Siapkan kantong kresek.
Gue cuma diem di perjalanan sambil mandang Mark dengan tatapan heran.
Gue sibuk berkutat dengan pikiran gue sendiri.
Ini Mark kesambet apa ya?
Tapi kok, kalo dipikir-pikir kayaknya gue yang kesambet?
"Why you look at me like that?" tanya Mark tanpa ngilangin fokusnya dari jalanan.
"Uh- oh nothing," elak gue ngalihin pandangan dari Mark.
Gue ngotak-ngatik hp, sok-sok-an balesin chat padahal isinya official account line semua.
"Gue ganteng?" godanya sambil nyengir, sedangkan gue langsung mengernyit.
Allahu akbar...
Semenjak gue keceplosan bilang ganteng, tingkat kepercayadiriannya semakin melambung jauh terbang tinggi.
Gue refleks cursing, "Ah as--"
"Sshh..." Mark naro telunjuknya di bibirnya.
Terus dia nunjuk-nunjuk gue. "Aku tau arti asu apa, don't you dare saying harsh word like that,"
Gue mengerucutkan bibir, "Siapa elo ngatur-ngatur gue?"
Mark cuma natap gue nggak percaya, "Ah, seriously?"
"What?"
"After all this time?"
"What?"
"..." Dia nggak jawab lagi, ngambek.
Gue ketawa.
Padahal sebenernya gue berharap lo bilang lo pacar gue atau apa kek Mark :(
"Tapi..... Mark lo nggak lagi keracunan sushi kan?"
"Why would I?" tanya Mark heran.
"Yaa... siapa tahu," kata gue, "Tapi serius deh, tadi enggak salah makan kan?"
"Enggaaak sabrinaaaa," katanya lagi meyakinkan gue kalo dia tuh enggak kenapa-napa.
Gue mengacak rambut frustasi, "Terus kenapa lo bersikap manis gini ke gueee? Ditembaknya kapaaan???"
"Hah?" pekik Mark kaget. Matanya yang sipit jadi membulat. Alisnya yang setengah itu jadi terangkat.
Gue juga mendadak diem—dengan posisi tangan gue masih narik rambut ikutan cengo, "Hah?"
Gue sama Mark liat-liatan tanpa bilang apa-apa.
KAMU SEDANG MEMBACA
English 1st
Fanfiction[some chapt are privated due to personal issues, u can unfollow me after part 14] ya bayangin aja sih, kursus inggris isinya fluent english semua lah
