Seketika ocehan Seokjin membuyarkan imajinasinya, Jihyun mendengus berat.
Diliriknya Seokjin yang duduk di sudut sofa, seraya bibirnya berkata umpatan-umpatan kecil.
"Dasar gadis bodoh!" gumam Seokjin pelan di akhir kalimatnya.
"Kau belum mendengar penjelasaku, bahkan sudah memotongnya." jelasnya sekali lagi di sambut kecupan hangat Seokjin yang seolah mendarat sukses di keningnya.
Jihyun terdiam beberapa detik, sebelum akhirnya menyadari jika kecupan itu tak pernah benar-benar mendarat di keningnya, sebuah kecupan pertama Seokjin yang hanya mendarat dan tak akan pernah tersentuh.
"Lanjutkan cerita itu nanti saat aku memintanya, aku harus pergi untuk menemui ibuku."
"Ibumu?"
"Ibuku seorang kepala chef, sejak kematianku bahkan dirinya tidak pernah mengajar sama sekali, hari ini ibuku memulai baking class kembali."
"Ibumu pasti sangat sedih, andaikan ibumu bisa melihatmu juga."
"Mungkin memang ibuku tidak bisa melihatku, tapi aku harus menemuinya."
***
Jihyun menghela napas panjang sesaat setelah sampai kelasnya.
"Kau senang bukan? Karena kau bisa mewakili kelas untuk mengikuti kompetisi baking antar universitas?" Lee Shinyoung nampaknya telah lebih dulu sampai di kelasnya saat Jihyun datang.
Tidak ada tanggapan apapun dari Jihyun, menurutnya Goo Minjung, Lee Shinyoung, dan Kim Boorin tidak lebih dari pengganggu yang tak layak di hiraukan.
"Kelas pastry akhir bulan ini kau mendapat nilai tinggi, jangan harap untuk kelas cake bulan depan kau mendapatkannya." lanjutnya,
Jihyun memutar bola matanya menatap Shinyoung,
"Kau ingin Minjung kembali berada dalam posisi itu? Kenapa kau begitu memuja Minjung? Ini kompetisi, tidak bisakan kau menyombongkan kemampuanmu sendiri daripada membanggakan temanmu?" sahut Jihyun seraya menyiapkan beberapa peralatan yang akan dia gunakan untuk kompetisi baking beberapa jam lagi bersama Kim Dong Hee.
"Ya!! Kau pikir kemampuan barumu itu masuk akal? Bahkan sebelumnya kemampuan baking-ku jauh lebih terpandang darimu!"
Jihyun meliriknya sekilas sebelum keluar kelas meninggalkannya.
"Omo-" gumam Jihyun seketika saat melihat Seokjin sudah berada di depan pintu menunggunya.
"Apa aku mengejutkanmu?"
Pertanyaan Seokjin yang tidak dijawabnya,
"Chef Yoo sudah menungguku?" tanya balik Jihyun,
Seokjin tersenyum mengekor pada Jihyun menemui Chef Yoo.
"Aku mendengar percakapanmu dengan Shinyoung,"
"Lalu?" sahut Jihyun masih tetap melanjutkan langkahnya.
"Aku tau kau memikirkannya,"
Jihyun menghentikan langkahnya, ditatapnya Seokjin untuk beberapa saat.
"Aku merasa mencurangi mereka semua,"
Seokjin hanya tersenyum menanggapnya,
"Kau tidak mencuranginya, aku hanya menunjukan resep itu, dan semua yang mengerjakan dirimu sendiri."
"Tapi sama saja Jin, ini tidak fear-"
Seokjin mendekat,
"Bahkan chef ternama sekalipun kerap mempelajari resep orang lain yang menurutnya bagus, aku hanya membantumu, aku yakin kau akan terbiasa dengan semua resepku dan akan mengingatnya jika suatu saat nanti-" Seokjin menggantung kalimatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Secret Recipe (Sweet Reverage)
FanfictionKebencianku pada dapur membuatku bertemu dengan seorang "HANTU" chef tampan yang membantuku menciptakan resep baru.
