part 4

6 0 0
                                        

Kevin mulai membangunkan Shalsa
"Kak bangun kak"Kevin sambil memegang pundak Shalsa.

"Wahh ikannya lompat  tuuh", Teriak  Evan sehingga membuyarkan lamunan Shalsa yang sedang memikirkan kejadian 2 tahun kebelakang .

Shalsa tersenyum tipis setelah melihat Evan yang tadi  memakai celananya terbalik dan itu membuat Shalsa langsung teringat tentang kejadian masa lalu nya yang memalukan.

"Ah elu ,gue bilang tutupin embernya  " ucap Dion .
"Dikira gak bakalan terbang tuh ikan ,hehe"Evan nyengir.
"Baru dapet satu udah ngilang"Dion
"Yaudah cepetan tutup ,nanti kabur lagi tuh ikan"ucap Kevin yang sedari tadi  asik menunggu ikan yang nyangkut.
"Iye iye "Evan sambil beranjak dari tempat duduknya dan mencari alat untuk menutup embernya.
"Heyyyy tau gak ?" Teriak Tina dan Devi yang tiba-tiba datang dengan membawa kantong kresek hitam.
"Tau-Tau " jawab Dion sambil memasang umpan ikan
"Apa?" Tanya Tina
"Ada orang gila yang datang tiba-tiba"jawab Dion dengan santai
"Yeeeyy elu aja kali"Jawab Tina dan Devi,kemudian mereka duduk disebelah Shalsa.
"Kalian sih..datang-datang nanya gitu ,mana gue tau"jawab Dion
"Ada apa emang?"tanya Kevin
"Kecap nya gak ada,duit nya kurang,jadi cuma beli bumbu"jawab Tina
"Yahh ..pake duit lu aja"Dion
"Yehh ogahh,ada yang belum bayar yak?"Tina
"Woooyyy pake ini aja yak?"Teriak Evan yang berada dibelakang  agak jauh dari tempat kami duduk,  sambil mengacungkan daun talas.
  Semua langsung melirik Evan
"Oh iyaa si Evan"ucap Devi teringat.
" Vann ..lu belum bayar yak ?" Teriak Tina
"Hahh apa.?.. gak kedenger "Evan pura-pura tidak mendengar dan langsung berlari kecil mendekati mereka.
"Lu belum bayar van ?"tanya Devi
"Ehhh..kata siapa? ,udahhh ,tadi uangnya yang ijo"Evan
"Ah jangan pura-pura,tadi kan lo datangnya telat "Tina
"Bokek,hehe."Evan nyengir dan langsung menutup ember dengan daun.
"Yaudah nanti ngambil dirumah gue aja "ucap Kevin.

  Mereka duduk berjajar di pinggir danau dekat vila ,kemudian melanjutkan memancing ikan yang nyangkut sambil diselingi canda tawa.

"Wooyyy.. Wooyy..ikan nih ikan"Dion sambil menarik-narik pancingan .
"Mana? mana?"Tina kegirangan dan langsung beranjak mendekati Dion
"Susah nih...pasti ikan besar ini mah "Dion masih menarik-narik pancingan
"Ah paling-paling sendal jepit yang nyangkut kek di film-film yekan?"Evan mengejek
"Ah serah deh lu,gue bukan korban sinetro kali"Dion terus menarik-narik pancingan dan dengan cepat mencoba memutar Reelnya.
"Whooaaa beneran ikaann"Devi takjub dan langsung mendekati Evan.
"Wiiihhh lumayan besar"ucap Kevin yang sedari tadi masih asik  memegang pancingan menunggu ikan
Ternyata Dion  berhasil menarik ikan gurame seukuran 20 cm dan Dion langsung memasukan ikannya ke  ember.

"Whoa..whoaa gue juga dapet"Evan semangat sambil menarik pancingan dan diikuti memutar Reel
"Bwhaaahahaha"seketika mereka tertawa serentak melihat ikan yang di dapat Evan yang ternyata cuma anak ikan mas yang kecil.
"Makanya jangan suka ngeledek,jadi karma kan"ucap dion sedikit tertawa meledek
"Hehe"Evan nyengir dan menggaruk kepala yang sebenarnya tidak gatal.

 Mereka pun melanjutkan memancing  .Shalsa sedari tadi hanya duduk tersenyum melihat tingkah  mereka,seperti inilah Shalsa ,Sejak kejadian  1 tahun yang lalu, Shalsa menjadi orang yang pendiam,rasanya Shalsa bersyukur bisa dipertemukan dengan mereka.Evan yang otaknya agak lemot ,Dion yang humoris,Kevin yang kalem,Tina yang bawel ,dan Devi yang super kepo.Mereka itu selalu menemani hari-hari Shalsa dan selalu membuatnya bisa tersenyum .

Hari ini hari Sabtu ,yang tentunya nanti malam adalah hari minggu.Seperti biasa,setiap hari libur sekolah Mereka selalu berkumpul  untuk melepaskan penatnya tugas sekolah di Vila milik ayahnya Devi yang sudah mereka anggap sebagai Basecamp .Dan rencana kami malam ini adalah membakar ikan di dekat vila.
"Hey udah sore nih ,udahan yu!"Kevin sambil memutar Reel pancingan bersiap membereskan
"Bentar! dari tadi kok gue gak dapet-dapet"Evan cemberut
"Lo kek ka gak tau aja ,manusia aja nyangkut nya sama yang ganteng"Dion sambil ikut membereskan pancingannya.
"Hahaha"Shalsa,Tina,Devi serentak tertawa.
"Ahh dasar ikan sialan ,lo kan ikan, bukan manusia ,lagian gue juga kan ganteng"ketus Evan kesal
"Udah syukurin aja ,tadi kan udah dapet yang mini"Kevin tertawa geli.

Cinta Itu NyataTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang