"Pernyataan Cintanya"

720 42 2
                                        

Aku menyuruh Naruto untuk mampir di rumahku dulu karena mengingat hari ini dingin dan dia juga pasti capek karena menggendong ku sampai ke rumah. Namun, ia menolaknya dan memilih untuk langsung pulang ke rumahnya.

"Aku langsung pulang saja. Kau istirahat lah yang cukup. Bila perlu minum obat. Jangan buat aku makin khawatir denganmu, Sasuke". Ujar Naruto sambil mengusap kepalaku layaknya seorang adik.

"Hn. Aku mengerti". Ujarku sambil tersenyum.

Ia pun langsung meninggalkan rumahku. Tinggal lah aku seorang diri saat itu. Aku bergegas ke kamar mandi untuk berendam di air hangat yang sudah ku atur suhunya. Aku berendam sambil memikirkan perkataan ku waktu itu. Pernyataan yang mungkin membuat orang salah tingkah atau membuat orang itu merasa aneh kepada kita.
Entahlah. Bahkan aku tak tau apa yang dirasakan Naruto waktu itu. Ia hanya menjawab
"Tapi aku harus menjagamu karena kau sudah ku anggap seperti adikku sendiri"

Aku hanya bisa menghela nafas saat itu. Dan aku tak bisa terus melupakan kata itu hingga malam telah larut dan aku mulai terbuai ke alam mimpi.
.
.
.
.
Hari ini sudah menunjukkan pukul 06:30. Naruto sudah berada di kamarku entah sejak kapan.
Karena biasanya, si Dobe itu selalu aku yang menjemputnya untuk berangkat ke sekolah bersama.

"Sasuke? Kau kenapa? Mukamu pucat! Kau sakit? Sakit apa!? Katakan padaku! Biar kita pergi ke dokter sekarang,ya?". Ujar Naruto dengan raut muka cemas waktu itu.

"Hn. Aku tak apa-apa Naruto. Aku cuman sedikit ngantuk saja,hehe". Ujarku sambil tersenyum agak canggung mengingat bahwa perkataan Naruto benar!
Kalau aku, sedang sakit.

"Baka! Ngantuk apa pucat begini?? Kau harus ikut denganku ke rumah sakit, ok! Aku takut ada penyakit bahaya yang hinggap di badanmu!".

"Aku tak apa Dobe! Aku..."

Greb

Naruto memelukku. Aku bisa merasakan bahwa ia sangat mencemaskan ku saat itu.

"Turuti kata-kataku! Atau kau tak kan bisa bernafas dengan baik!"

"Naruto?"

Entah berapa lama aku merasa dipeluk seerat ini.
Sangat nyaman. Aku bisa merasakannya.
Namun itu tak berlangsung lama hingga kesadaranku hilang sepenuhnya.
.
.
Aku pingsan, di pelukan Naruto.
Dan itu membuatku merasa nyaman berada di dekapnya.
.
.
.
"Kau hanya terkena demam biasa. Tidak perlu di khawatirkan. Namun, sebaiknya nak Sasuke harus istirahat dulu saat ini". Ujar dokter sambil menulis resep untuk obatku.

"Hm. Baik dok. Saya akan istirahat setelah ini". Ujarku sambil menerima resep dari dokter itu.

Aku pun keluar dari ruangan periksa bersama Naruto. Naruto masih kelihatan cemas. Ia terus menatapku dengan tatapan khawatirnya.

"Kau yakin tidak apa-apa? Penyakitmu tidak parahkan?". Ujar Naruto meyakinkan ku kalau aku benar-benar tidak apa-apa.

"Hn. Hanya demam biasa"

"Aku bisa mati kalau kau mengidap penyakit yang serius"

"Hn. Tidak akan. Aku tidak apa-apa"

"Walaupun kau hanya terkena demam biasa? Tapi aku tetap khawatir. Kau saja bilang saat ini tidak apa-apa. Kalau terjadi sesuatu..."

"AKU TIDAK APA-APA DOBE! BERHENTI BERPIKIR SEPERTI ITU!"

Aku membentak Naruto saat itu. Naruto terdiam. Tampak dari raut mukanya, ia kelihatan sangat marah.

"Aku, aku begini... AKU SEPERTI INI KARENA AKU MENCINTAIMU! AKU TAKUT KEHILANGANMU BAKA!"

Aku terkejut.
Sumpah! Aku benar-benar terkejut saat itu.
Apa aku tidak salah dengar? Apa aku perlu memeriksa telingaku kembali oleh dokter?
Aku bingung.
Naruto tampaknya tau aku bingung saat itu. Dan dia memilih melanjutkan perkataannya.

"Sasuke. Kau tau? Aku selama ini juga menyukaimu. Aku mencintaimu Sasuke. Aku takut kehilanganmu. Kau satu-satunya yang aku cintai. Keluargaku mengetahui hal ini dan juga kakakmu! Dia tau soal ini. Tapi, aku malu mengakuinya. Karena aku pikir, kau tidak suka dan jijik denganku. Dan saat itu kau akan menjauhiku hanya karena, aku mencintaimu"

Aku hanya bisa terpaku mendengar perkataan Naruto. Aku benar-benar masih tak percaya kalau Naruto, orang yang selama ini aku kagumi, aku sukai, aku cintai? Ternyata memiliki rasa yang sama.
Perlahan, aku mendekati Naruto dan dalam sekejap aku memeluknya!

"Sa, Sasuke?"

"Naruto! Aku sangat mencintaimu. Aku sangat menantikan hal ini! Terima kasih Naruto, terima kasih"

Naruto membalas pelukanku dengan erat. Aku bisa merasakan kehangatan dalam pelukannya.

"Sasuke. Mulai sekarang jangan buat aku khawatir, ok"

Aku hanya bisa mengangguk saat itu. Cukup lama kami berpelukan dan mungkin kami tidak akan mengakhiri pelukan ini jika tak mengingat kami sedang berada di lorong rumah sakit sekarang.

"Sekarang kita pulang?". Ujar Naruto sambil merangkul ku.

"Hn baka! Obat nya saja belum di ambil". Ujarku sambil tersenyum saat itu.

"Oooohhh. Hahahaha. Iya-iya kita ambil obat dulu. Kalau tidak? Pacarku ini bisa mati!"

Aku terkejut mendengar ucapannya. Pacar? Sejak kapan.
Naruto menyadari kebingungan ku. Ia pun langsung memperbaiki perkataannya.

"Eh, itu. Ano.. Aku bilang, calon pacar! Hehehe. Kan aku belum nembak kamu!"

"Hn, Kau ini. Masih bodoh seperti biasanya ya?". Ujarku sambil sedikit tersenyum kepadanya

*ingat kalau Sasuke senyumnya terlalu lebar, itu bisa menjatuhkan harga dirinya sebagai Uchiha XD*
Ok next

"Uuuhhh kau ini! Lihat saja. Aku akan menembakmu nanti. Tapi, tidak sekarang! Nanti saja, nanti, nantiiiiii setelah kita tamat sekolah. Ok"

"Kenapa tidak pacaran sekarang?"

"Karena kita masih sekolah Teme"

"Huh, gaya mu. Bilang aja mau pacaran kan?"

"Eh! Ti tidak. Aku harus fokus belajar. Lagian pacaran sambil sekolah itu nggak bagus tau"

"Gaya bicaramu seperti ibunya ibuku (nenek)"

"EH? APA?"

Aku tertawa lepas seharian dengannya. Bahkan aku lupa dengan sakit ku sendiri karena dia.
Waktu itu aku benar-benar bahagia. Aku sangat bahagia walaupun kami belum resmi pacaran karena alasan "sekolah" itu tadi. Tapi, setidaknya aku telah mengetahui sesuatu.
Bahwa Naruto selama ini mencintaiku.
Dia menyayangiku karena dia mencintaiku.
Aku harus mempertahankan perasaan ini.
Dan juga menjaga perasaannya juga.

Semoga tak ada penghalang untuk hubungan kami nanti.

Karena aku yakin.

Akan ada masalah.

Jika aku tak mempertahankannya.

TBC

YA___HA!!
Ane come back again minna XD
Duh maaf ya ane telat lanjutin.
And maaf ane dikit buat fic nya.
Ini di karena kan ane capek biniiirrr.😥
Banyak amat yg harus ane krjain.
Tapi, don't worry. 😂
Ane akan tamatin fic ini ampe selesai.
And jika ane ada salah-salah dalam penulisan maupun kata, ane minta maaf.
Ok ane tunggu komen dari kalian ya minna 😊
Jaa ne~
Ampe ktemu di chap slanjut nya

"Don't Let Me Go, Naruto!"Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang