Lips

1.4K 213 24
                                    

Jihoon menggigit bibir bawahnya, menatap cermin dan menyadari bibir bagian atasnya terlihat bengkak dan terluka. "Kenapa bibirku menjadi seperti ini?" Jihoon mengelus bibirnya yang bengkak, seingatnya ia tidak melakukan apapun yang mungkin bisa membuat bibirnya bengkak.


"Wae Jihoonie?" Suara Jeonghan mengalihkan perhatian Jihoon, dan ketika ia berbalik menghadap Jeonghan, laki-laki yang merupakan hyung kesayangannya itu melotot tajam. "Ada apa dengan bibirmu Jihoon? Kita sedang masa comeback dan kau membiarkan bibirmu bengkak? Jangan katakan kau...."


"Hyung... hyung..." Belum selesai Jeonghan berucap, Jihoon memotong ucapan Jeonghan, matanya yang sipit memandang Jeonghan dengan tajam. "Hyung kau kira aku apa sampai membiarkan bibirku bengkak? Aku bahkan tidak tahu kalau bibirku akan bengkak."


Jeonghan mengangguk pelan, laki-laki itu mengelus dagu sembari memicingkan matanya. "Atau kau dicium Soonyoung?" gumamnya pelan, tetapi meski begitu Jihoon tetap mendengar gumaman Jeonghan itu.


"Jangan bercanda hyung, mana mungkin." Jihoon terkekeh kecil dan akhirnya mengambil pelembab bibir yang ada di atas meja, mengoles gel rasa strawberry itu pada bibirnya guna menyamarkan bekas luka yang ada. "Kau tahu kan hyung, jika Soonyoung mulai macam-macam aku akan mengigit telinganya yang isi piercing sialan itu."


"Ah, karena kau menolak dicium Soonyoung, makanya Soonyoung menciummu diam-diam saat kau tidur, dan membuat bibirmu bengkak dan terluka." Jeonghan mengangguk-angguk kecil dan menepuk bahu Jihoon dengan lembut, mengabaikan wajah Jihoon yang memerah karena malu.


Kalau tidak ingat Jeonghan adalah hyung tersayangnya, mungkin Jihoon sudah menendang Jeonghan dan memukul Jeonghan seperti yang biasa ia lakukan pada Seungcheol. Sayangnya ia tidak tega pada hyung tersayangnya itu.


"Hyung..."


"Ah, Soonyoung, jangan bersembunyi di belakang pintu dan menguping, aku tahu kau mendengarku Soonyoung-ah..." sahut Jeonghan seraya menendang pintu di belakangnya dengan pelan membuat Soonyoung yang memang bersembunyi dan mengintip percakapan dua orang itu menggaruk tengkuknya dengan canggung.


"Hehehehehe....." balasnya dengan senyum lebar yang membuat mata sipitnya semakin sipit.


Jihoon menatap Soonyoung dengan mata yang mendelik. Mulutnya tanpa suara menyuarakan kenapa Soonyoung ada di belakang pintu dan menguping percakapan mereka yang hanya di balas Soonyoung dengan senyum lebarnya.


"Nah, Soonyoung, jelaskan kenapa kau kemarin malam mencium Jihoon dan menggigit bibir Jihoon sampai bibir bocah itu berdarah dan bengkak ya, bye...."


Jihoon mendelik, jadi ciuman yang kemarin malam ia rasakan adalah ciuman sungguhan, dan bagaimana mungkin Jihoon tidak menyadarinya? Oh, Kwon Soonyoung ini sepertinya perlu pelajaran.


"Jadi Kwon?" Jihoon menatap Soonyoung dengan tangan yang bersidekap di depan dada. Matanya menatap dengan tajam dan jika di karakter kartun di kepala Jihoon muncul dua tanduk iblis yang membuat Soonyoung hanya mengkerut takut.


"Mianhae, a-aku....." Belum selesai Soonyoung melengkapi kalimat permintaan maafnya, benda basah yang lembut dan terasa seperti buah strawberry yang manis menempel di bibirnya. Soonyoung melolot tapi untuk kemudian ia ikut menikmati bibir mungil yang menempel di bibirnya. Memberikan lumatan kecil dan membujuk bibir itu untuk menerimanya.


Beberapa detik, ketika merasakan nafas masing-masing yang mulai menipis, ciuman itu terlepas dengan pemandangan yang menurut Soonyoung sangat manis. Wajah memerah Jihoon yang tampak lucu. Jihoon menatap Soonyoung dan menenggelamkan dirinya dalam pelukan Soonyoung.


"Jika kau ingin ciuman, kau bisa memintanya Soonyoung-ah..." gumam Jihoon pelan. Ia membentuk bulatan-bulatan acak di dada bidang Soonyoung. "Tapi, jangan lakukan hal itu di depan member lain seperti kemarin karena aku sangat malu..."


Soonyoung terkekeh pelan lalu membawa wajah Jihoon dalam jarak pandangnya yang begitu dekat. Bibirnya mengecup bibir Jihoon dengan singkat sebelum mengelus pipi gembil Jihoon. "Yes my lord, I love you..."


"Love you too, baka..."

.
.
.
.
.
.
.

bysugar

garing ya? iya emang😭

Love HateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang