Chapter 5

3.1K 241 3
                                        

"Lalu,kenapa kau minta alamatnya kalau kau tak suka padanya."tanya jimin pada seulgi

"Seharusnya aku tak boleh mengatakan ini pada siapapun tapi akan kuberitahu padamu."kata seulgi lalu menceritakan kepada jimin "Irene memintaku meminta alamat taehyung padamu."kata seulgi

"Irene??Kenapa dia membutuhkannya?"tanya jimin bingung

"Karena,ia harus mengajari taehyung tapi temanmu itu tak mau diajari jadi,dia berpikir akan lebih baik jika kerumahnya untuk belajar."jelas seulgi dengan rinci

"Kenapa kau tak katakan daritadi.Tapi,aku tak yakin taehyung akan menerimanya."kata jimin

"Jadi maksudmu dia bisa saja mengusir Irene? Hei, itu tidak mungkin terjadi."kata seulgi tak percaya

"Kau kira dia tak akan mengusirnya karena dia yeoja,maka kau salah besar aku sudah berteman dengannya sejak kecil,Kim taehyung yang kukenal akan melakukan apapun asal ia senang. "jelas jimin membuat seulgi berpikir sejenak

"Bagaimana mungkin ada laki laki yang begitu kejam!"kata seulgi setelah menimang nimang perkataan jimin

"Entahlah.Apa kau masih ingin tau alamatnya?"tanya jimin sambil menaikkan sebelah alisnya

"Tentu saja aku masih butuh itu."jawab seulgi

"Meski temanmu mungkin akan diusirnya?"tanya jimin sambil menakut nakutinya

"Itu urusan belakangan,sekarang berikan alamatnya padaku."kata seulgi

" Jln. Milky way no 110.Lalu,kapan akan kau beritahu temanmu itu?"tanya jimin penasaran akan apa yang selanjutnya dilakukan yeoja dihadapannya ini

"Akan kuberitahu padanya nanti. Terima kasih Jimin-a. Bolehkah aku minta tolong lagi?"tanya seulgi ragu ragu

"Apa lagi yang ingin kau tau? "tanya jimin dengan malas

"Bolehkah kau mengantarku pulang rumahku dekat saja kok.Tadinya aku mau naik bus tapi karena berdebat denganmu busnya sudah pergi. Aku mohon🙏."kata seulgi dengan mata memelas membuat jimin tak tega padanya

"Kau sudah mengangguku sekarang kau ingin aku mengantarmu pulang? Aku tak mau."jawab jimin yang sebenarnya tak tega pada seulgi

"Baiklah, kalau kau tak mau tak kan kupaksa."kata seulgi dengan nada sedih."Dasar namja tidak peka, masa aku harus pulang dengan jalan kaki."gerutu seulgi dalam hati saat ia mulai menjauh dari jimin
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Naiklah!"perintah jimin yamg mengikuti seulgi

"Tak usah,aku akan jalan kaki saja!"ucap seulgi

"Kau yakin?? Kalau begitu aku pulang dulu selamat menikmati perjalananmu."kata jimin ingin segera pergi

Dengan cepat kuhentikan Jimin sebelum ia pergi."Kalau kau memaksa, aku akan naik."kata seulgi lalu menaiki motor jimin meskipun tadinya ia sedikit jual mahal tapi tak apa kan?

"Pegangan yang erat kalau tidak kau bisa terbang nanti."kata jimin

Kudengar ucapannya dan kugenggam secuil dari bajunya tiba tiba ia menarik tanganku untuk memeluknya lebih erat dan kurasakan jantungku mulai berdetak dengan cepat. "Ayolah Kang seulgi netralkan detak jantungmu itu."gumam seulgi pada dirinya sendiri

Entah kenapa aku menarik tangannya untuk memegangku lebih erat dan kurasakan perasaan yang belum pernah kurasakan seperti ada sesuatu di dalam perutku yang menggelitik."Apa maksud dari perasaan ini?Aku tak mungkin menyukainya kan?"pikir jimin rapi segera ia jauhkan pemikiran itu darinya

"Dimana rumahmu?"tanya jimin

"Di jalan xxx no. X."jawab seulgi setelah itu tak ada lagi yang memulai pembicaraan
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah 25 menit akhirnya aku sampai dirumah. "Terima kasih Jimin-a kau baik sekali apa kau ingin masuk dulu?"tanya seulgi sambil tersenyum

"Tidak perlu, aku harus bertemu taehyung."jawab jimin dengan cepat lalu mulai mengendarai motornya menghilang dari hadapan seulgi sebelum yeoja itu mengucapkan selamat tinggal

"Eoh, baiklah hati hati di jalan."kata seulgi berbisik disaat namja itu sudah menghilang dari hadapannya
.
.
.
.
.
Kubuka pintu rumahku,Kubaringkan diriku di sofa kesayanganku dan mulai memainkan hpku.

New message
From:Irene
Apa kau sudah tanyakan pada Jimin alamat taehyung?

To:Irene
Sudah kutanyakan,kau tenang saja akan kuberitahu nanti. Bagaimana kalau kita bertemu di blossom cafe?

From:Irene
Baiklah.Aku akan segera kesana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Kupersiapkan diriku untuk menemui Irene,aku sudah tidak sabar untuk menceritakan semua padanya kira kira bagaimana reaksinya ya?

Di cafe

Kumainkan hpku sambil menunggu Seulgi datang.

"Irene-a. Aku sudah datang,maaf membuatmu menunggu lama sambil menunjukkan cengiran khasku.Kau sudah pesan makan?"tanya seulgi

"Ya, kau sangat lama. Karena kau datang terlambat kau harus mentraktirku hari ini."kata irene membuat wajah seulgi bertekuk tekuk."Apa kau benar benar mendapatkan alamatnya?"lanjut irene

"Baiklah, akan kutraktir kau hari ini. Tentu saja."jawab seulgi

"Bagaimana caramu mendapatkan alamatnya?"tanya irene karena menurutnya sangat sulit untuk mendapatkan alamat taehyung

"Ceritanya panjang,sebelumnya akan kuberitahu kau satu hal."kata seulgi

"Apa itu? Bukan hal yang aneh kan."kata irene was was

"Entahlah, Jimin bilang padaku akan sulit bagimu untuk kerumahnya taehyung. Karena kau mungkin saja diusirnya."kata seulgi dengan hati hati

"Maksudmu, jika aku datang kerumahnya aku akan diusir. Bagaimana mungkin ada namja seperti dia Whoaa! Dia benar benar tidak punya hati."protes irene

"Sebaiknya kau jangan kerumahnya, kau bisa diusir nanti."saran seulgi

"Lalu,bagaimana cara aku mengajarinya?Kau tau kan disekolah dia tak pernah belajar. Bahkan, saat aku ingin mengajarinya dia malah kabur dariku."kata irene dengan kesal

"Bagaimana kalau kubantu kalian?"tanya seseorang

"Bantu apanya, kau kira semudah itu untuk meluluhkan hati namja itu?
Tunggu....., dengan siapa kita bicara Seulgi-a?"kata irene setelah sadar jika orang yang ia ajak bicara bukan seulgi

Falling for you ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang