"Hati yang Terlupakan"

698 39 11
                                        

Sudah 1 tahun sejak aku kuliah di Sunagakure. Sekarang, aku ingin pulang ke Konoha dan menghabiskan waktu liburan disana. Namun, tidak hanya liburan saja. Aku telah mengurus surat pindah ku ke universitas Konohagakure. Kenapa aku melakukan ini? Ya. Karena aku ingin bertemu dengan Naruto.
Aku ingin menghabiskan waktu bersamanya sampai akhir hayat ku.
Aku telah berjanji untuk selalu bersamanya. Aku tak ingin janjiku hanya sebuah bualan baginya.
Aku akan benar-benar menunjukkannya dan bersungguh-sungguh untuk hidup bersamanya.
Maka dari itu, aku rela pindah dari universitas terbaikku hanya untuk tetap bersamanya.
Orang tuaku pun setuju akan keputusan ku, walau bagi mereka berat, tapi mereka paham akan perasaanku. Mereka tidak egois. Itu lah yang aku suka dari mereka. Makanya aku sangat menyayangi mereka walaupun mereka jauh dariku.
Sekarang, persiapan ku telah siap! Aku akan kembali ke Konoha dan mengawali kehidupanku kembali,bersama dirinya.
.
.
.
Airport Konoha
.
Aku berjalan menelusuri tiap-tiap pasang mata yang melihat kagum padaku.
Kebanyakan mereka para kaum hawa yang genit.
Cih, aku tak peduli dengan mata jelalatan itu. Sekarang ini aku lebih mementingkan bertemu dengan kekasihku tercinta, Uzumaki Naruto.
Bagaimana keadaannya sekarang? Apa dia menghabiskan 5 kotak ramen lagi dalam sehari?
Hahaha aku sampai teringat waktu itu, waktu aku masih bersamanya saat SMU. Dia jadi mual sendiri karena menghabiskan 5 kotak ramen instan sendirian. Ku kira, dia tak akan K.O setelah memakannya, tapi ternyata, dugaanku salah.

Rupanya, batas seorang otaku ramen itu ada juga ya?

Haaaa, terlepas dari semua itu, sekarang ini aku harus bergegas.
Aku tak ingin mengulur waktu lagi karena kaki ku sudah menginjak Konoha sekarang.
Aku sedang di Konoha!
Dan tujuanku kemari bukan hanya ingin kuliah atau semacamnya. Melainkan aku ingin bertemu dengannya dan hidup bersama selamanya dengan dirinya.
Hanya itu pilihan ku satu-satunya.

Aku pulang, Naruto..

*Normal POV
Note: karena sudah memasuki era atau jaman sekarang, author menormalkan nya dalam percakapan biasa dan alur biasa saja *tidak lagi Sasuke yang bercerita*
Ok, happy reading ^_^
.
.
Disebuah apartemen mewah, tampak seorang pemuda membaringkan badannya di sofa. Nafasnya mangap-mangap kayak ikan lagi bernafas. Sesekali menguap, dan melanjutkan pernafasan nya kembali.
Apa ni orang udah bosan hidup?
Begitulah pemikiran author saat ini.

"Hooooaaaaammmmm! Hoi!anak titan. Kapan kau selesai masak? Hah? Perut ku udah lapar nih". Omel seorang pemuda blonde dengan raut tampang pemalas atau bisa dibilang, kusut mungkin.

"Yaaaa! Tunggu sebentar. Ini kuah sup nya belum mendidih, kau mau makan sup mentah?". Omel seorang pemuda bermata hijau emerald dengan poni tengah dan rambutnya berwarna coklat tua.

"Huuuu! Seperti biasa, kau lamban, Yaeger"

"Berhenti memanggilku dengan marga keluarga ku! Kita sudah kenal lama, masa kau terus memanggil ku dengan marga keluargaku?"

"Aaahhh, iya, iya. Kau ini memang cerewet ya, Eren. Seperti bocah juga"

"Berhenti berkata begitu, Naru kun. Lama-lama aku siram mulut mu dengan kuah sup ini"

"Heit! Kalau kau macam-macam? Kutusbol pakai basoka punya Hiruma! Mau?"

"Silahkan saja. Aku akan pakai perisai sparta yang akan kupinjam dari mamang dodog"

Mereka pun mulai beradu mulut sampai bawa-bawa kata-kata "mutiara" yang entah mereka dapat darimana. Dan sesekali nyebut nama chuk norris, juga ngomongi maddog yang nama si empunya sendiri batuk karena salah makan beling.


Sebentar. Ini, kenapa jadi melenceng begini?
Percakapan apa yang mereka bahas?

Karena mereka tak paham dengan apa yang diperdebatkan? Akhirnya NaruEren ini pun cengo dan melongo.
Nyamuk pun hampir singgah kemulut mereka jika tak mengingat kalau nafas mereka berdua bau jigong yang sudah fermentasi.

"Don't Let Me Go, Naruto!"Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang