"sejauh kaki melangkah, sebanyak usaha melupakan, kertas putih tetap lah putih"
~~~~~~~~~
H
Hari ini tidak ada yang membangunkan Aurel seperti biasanya karena keluarga nya tengah menjenguk nenek nya yang sedang sakit. Sebenarnya Aurel ingin sekali mengikuti orang tuanya tetapi mengingat ujian kenaikan kelas yang akan dihadapinya seminggu lagi ia harus menggunakan waktu itu untuk belajar dengan maksimal agar menghasilkan hasil yang optimal.
Aurel adalah anak yang sangat menyayangi keluarga nya, ia tidak ingin mengecewakan kepercayaan orang tuanya.
Dan disinilah Aurel ditempat ia menimba ilmu tempat itu tak lain adalah sekolah nya lebih tepatnya ia sedang belajar dikelasnya. Ia hanya seorang diri karena yang lain belum datang, ia sengaja datang pagi. Dan beberapa saat ada suara langkah kaki yang sedang menuju kelasnya.
" anjir, kelas masih sepi cuk " ucap pria dengan suara berat.
" siapa sih pagi pagi berisik banget " batin Aurel
" eh ada orang " ungkap nya
" lo gak usah ribut bisa gak sih? Ganggu tau gak!" kesal Aurel
"yee ini kan tempat umum kali, sewot aja lu " sanggah pria bernama iryanto itu
" ah bacot lu " umpat Aurel kemudian berlalu dari pria yg mengusik nya itu
" cewek mah gitu " umpat nya.
Kring kring
Suara bel pertanda kegiatan belajar mengajar pun dimulai.Hari ini kelas Aurel belajar pelajaran seni budaya yang dibimbing oleh ibu Nurul dengan mukanya yg kearab araban.
" Anak anak ibu akan membentuk kelompok untuk tugas kali ini, jadi dengarkan dengan seksama " ucap Guru dengan wajah kearab araban tersebut
Ibu nurul pun terus menyebutkan anggota kelompok yg telah dibuat,namun nama Aurel dan rizka tak kunjung disebut dan akhirnya....
" yg terakhir Aurel, rizka,iryanto,galih,rein,...." sebut nya
"shit," umpat Aurel dalam hatinya
"Rel,kita sekelompok nih hehehe" ujar Rizka
"iya riz" Jawab nya singkat dengan seulas senyum
Ditempat lain pun seseorang sedang bertanya dan berkata dalam batinya.
"siapa sih tuh cewek, perasaan gue selalu berhubungan terus, cewek jutek, macam dia"
***
Langit langit bernuansa putih dengan dinding bercat biru adalah tempat Aurel berada sekarang. Ia sedang mengerjakan tugas fisika yg diberikan oleh bapak Wiry,bukanya dia anak yg rajin namun ia hanya malas apabila dihukum, karena bapak itu senang sekali menghukum orang dengan hukuman yg tak wajar.
Ting.. Ting
Suara pertanda notifikasi line muncul berasal dari handphone nya yg berada di atas nakas.
Iryanto Putra added you as friend by ID
Alis Aurel bertatutan sehingga membentuk garis lurus yg menandakan bahwa gadis itu sedang bingung.
"tau dari mana ni orang Id line gue" tanya Aurel dalam hatinya
Ia pun mencoba untuk memfokuskan diri dengan tugasnya dan tidak memperdulikan kejadian beberapa menit lalu dan tiba tiba saja handphone nya yg berdering terus menerus membuyarkan konsentrasi nya yg telah ia buat.
Ting. Ting. Ting. Ting
"ck apaan sih ganggu mulu" umpat Aurel dalam hati
Dan terlihatlah pesan spam yg sangat menjengkelkan
Iryanto.P : rel
rel
rel
p
p
Aurel. M : bct lu! Spam
Iryanto. P : keluar cepet!
Deg.
Apa maksdunya? Apakah dia berada di depan rumah? Apa yg harus aku lakukan? Aku pun dengan cepat melompat dari kasur dan keluar rumah.
Saat knop pintu akan dibuka jantungku tak karuan. Dengan rasa penasaran aku pun akhirnya membuka pintu dan.
Dan.
Dan..
Dan...
Bersambung
•••••••••
Hey hey maap ngaret,sibuk tugas, bentar lagi uas *curcol, maap gaje,typo,dan lainya
Vote and comment guys walaupun penulis amatir 😂😂
See u 😘
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Enemy
Novela JuvenilAurel terpaksa mengabdikan hidupnya untuk bersabar ketika seorang cowok datang mengobrak abrikan kehidupan nya dan termaksud hatinya. Gak pinter bikin sinopsis baca aja 😊 Note: penulisan,EYD,tanda baca masih amatir diawal selanjutnya enggak 😊
