjalan ke mobil sportnya yang hanya tersedia dua tempat duduk saja .

gue dan Ari hanya diam di dalam mobil , gue masih aja sedih but ini yang harus gue jalani bagaimanapun gue harus membuat semua ini terasa baik baik aja

***
Galau berat w
Huh
Gudnait
-A

Faker // Ari IrhamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang