"Minggu ini sudah berapa gadis?"
Lelaki berambut pirang itu menyunggingkan senyum penuh kemenangannya. "20.""Oh, shit! Bagaimana mungkin! Aku bahkan baru dekat dengan 13 orang gadis!" kata lelaki berambut hitam sembari menggelengkan kepalanya pelan.
Lelaki berambut pirang itu mengangkat bahunya. "Itu belum seberapa Kkamjjong."
"Kau curang Hunnie! Ah! Menyebalkan!" kata lelaki berambut pirang itu sembari memukul bahu temannya pelan.
Lelaki berambut pirang itu menyeringai, matanya terlihat berkilat nakal. "Kau tidak berhak menyalahkan pesona seorang Keturuna Oh."
Gadis yang memiliki julukan deer itu memasuki area Seoul Internasional School. Tangan kanannya menjingjing tasnya, sementara tangan kirinya memegangi peta sekolah. Rambut Cokelat indahnya ia ikat tinggi, menyisakan beberapa helaian rambut ditengkuknya. Kepalanya mengadah, menatap sebuah gedung bercat hijau tua dihadapannya.
Wajahnya terlihat datar. Tak terlihat emosi sedikitpun. Dan, terus terang itu terlihat menakutkan. Ia menghela nafasnya, bibirnya tertarik kearah kanan, menyunggingkan senyum yang entah mengapa terasa sangat menakutkan.
..
Seluruh murid kelas 11-A terlihat sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Baik itu mengobrol, menulis, membaca, mengejek, bahkan berciuman. Sekolah seelit Seoul International School memang diisi oleh anak-anak terpilih dari keluarga kalangan atas. Dan, itu mengerikan. Pasti ada perbedaan kasta disekolah ini. Dan hal yang paling bisa di pastikan, rendah-merendahkan orang pasti sering terjadi disekolah ini.
Seorang lelaki berambut pirang terlihat sedang menciumi gadis berambut merah gelap. Ia hanya duduk, sementara gadis dipangkuannya sibuk memegang segala hal yang ia bisa pegang pada lelaki yang memangkunya. Mulai dari menjambak rambut lelaki itu pelan, menyusuri dada bidangnya, hingga lengan kekarnya. Ia melakukan hal-hal itu seolah, ia tak akan pernah sempat memegangi lelaki itu lagi."OH SEHUN!"
Lelaki yang diketahui sebagai Oh Sehun itu tak berniat menghentikan ciuman panasnya dengan gadis dipangkuannya. Ciuman itu berjalan semakin intens. Pasokan udara mereka semakin berkurang, namun hal itu tak membuat mereka melepas ciumannya.
"Yak, Sehun Pabo-ya!" pekik lelaki berambut hitam.
"Oh Sehun! Sudah! Choi Sajangnim (?) sedang diluar kelas!" pekik lelaki itu dengan nada panik.
Lelaki bernama Sehun itu akhirnya menarik kepala gadis itu menjauh.
"Cukup ."
"Tapikan, Oppa~" kata Nayeon manja.
Sehun lalu mendorong gadis itu menjauh. "Jika kukatakan cukup berati cukup."
Kali ini Nayeon tak membantah. Ia lalu mengancingkan kancing teratas seragamnya. Sebelum ia pergi menjauh ia mengedipkan sebelah matanya pada Sehun.
"Kita lanjutkan nanti ya, Sehun Oppa." Lalu, gadis itu pergi kembali ketempat duduknya.
Kai yang menatap adegan tadi, bergidik ngeri. "Gadis itu menjijikan." Kata Kai.
Sehun menyeringai, dan matanya berkilat nakal. "Apa maksudmu? Jangan bilang kau iri. Kau tahu, gadis manja itu, hot. Lihat saja bajunya."
"Hot dari mana! Dan, mana sudi aku dengan gadis seperti Nayeon, weeekkk." Kata Kai sembari menjulurkan lidahnya.
Sebagai jawaban, Sehun hanya mengangkat bahunya, dan menyeringai.
Bersamaan dengan itu, Choi Sajangnim masuk ke dalam kelas. Ia menjingjing tas coklatnya, map merah, beserta buku bersampul oranye. "Annyeong .""Annyeong Sajangnim (?) ." Kata murid kelas 11-A berbarengan.
Choi Sajangnim lalu merapikan tumpukan mapnya, ia lalu memandangi seisi kelas itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Revenge Love
Fanfiction"Aku lahir kembali dengan wujud yang baru. Bukan sebagai bulan yang lemah, tapi menjadi bulan yang kuat." -Im Yoona Dia kembali demi membalaskan dendamnya kepada orang-orang yang telah mengkhianatinya. "MANTAN" kekasihnya , "MANTAN" sahabatnya.