CH. 1 - BULAN MADU

44.1K 1.6K 28
                                    

Perlahan – lahan Zahra membaringkan kopernya diatas tempat tidur yang sudah dihias dengan romantis untuk malam pertamanya – mengeluarkan semua perlengkapan, Zahra lantas menatanya rapi didalam lemari dan juga kamar mandi. Setelah resepsi yang melelahkan, mereka langsung terbang untuk berbulan madu – ke negara sakura. Kenapa dinegara sakura? Zahra juga tidak tahu, ia hanya berbicara seperlunya didalam pesawat. Tidak menanyakan apapun pada Adam. Pernikahan yang beberapa jam terlaksana sudah membuatnya risih dan kaku.

" Kamu sudah menata semua pakaianmu?"

Zahra memasukkan pakaian terakhir dan menutup pintu lemari, menoleh sedikit untuk melihat suaminya – Adam. " Sudah, baru saja selesai. Saya sudah menyisihkan ruangan yang cukup untuk pakaianmu.."

Adam mengangguk lantas berjalan mendekati Zahra dan duduk ditepi tempat tidur. " Kamu bisa mandi terlebih dahulu, saya mau memberesi pakaian dulu.."

Zahra mengangguk dan bergegas menghilang dibalik pintu kamar mandi.

*****

Adam melihat tingkah istrinya yang langsung melesat menghilang dibalik pintu kamar mandi. Istrinya pasti gugup, yah.. dirinya pun juga merasakan hal sama. Bahkan seumur hidupnya – hanya satu perempuan yang memenuhi hatinya... dan perempuan itu, sudah lama pergi..

Dengan cepat Adam memberesi isi kopernya, menata pakaiannya bersebelahan dengan pakaian Zahra, menyisakan peralatan mandi; sambil menunggu Zahra selesai mandi, Adam melangkah mendekati sofa lalu membuka laptopnya yang sudah ada diatas meja.

*****

Zahra keluar dari kamar mandi mengenakan jubah, lalu melangkah mendekati Adam, " Saya sudah selesai.." ucapnya lirih.

Adam menoleh lalu tersenyum singkat," Ya." ucapnya singkat sembari menutup layar laptopnya dan melangkah menuju meja nakas disamping tempat tidur - mengambil perlengkapan mandinya.

Zahra hanya bisa melihat tingkah suaminya yang kaku, bahkan pembicaraan mereka juga sangat kaku, ia menghela nafas panjang dan segera berganti pakaian.

*****

Setelah acara mandi, tidak ada yang mereka lakukan lagi, tidak ada pembicaraan dan pada akhirnya mereka tertidur karena kelelahan. Dipagi harinya, Zahra dan Adam sarapan pagi direstoran hotel.

" Hari ini kamu mau kemana?" tanya Adam memecah keheningan.

Zahra mengangkat kepala dan bingung harus menjawab apa, " Saya jarang sekali pergi keluar negeri, inginnya tentu saja jalan – jalan.." Zahra menggantung kalimatnya, ".. Tapi, kalau kamu sibuk tidak perlu jalan –jalan, kita hanya perlu dikamar saja.."

Adam terdiam mencerna jawaban panjang Zahra - lalu tersenyum. " Jadi - kamu ingin kita menghabiskan waktu berdua dikamar?"

Zahra mengangguk langsung, ia terlalu lapar sampai tidak merasa ada nada geli dalam ucapan Adam.

" Saya tidak yakin dengan itu.." Zahra menghentikan aktivitas makannya dan mengangkat kepala.

" Kenapa?"

" Saya orangnya gampang bosan.." Adam juga menghentikan aktivitas makannya lalu menatap langsung pada mata indah Zahra, " Jika kita hanya saling berdiam diri dikamar tanpa melakukan aktivitas apapun seperti semalam.."

Tanpa sadar - Zahra memiringkan kepalanya, keningnya berkerut dan berpikir. Sedangkan Adam mulai geli dengan ekspresi wajah yang ditunjukkan Zahra padanya, Apa istrinya benar –benar polos?

" Mungkin? Jika kita melakukan suatu aktivitas yang menyenangkan, Saya akan menerima tawaran kamu untuk tetap berada didalam kamar.." jelas Adam.

Kerutan dikening Zahra semakin dalam; Lama Zahra berpikir sambil mengamati perubahan wajah Adam yang nyatanya membuat dirinya bergetar.

" Zahra?" panggil Adam, " Kamu mendengarkan kata – kata saya, bukan?"

" Ya!" jawab Zahra cepat, " Kita bisa melalukan aktivitas.. tentu saja.." Zahra mengangguk – angguk tidak tahu apa yang dia katakan.

" Oke." Tanggap Adam menahan tawa, Ia akan menggoda istrinya. " Kamu ingin melakukan aktivitas apa didalam kamar."

" Saya membawa novel kesayangan saya, dan kamu bisa bermain dengan laptop.." Zahra tersenyum getir pada Adam. Itu malah membuat Adam gemas pada sang Istri. Istrinya tidak peka sama sekali.

" Baiklah.." Adam menelan ludah lalu meminum air putihnya, " Itu akan membosankan.. sama seperti kemarin malam.." Adam menatap mata Zahra langsung dan merasa kalau istrinya salah tingkah karena tatapannya itu, " Bagaimana kalau kita melakukan aktivitas yang biasa dilakukan pengantin baru didalam kamar saat bulan madu.."

" Apa?"

Adam bergerak gelisah, lalu mencondongkan tubuhnya kearah meja, melihat itu – Zahra mengikuti gerakan Adam.

" Bercinta.." bisik Adam.

Seketika itu wajah Zahra berubah memerah, itu membuat Adam bisa tersenyum lepas.

*****

SWEET MOMENTSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang