CHAP : 5

46 2 0
                                        

[M. LUKI]

Demi segala siput dan kura-kura! Di mana gadis itu! Seharusnya ia sudah selesai mengerjakan tugasnnya. Tapi sekarang! Batang hidungnya saja tidak keliatan. Aku menekan nomornya dengan kuat di Hpku saking kesalnya.

"Megurine Luki."

Akhirnya! Baru saja nada sambung berbunyi ia sudah datang. "Kau sudah selesai? Zatsune-san?" Aku berbalik melihatnya.

Demi seluruh setan yang ada di dunia ini! Kenapa ia selalu datang dalam keadaan seperti sadako! "Kau sudah membunuhnya?" tanyaku to the point.

Zatsune mengangguk pelan sembari memberikan bukti foto padaku. Aku memandang foto itu. Mayat MIHAEL dan SHIKAI yang sudah tidak berbentuk lagi terukir dengan indah. Aku tertawa melihat foto mereka.

"HAHAHAHAH!" Tawaku senang. Siapa suruh mereka meng hack accountku dan menjual semua informasiku! Rasakan!

"Kenapa kau sangat ingin membunuhnya?"

Demi seluruh pengganggu kesenangan! Gadis ini buta apa!? Aku sedang senang-senang seperti ini malah diganggu! "Tentu aku sangat ingin membunuhnya!" Dengusku. "Karena ia menjual informasiku semua, aku jadi bangkrut total!" Zatsune memiringkan kepalanya kekiri – memandangku tak mengerti. Ah! Tak ada gunanya menjelaskan pada seorang yang kerjaannya hanya membunuh sepertinya.

Aku bertemu dengan Zatsune di internet ketika aku sedang stress akibat ulah 2 tuyul itu. Zatsune menawarkan padaku jasa apapun melalui Face Book. Jadi kami membuat perjanjian. Awalnya aku hanya bercanda dan mengatakan untuk membunuh SHIKAI dan MIHAEL. Waktuku ketahui kalau SHIKAI sudah dibunuh tentu saja aku sangat senang!

"Bayarannya"

Ah ya! Aku hampir lupa. "Baik-baik!" Ketusku. Walaupun ia telah membunuh 2 tuyul itu, aku tidak akan pernah memuji atau ingin bersamanya! Takut aku yang dibunuh nantinya. Hiii!

Aku mengeluarkan amplop yang berisi uang 100.000 Yen yang sebenarnya ku minta dari ibuku (Jangan beritau siapa-siapa!) memberikannya kepada Zatsune. Tangan putih Zatsune mengambil – membuka amplop itu melihat isinya. Ia mengangguk. "Aku juga mengambil mata kanannya."

Demi segala psyco! Ia juga mengambil matanya! "Terserah kau! Urusan mayat itu bukan urusanku!" Jawabku – menyembunyikan ketakutanku. Aku kembali melihat foto mayat SHIKAI dan MIHAEl. Isi perut mereka benar-benar keluar. Mata kanan mereka bolong, sedangkan kiri basah akibat air mata.

Kenapa aku membayangkan mereka dibunuh secara kejam begitu aku yang merinding ya... "Kenapa kau mencincang mereka?" tanyaku penasaran. Zatsune memasukan amplop uang ke dalam tasnnya. "Hobby." Jawabnya singkat.

Hobby! Ia bilang hobby! Demi para pembunuh bayaran! Kurasa ia pembunuh yang paling menyeramkan pernah ku temui. "Karna urusan sudah selesai, sebaiknya kau keluar! Dan jangan pernah datang kembali!" Usirku – berbalik ke meja kerjaku.

Tidak ada suara selama 5 detik.

"Apa kau tidak dengar, Aku juga mengambil mata kanan."

"Hah!?" Aku berbalik dan.... Zatsune sudah memegang parangnya. Ia tersenyum "Aku belum mengatakan kalau Bayaranmu sudah lunas semua! Jadi aku ambil lagi jatahku ya!" Senyumnya.

Oh tidak!

Callous Murder [ Vocaloid Fanfiction ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang