Unlucky 2

771 86 3
                                    

Bagian satu.

.

.

.

Jaejoong sempat meronta tapi pria itu menodongkan pistolnya lebih dekat dengan leher Jaejoong.

Tentu saja gadis itu semakin panik.

"Diamlah. Aku tidak ingin melukaimu." Kembali mengecup bahu Jaejoong, pria itu kemudian membawanya menuju pintu dan mengintip sesaat.

Sudah banyak staf yang berkumpul di ujung lorong dan Jaejoong meronta makin hebat saat melihat orang-orang itu.

Ia ingin berteriak meminta tolong tapi karena di bekap kuat oleh tangan pria sialan ini, ia tak mampu mengeluarkan suara yang bisa disadari orang-orang itu.

Jaejoong tak berhenti meronta saat pintu ditutup dan pria itu berdecak kesal.

Dibawanya tubuh Jaejoong berbalik dan didorongnya sampai gadis itu terpojok di dinding.

Jaejoong kaget saat tiba-tiba pria asing itu mencium bibirnya dengan kasar. Ia makin menyesal karena saat hendak berteriak, pria asing itu justru memanfaatkan ruang itu untuk melesakkan lidahnya.

Jaejoong gemetar. Ini adalah first kiss-nya. Dan first kiss-nya adalah sebuah ciuman ganas yang tak terkendali.

Setelah merasa Jaejoong tak akan lagi melawan, pria itu melepas tautan bibir mereka.

"Manis. Berteriaklah lagi, dan aku akan melakukan lebih dari itu." Gertak pria asing itu.

Jaejoong tak mampu berkata.

Matanya berkaca-kaca karena takut sekaligus marah. Ia tak tahu apa yang harus dilakukan selain menuruti pria sialan yang sudah mengganggu waktu berharganya dan mencuri ciumannya itu!

"Kuberi waktu tiga menit. Pakai bajumu sebelum aku melakukan apa-apa pada tubuhmu itu. Dan ingat, jangan coba-coba melawan." sebuah seringai terpatri jelas di wajah pria itu, membuat Jaejoong merinding.

Tapi ia bersyukur karena setidaknya ia bisa menutupi tubuhnya terlebih dulu.

.

.

.

Saat Jaejoong keluar dari kamar mandi, ia terkejut melihat pria asing itu mengacak-acak barangnya sambil tetap menodongkan pistol ke arahnya.

"Sudah selesai? Hm. Lebih cepat dari dugaanku." ucapnya tanpa menatap Jaejoong.

Jaejoong sendiri tak menjawab, hanya melempar tatapan benci pada pria itu.

"Tolong berhenti menodongkan pistol itu padaku." lawan Jaejoong.

Pria itu menoleh padanya.

"Apa kau sedang memerintahku?" ia tertawa kecil.

Jaejoong pun mendengus kesal. Sial. Kesialan macam apa sebenarnya ini?

"Oh ya. Ini apa? Tohoshinki?"

"Jangan sentuh! Itu harta berhargaku! Lagipula makhluk darimana kau sampai tidak tahu Tohoshinki?" Jaejoong mulai berani bersuara karena merasa pria ini semakin menyebalkan.

"Siapa mereka sampai aku harus mengenalnya?" Pria itu melempar asal Lightstick berwarna merah tadi ke atas kasur.

Jaejoong membuka mulutnya hendak memaki pria itu kalau saja ia tak segera ditodong lagi.

Dan rasanya semakin mencekam saat pria itu kembali mendekatinya. Berjalan pelan mengelilinginya dengan senyum aneh.

"Ternyata lebih bagus kalau kau tidak memakai apa-apa. Aku suka tubuhmu."

(Un)Lucky DayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang