3 - Something Must've Gone Wrong

566 60 0
                                    

Saat tiba di tempat yang seharusnya menjadi tempat pernikahannya, semua orang tidak bergerak. Ino melihat Sasuke yang mengenakan pakaian Sai—meskipun dia mencoba memodifikasinya seperti apapun, Ino tahu itu pakaian Sai—dan beberapa orang yang Ino sudah duga pasti akan muncul hari ini.

Ino tidak mengerti kenapa hanya dirinya yang bisa bergerak sementara semua orang membeku. Tidak, tepatnya waktu tengah dihentikan dan hanya Ino yang bisa bergerak bebas. Melewati orang-orang yang memasang ekspresi panik dan memasuki tempat di mana kabut yang jauh lebih tebal melingkupi tempat yang menjadi altar pernikahannya.

Hancur dan berantakan adalah yang Ino bisa lihat dan ia hanya menghela napas panjang. Memilih duduk di reruntuhan altarnya dan menopang dagunya. Menatap kosong ke sekitarnya dan menunggu waktu untuk berhenti dibekukan. Entah berapa lama itu terjadi sampai asap disekelilingnya mulai bergerak lagi dan Ino mendengarkan jeritan ketakutan dari tamu-tamunya. Ino tidak peduli dan juga tidak ingin pergi, karena ia ingin bertemu dengan orang yang melakukan hal ini.

"Oh, akhirnya kau muncul," celetukan Ino itu tampaknya tidak diantisipasi oleh Sasuke yang berada di tempat itu. Ino berdiri dari tempatnya dan mendatangi Sasuke. Tatapan tajamnya nyatanya mampu membuat Sasuke yang seharusnya tidak mempunyai hati dan suka berlaku sesukanya menampakkan ekspresi bersalah.

"Ino, aku datang...."

"Datang untuk menghancurkan pernikahan ini? Well, sebenarnya aku juga tidak ingin menikah," Ino menghela napas panjang dan akhirnya melemparkan rangkaian bunga yang ada di atas kepalanya. Merobek bagian bawah gaun pengantinnya agar bisa bergerak dengan bebas. "Jujur saja Sasuke, sebenarnya aku lebih bahagia saat kalian berdua tidak mencoba menyelamatkan hidupku."

"Tapi aku mencintaimu, Ino."

"Dan karena cinta juga, kalian berdua membunuh pengantinku!"

Sasuke terdiam dan Ino mulai menangis. Sebelum Ino kembali sadar dan akhirnya menyetujui lamaran Sai, ia bertemu dengan pengantinnya. Dia menceritakan semuanya dan Ino merasa dikhianati. Orang yang diangggapnya mencintainya adalah orang yang membunuh kebahagiaanya.

"Yang melakukannya Sai, bukan aku! Aku tidak membantunya dalam rencanya itu!" Sasuke berusaha menjelaskan dan menyentuh Ino, tapi perempuan itu menepis Sasuke. Memilih melangkah mundur dan Sasuke merasa ia sekarang adalah monster di mata orang yang dicintainya.

"Kalian hidup berdampingan dan berbagi semuanya sejak awal, Sasuke. Jadi bagiku kalian berdua sama saja," Ino menatap Sasuke dengan tatapan yang membuat lelaki itu sakit. "Faktanya kalian berdua adalah monster."

Sasuke ingin bergerak, tetapi tubuhnya terasa membeku dan tatapannya menggelap. Yang dilihatnya terakhir kali adalah Ino berlari meninggalkannya dan Sasuke merasakan entitasnya akan diambil alih oleh Sai.

🌿🌿🌿

Naruto menikmati wine yang ada digelasnya sembari memejamkan matanya saat pintu ruangannya mendadak terbuka. Dipikirnya itu adalah Kiba dan Konohamaru, jadi dia tidak mempermasalahkannya. Tetapi saat mendengar suara terengah-engah, Naruto membuka matanya.

Melihat sosok perempuan yang sudah tidak bernapas tetapi masih hidup itu. Perempuan itu menatap marah kepada Naruto dan dia tahu apa yang tengah dipikirkan olehnya, tetapi Naruto mengangkat gelas wine-nya. "Mau bergabung minum?"

Ino melemparkan sebelah sepatunya tepat ke wajah Naruto dan lelaki itu menjentikkan jarinya untuk menghentikan sepatu itu. Meletakkan gelas wine tersebut di meja dan mengambil sepatu yang tepat berada di depan wajahnya untuk dibawa kepada Ino. Memasangkan sepatu itu kepada Ino dan menepuk pundak Ino sebelum memilih untuk keluar dari ruangan tersebut.

"Maaf nona cantik, tapi melihat hasilnya seperti ini ternyata menyenangkan juga."

Setelah itu Naruto berjalan menuju tempat yang seharusnya menjadi tempat dilaksanakannya pernikahan ini. Kekacauan di mana-mana dan Naruto berjalan menuju kabut yang paling tebal lalu tidak lama kemudian bunyi jentikan jari terdengar.

Semua kembali bergerak dan Naruto merasa waktunya bermain sudah selesai.

🌿🌿🌿

Sakura langsung terjatuh karena tadi tengah berlari lalu rasanya waktu kembali dihentikan dan kembali lagi. Pertama kali itu terjadi, Sakura pikir itu hanyalah ilusinya saja dan panik karena Hinata dan Ino menghilang padahal ia jelas-jelas menggandeng kedua sahabatnya tersebut. Kemudian kembali berlari untuk mencari kedua sahabatnya sembari terus meneriakkan nama keduanya.

"Brengsek. Kalau demigod itu benar nyata, sisakan orang yang membuatku terjatuh ini untuk kutendang selangkangannya," maki Sakura dan kembali berdiri.

Kali ini Sakura memilih berjalan saja karena tidak ingin berlari dan mengalami kejadian yang sama, waktu kembali dibekukan lalu saat bergerak nanti ia berada dalam posisi aneh. Tetapi suara jeritan Ino membuat Sakura berlari dan meneriakkan nama sahabatnya itu.

"Ino! Kau baik-baik...," ucapan Sakura tidak selesai karena melihat cairan wine berwarna merah bercampur dengan pekatnya darah yang dikeluarkan dari tangan maupun leher Ino.

"Ino! Jangan bercanda padaku!" Sakura mengguncang-guncangkan tubuh sahabatnya tersebut. "Ino! Katakan sesuatu!" Merobek gaun bagian bawah milik Sakura untuk mencoba menyelamatkan Ino.

Meskipun logikanya berkata bahwa luka yang ada pada tubuh sahabatnya sudah lebih dari cukup untuk membunuh sahabatnya dalam sekejap. Logikanya berkata pada Sakura untuk berhenti mencoba, tapi Sakura tetap mencoba untuk menyelamatkan seseorang yang sudah menjadi mayat.

"Ino ... Ino! Jangan mati, kau berjanji padaku untuk memberikan buket bunga pengantinku padaku!" isak Sakura yang terus berusaha untuk menyelamatkan Ino meskipun tahu usahanya hanyalah sia-sia belaka.

Sai yang baru sampai di ruangan itu hanya bisa membeku. Melihat Ino yang sudah tidak bernyawa lagi dan gaun putih Sakura yang sekarang berwarna merah karena tercampur warna wine maupun darah Ino.

Detik itu juga dia tahu, bahwa dunianya yang diperjuangkan selama ini sudah berakhir.

🌿🌿🌿

Dynamite | SaiInoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang