5 tahun semenjak kejadian itu, aku dan Naruto Terus bersama. Dan kami sudah duduk di bangku kelas 3 SMU.
Hari-hari kami lewati dengan cerianya.
Tangan hangat Naruto saat mengenggam tangan ku membuat jantung ku berdebar.
Dan saat ia menyentuh pipiku, itu membuat nafasku seakan terhenti. Saat ia memelukku, aku bisa merasakan kenyamanan.
Ya, kami telah resmi pacaran saat itu. Huh, padahal dia sendiri bilang jangan dulu pacaran. Nyatanya?
"Anu... Kurasa, kita b bisa mencoba untuk pacaran dulu"
Aku ingat persis waktu itu. Dengan semburat mukanya yang memerah karena malu(?) dia berusaha mengatakan kalau dia mau menjadi pacarku.
Haah, aku tak akan melepasnya dari genggamanku. Aku janji.
Kami waktu itu berjalan ke taman. Tadi singgah sebentar untuk membeli makanan dan minuman. Dan kami duduk di sebuah bangku taman itu.
Rasanya tenang, sepi, dan ini membuatku nyaman. Terlebih aku duduk disamping orang yang kucintai, jadi pemandangan taman itu terasa indah.
"Oh ya Sasuke. Tak terasa ya, sudah 3 tahun kita menjalani hubungan ini". Ujarnya waktu itu sambil meminum susu stroberi yang dia beli di minimarket.
"Hn. Aku tak menyangka kita bisa selama ini. Dan aku bersyukur kalau kedua orang tua kita setuju". Ujarku sambil tersenyum.
"Hei Sasuke! Ada yang ingin ku katakan padamu"
"Eh? Apa itu, Naruto?"
Dengan postur badannya yang tegap, ia berdiri didepan ku dengan sorot mata yang tajam. Seakan ia sangat serius kali ini.
Hei, aku tak pernah melihat Naruto serius didepan ku. Aku sangat takut waktu itu.
"Berdiri!". Perintah Naruto padaku yang tengah duduk dibangku taman.
"Eh? Ada apa Naruto!?"
Greb
Tanpa basa-basi, Naruto memelukku saat itu. Sangat erat. Aku bisa merasakan kasih sayangnya yang tulus dari pelukan itu.
"Aku.. Aku... Aku ingin menikahimu Sasuke. Jadi, kumohon. Jangan tinggalkan aku"
Naruto mengatakan itu sambil menangis dipelukan ku. Entah apa yang kurasa kan tapi rasanya, aneh. Aku merasa akan terjadi sesuatu yang buruk.
"Hn. Tenanglah Naruto. Aku tak akan meninggalkanmu. Aku akan selalu bersamamu". Ujarku sambil menenangkan Naruto.
"Sasuke! Berjanjilah padaku kau tak akan pergi meninggalkan ku disini. Jangan pernah berpikir untuk pergi dari sini! Jika kau melakukannya? Aku, aku tak akan segan untuk menyakitimu"
"Hei! Kenapa kau bicara seperti itu Naruto? A, aku akan tetap bersamamu. Aku akan selalu bersamamu"
"Baiklah. Pegang kata-katamu Sasuke. Jika suatu saat kau pergi ke kota ini dan meninggalkan ku? Maka saat kau kembali kesini, kau tak akan bisa bersamaku"
"Na, Naruto. Apa yang terjadi padamu?"
"Haaaaaa tidak ada apa-apa! Hanya khawatir saja. Hahahaha... Ayo pulang"
"Eh, Hn"
Entah saat kejadian itu, aku merasa tidak enak dengan Naruto. Kenapa dia bilang kalau aku pergi, dia akan menyakitiku? Memang nya kenapa? Aku tak akan selingkuhi dia walaupun aku keluar kota.
Naruto adalah orang yang kucintai. Tak mungkin aku menghianatinya. Dialah yang aku sayangi, dia juga cinta pertamaku. Jadi, untuk apa aku meninggalkannya?
Aku pun berjalan pulang bersama Naruto. Entah apa yang kurasakan saat itu. Tapi tiba-tiba, orang tua ku menelfon ku.
"Hallo Sasuke-kun". Ujar suara dibalik telfon ku yang ternyata adalah ibuku.
"Ah iya ibu. Ada apa?"
"Kau sudah siapkan pindah ke universitas Sunagakure? Ibu telah mempersiapkan semuanya. Jadi, kapan kau bisa berangkat?"
"Aaa itu. Aku belum bisa memastikannya"
KAMU SEDANG MEMBACA
"Don't Let Me Go, Naruto!"
Fanfictionini adalah.. kisah seorang Uchiha Sasuke yang menjalani pahit nya kisah cinta. pergi,kembali,pergi,kembali. terus seperti itu. Kita pun tak tau. apa Sasuke akan benar-benar bersatu dengan nya? Kita harap, ini akan menjadi kisah yang indah dan akan b...
