Sudah saatnya ku harus menepi
takkan lagi ku bentangkan layar ini melalui bentangan luasnya lautan
takkan ku kayuh pengayuh di tangan
hanya untuk meraih titik di mana aku tenggelam terabaikan
takkan lagi ku menyelami dalamnya samudera
biarkanlah aku kembali menginjakkan kaki
diantara dedaunan yang gugur menguning
ku ingin kembali berteduh di sela sela pepohonan
yang makin hari makin mengering
dan biarkanku berlari mengejar aroma harum bunga setaman
yang di terbangkan angin kemarin
Ku ingin terlelap di kedalaman mimpi
yang membuat tidur ini begitu nyenyak
merebahkan hati di pangkuan sang bidadari
mengistirahtkan rasa
hingga menemukan tempatnya yang abadi
saat ini, esok dan sampai nanti.
"Juan Al-Gibrani"

YOU ARE READING
AKSARA DI LANGIT JINGGA
PoetrySebuah kumpulan bahasa hati yang terangkai menjadi sebuah intuisi dalam puisi. baitnya sederhana karya dari seorang anak pinggiran sebuah desa.