problem

747 68 12
                                        

Shin hye berdiri didepan pintu kamar nya dan joongki. Mengamati setiap pergerakan dari kekasih tampannya itu.
Matanya tidak melepas pandangan nya dari joongki, didepannya pria itu tampak sedang sibuk mempersiapkan peralatan dan keperluannya selama akan menjalankan misi malam ini.

Ya misi

Semenjak pengakuan terbesarnya yang ia lakukan pada shin hye, joongki menjadi semakin terbuka pada gadis nya itu. Setiap kegiatan bahkan misi yang akan ia lakukan tentu saja akan ia beritahu pada shin hye.
Kerap kali joongki akan mendapati reaksi berlebihan dari shin hye yang terlalu mengkhawatirkan dirinya, tapi tentu saja shin hye tidak memiliki pilihan lain selain melepaskan kepergian kekasihnya itu.

Joongki mengenakan hodie hitam miliknya membungkus tubuh kekarnya yang telah terbalut rompi anti peluru yang selalu menjadi temannya saat akan menjalankan misi.
Setelah dirasa semua persiapannya telah matang, joongki memanggul ransel berwarna senada dengan hodie nya kemudian berjalan mendekati shin hye yang masih berdiri didepan pintu kamar mereka.

Cup

" aku berangkat, jaga dirimu ne, jangan bukakan pintu bagi orang asing. Jika ada sesuatu segera telepon aku arra?"

Sebuah kecupan ringan dipermukaan bibirnya menjadi salam perpisahan joongki, shin hye hanya menatap sendu kemudian mengangguk patuh terhadap setiap perintah yang diucapkan joongki.

" oppa, cepat pulang aku menunggu mu"

Joongki tersenyum hangat mendengar permintaan shin hye. Pelukan hangat ia berikan pada shin hye memcoba membantu menghilangkan kegundahan hati kekasih cantiknya itu meski joongki sendiri yakin percuma, karena shin hye akan tetap merasa khawatir sampai dengan matanya sendiri ia menyaksikan joongki kembali keapartemen mereka dengan selamat.

" aku pergi, annyeong shin. Sarangahe"

Shin hye tersenyum kecut melihat punggung joongki yang telah menghilang dibalik pintu kokoh apartemen mereka. Matanya melirik jam raksasa yang berdiri kokoh disamping TV ruang tamu apartemen mewah itu.

' haahh masih pukul 10.00'

Kaki jenjangnya melangkah menuju dapur kemudian mendekati wastafel dan mulai membersihkan sisa makan malam joongki dan dirinya beberapa saat lalu.
Tangannya bergerak terlatih membilas satu persatu piring yang telah disabuni kemudian menatanya dengan rapi pada rak kecil disamping wastafel.
Berulang kali helaan nafas kasar keluar dari mulutnya wajahnya tampak mengkerut seolah fokus dengan pekerjaan yang sedang ia lakukan namun sebenarnya shin hye sedang terperangkap didalam pikiran nya sendiri. Hatinya tidak tenang, mengingat joongki yang sedang menantang bahaya dan maut diluar sana, tapi bukan hanya itu, belakangan ini ada satu nama yang selalu menghantui hari-harinya.

Suzy

Tentu saja diluar pengakuan joongki waktu itu masih banyak hal yang menjadi sumber rasa penasaran shin hye. Tentang hubungan joongki dan suzy dulu, penyebab perpisahan mereka dan perasaan joongki yang sesungguhnya sekarang.

Bukan, bukan karena shin hye tidak mempercayai joongki. Tidak akan ada yang bisa mengukur besarnya kepercayaan yang shin hye berikan pada joongki. Bahkan shin hye lebih mempercayai joongki dibanding dirinya sendiri. Hanya saja shin hye terlalu takut. Shin hye takut suzy akan kembali memasuki hati joongki. Intinya shin hye terlalu takut kehilangan joongki.
Katakan ia gila karena telah memberikan cinta begitu besar pada pria yang bahkan belum genap 3 bulan mengencaninya.

Masih dengan lamunan yang bergelayut dipikirannya, shin hye memutuskan untuk pergi kekamar berbaring nyaman diatas kasur besar miliknya dengan tv yang menyala dan sebuah buku tebal dipangkuan nya. Mencoba mengusir kebosanan dengan membaca buku. Tidak terasa kegiatan nya memakan waktu dua jam. Sekarang sudah pukul 24.20. Sudah tengah malam dan rasa kantuk belum juga menghampiri nya. Mata shin hye melirik smartphone silver miliknya yang tergeletak disisinya. Sama seperti malam-malam sebelumnya, ada keinginan mendesak dalam dirinya yang ingin menghubungi joongki namun selalu berusaha shin hye tepis karena tidak ingin mengganggu joongki.

prince from hellTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang