part 1 - MOS

215 32 9
                                    

Matahari pagi menelusup masuk melalui celah jendela kamarnya yang berukuran 5x5 meter bernuansa dinding berwarna pink blossom.

Seorang gadis masih terlelap dalam tidurnya dibawah selimut yang membalut tubuhnya. Disusul dengan jam weker yang sedari tadi berdering di atas nakas. Dengan cepat gadis itu melempar jam tersebut tanpa menghiraukan waktu yg terus berlalu. Lalu seseorang pria dengan tubuh bidang dan berdiri dengan tegak, datang memasuki kamar gadis itu.

Satu

Dua

Tiga

Krekkk

" Syabiiilllllll !!!!!! " Teriak Varo dari ambang pintu . Alvaro Maxwell Kakak laki-laki syabil.

" mmm apaan sih bang lo ganggu orang tidur aja " sahut Syabil dengan nada pelan tetapi masih dapat didengar kakaknya.

Lalu ia melanjutkan tidurnya lagi .

" Dek bangun!! Lo tau gak sekarang hari pertama lo di sekolah baru " ucap Varo yang mulai mendekat . Tetapi tak dihiraukan oleh adiknya itu .

" Lo ngelindur kali bang, sekarang itu masih hari Minggu " sahut Syabil dengan mata sayup.

" Minggu pala lo peyang . Hari ini Hari Senin Syabil sayangg " jelas Varo dengan nada kesal.


Adiknya yang satu ini memang menyebalkan perihal bangun tidur . Tapi varo sangat menyayanginya.

Alvaro maxwell , anak sulung di keluarga maxwell yang mengambil alih perusahaan milik papanya setelah kejadian 1tahun silam yang menyebabkan papanya meninggal.
Varo memiliki 2 adik yang sangat cantik. Arabella Asyabil Maxwell dan Raquella Etha Maxwell , tetapi mereka memiliki sifat yang sangat berbeda satu sama lainnya.

" Jangan bercanda deh bang gak lucu tau gak " jawab syabil ketus.

" Coba deh liat jam berapa sekarang ? " perintah Varo.

Tangan syabil pun meraba-raba mencari jam weker diatas nakasnya. Tapi sayangnya barang yang dimaksud syabil tidak ditemukan. Alhasil diapun melirik jam dinding yang menggantung disudut kamarnya.

Betapa terkejutnya syabil melihat jam yang sudah menunjukan pukul 06.45 . Matanya membulat dengan sempurna. Syabil pun menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya dengan langkah cepat ia berlari menuju kamar mandi miliknya.

Varo yang melihat tingkah adiknya itu hanya menggelengkan kepala sembari bergumam " Rasain lo, punya adek kok tukang ngebo " .
Syabil yang mendengar hal itu hanya mengabaikannya.

" Buruan ya dek yang lain udah nunggu di meja makan " pesan Varo lalu meninggalkan kamar syabil menuju meja makan untuk menunggu bersama.

15 menit berlalu tak butuh waktu lama untuk syabil bersiap-siap , lalu turun menuju meja makan dimana keluarganya sudah berkumpul menunggunya untuk sarapan

" Sarapan dulu apa langsung berangkat sayang ? " kata fanda , bunda syabil.

" Gak usah bun, syabil langsung berangkat aja udah telat keburu taxi nya gak ada. Assalamualaikum bun" jawab syabil sambil pamit dan menyalami bundanya.

" Ih kak cabil , udah ditunggu dalitadi taunya gak ikut calapan baleng . Tau ahh E ngambek " sahut Etha adik syabil yang masih duduk di TK.

E adalah pangggilan kesayangan untuk Raquella Etha Maxwell dari keluarganya.

Syabil P.O.V

T E A T S  (slow up)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang