Joong Ki berdiri di atap gedung dengan pandangan dingin memandang langit malam yang cerah penuh bintang. Misi kali ini tidak sesulit yang ia perkirakan. Mereka ditugaskan hanya untuk mengawal perdana menteri yang melakukan pertemuan dengan salah satu pengusaha asing yang mereka curigai komplotan dengan mafia dan pengedar narkoba.
Lamunan joong-ki dikejutkan dengan getaran ponsel dari saku celananya.
Mata tajam joong-ki memindai kata yang tertera pada layar tipis ponsel mahalnya, " appa "
Joong Ki menggerutu melihat nama orang yang menghubunginya.
" sial untuk apa orang tua ini menelponku"
" yeobseo, nde Appa"
Jongki berusaha menormalkan suaranya ia tidak ingin ayahnya mengetahui bahwa ia sedang merasa jengkel kepada ayahnya.
" Joong Ki yaa, Bagaimana perkembangan situasinya apa semua baik-baik saja?"
Mendengar pertanyaan ayahnya sekali lagi joong-ki mengedarkan pandangannya mengawasi daerah sekitar gedung tempat ia berdiri.
" semuanya aman terkendali Appa"
Terdebar tarikan nafas lega diseberang sana
Aku mengandalkan mu joong ki-yaa, oh ya tunjukan pada klien kita kali ini bahwa kau layak untuk menjadi menantunya."
"Yaak Appa sudah berulang kali aku katakan aku tidak ingin bertu-"
Tuut tuut
Ayahnya memang merupakan perusak mood yang handal. Padahal baru saja joong ki melamun memikirkan shin hye nya, ahh memikirkan shin hye membuat joong ki tersenyum tulus, gadis itu satu satunya gadis yang mampu membuatnya keluar dari trauma masa lalu nya. Ya, joong ki memang memiliki trauma masa lalu..trauma terhadap wanita tentunya.
Flashback on
Langit sore seoul menjadi pengiring dua insan anak adam dan hawa yang dengan senyum kebahagiaan terlukis indah diwajah tampan dan cantik itu. Mereka adalah joong ki dan suzi. Hari ini merupakan perayaan aniversary mereka yang kedua tahun dan mereka telah sepakat menjadikan hari ini sebagai privat day bagi mereka.
"Oppa, setelah ini aku ingin menginap diapartemen mu apakah boleh?"
Panggilan oppa yang diberikan suzi pada joong ki bukan karena perbedaan usia mereka, mereka seumuran hanya saja suzi menganggap joong ki sebagai sosok pelindung baginya sehingga suzi memanggilnya 'oppa', dan joong ki tidak keberatan dengan hal itu.
Mendengar pertanyaan suzi membuat joong ki menyeringai, sudah bisa dibayangkan apa yang akan mereka lakukan jika suzi menginap diapartemennya malam ini.
"Apa kau yakin suzi-yaa, kau tau bukan aku sulit mengendalikan diri jika disamping mu?"
Wajah suzi memerah mendengar godaan joong ki.
"Eoh, tentu saja oppa, aku memang ingin menghabiskan malam ini bersama mu"
Mendengar jawaban suzi, membuat celana joong ki perlahan lahan menjadi sesak.
Yaa bukan hal lumrah jika hubungan joong ki dan suzi telah sampai sejauh itu, mengingat kebersamaan mereka selama dua tahun ini.
Tanpa membuang-buang waktu lagi joongki menggenggam tangan suzi dan menarik lembut tangan wanitanya menuju gedung bertingkat yang menjadi tempat tinggal joongki.
....
Sinar matahari belum juga menampakan kekuasaannya. Terbukti dengan keadaan sang bulan yang masih betah menunjukan cahaya keperakan dilangit seoul.
"Uhh"
Joongki terbangun dikarenakan tenggorokannya kering, dan ia butuh air secepatnya.
Melirik sesosok wanita yang semalam menghangatkan ranjangnya membuat joong ki tersenyun. Buru-buru ia merapikan selimut yang merosot memamerkan punggung putih suzi yang dihiasi kiss mark hasil karya joong ki semalam, kemudian mengecup lembut dahi suzi yang sedikit berkeringat.
KAMU SEDANG MEMBACA
prince from hell
Romanceshin hye kenapa kau begitu misterius? kau bagaikan bunga beracun begitu sulit diraih. joong ki aku begitu menginginkan mu namun semua terasa begitu sulit untuk dikatakan. kau akan menjadi miliki seorang perjalanan cinta yang penuh tantangan.seorang...
