Hari berganti minggu, rubah memberanikan diri menemui sang manusia, karena dari kemarin rubah hanya memandangi sang manusia dari jauh.
Namun atas nasihat beruang akhirnya rubah berani. Sampai di tempat tinggal manusia, rubah mencari cari sang manusia, hasilnya nihil. Sang manusia telah pergi, rubah tidak bisa menemukannya.
Kemudian rubah berlari kedalam hutan dengan menangis tersedu sedu, tanpa melihat jalan rubah terus berlari. Tiba tiba hujan pun turun, rubah tidak perduli dengan deras nya hujan, hingga terpeleset dan matanya tertusuk ranting pohon, rubah menjerit kesakitan dan hujan pun meredam suara rubah hingga tidak ada yang mendengar jeritan si rubah.
Hujan membasahi tubuhnya dan membersihkan noda darah di matanya.
Keesokan paginya rubah terbangun namun rubah tidak bisa melihat apapun. Kenyataan terbesar bahwa rubah buta. Rubah pun menangis hingga ada yang mendekatinya dan berkata"wahai nona cantik, mengapa kau menangis?" tanya pemuda tersebut.
Rubah sangat mengenal suara itu dan yakin bahwa itu adalah pemuda yang telah menyelamatkannya di lubang hutan. Tanpa menjawab pertanyan pemuda itu, rubah terus menangis, bukan karena sakit dimatanya namun karna kenyataan bahwa rubah tidak bisa melihat sang manusia. Sang manusia bingung dan akhirnya membawa nona cantik (rubah) itu ke sebuah pondok kecil tempat tinggal barunya. Manusia mencoba bertanya kepada rubah namun rubah tetap diam, rubah malu dengan keadaannya yang buta, namun manusia mencoba mengerti dan merawat rubah.
Beberapa hari rubah bersama sang manusia, rasa cinta nya menjadi sangat besar meskipun rubah tidak bisa melihat sang manusia. Rubah pergi kehutan dan mencari beruang, untung saja rubah masih bisa berjalan dengan keadaanya yang tidak bisa melihat. Belum sampai rubah bertemu dengan beruang, rubah mendengar suara kakek tua" hei rubah, kenapa kau berjalan begitu? Apa kau buta? " tanya sang
kakek tua. Rubah menceritakan semua kejadian yang dia alami.
"Kau sangat tidak sabaran rubah, tapi aku bisa membantumu" jawab sang kakek tua setelah mendengar cerita rubah.
"Benarkah? Kau bisa membuat aku melihat lagi?" tanya rubah sedikit ada harapan.
"Tentu saja aku bisa!! Tapi kau harus melakukan satu hal lagi" jawab sang kakek
" aku akan melakukan apapun itu. Tapi tolong buat aku bisa melihat lagi."
"Kau harus mengambil mata beruang sebagai ganti untuk matamu"
setelah mengatakan itu sang kakek tua pergi meninggalkan rubah.
Sejak saat itu rubah terus memikirkan perkataan sang kakek tua. Rasa cintanya begitu besar kepada sang manusia,namun dia juga tidak ingin membuat beruang lebih menderita. Rubah kembali ketempat manusia dan berkata
"Kau sudah banyak membantuku, kau orang yang sangat baik"
" aku membantumu karena kita sesama manusia, siapapun juga akan menolong mu,nona" jawab sang manusia
"Apa kau menyayangiku?" tanya rubah
"Tentu saja aku menyayangimu" balas manusia.
Namun rubah salah mengartikan kata sayang sang manusia,dia mengira bahwa sang manusia mencintainya seperti dia mencintai sang manusia.

KAMU SEDANG MEMBACA
"Rubah" (Harapan Dalam Sepi)
ContoBanyak hal yang datang kemudian pergi begitu saja , untuk satu alasan sebuah perpisahan mengakhiri pertemuan. Seseorang mungkin tidak bisa merubah orang lain namun seseorang bisa menjadi suatu alasan orang lain berubah. Entah itu baik atau buruk cin...