Hari ini hari senin, dimana hari ini adalah ultah gue, dan idola gue, Kim Taehyung, Alias V BTS.
Hari ini gue bahagia banget gitu gak tau kenapa, seperti bakalan ada yang spesial selain ini.
"Feliiiiii". Panggil seseorang yang sepertinya Sera.
"Kenapa Ser". Gue pun menghentikan langkah gue tepat di depan mading.
"Ehh lu sini apa gue capek". Pinta Sera
"Iyaiya apasih? Kayanya penting". Tanya gue bingung.
"Ikut gue ke Rooftop!". Pinta Sera yang tiba tiba menarik dengan kasar tangan gue.
"Eh mau ngapain?".
"Udah ikut aja".
Sesampainya di Rooftop
"Nih Ar, aduh capek gue". Keluh Sera Ngos ngosan.
"Baru segitu aja capek, payah lo". Ucap Arkan.
"Bodo ah". Geram Sera.
"Lo mau ngapain bawa gue kesini? Ada yang penting? Kan bisa di kelas aja". Runtut gue.
"Gak bisa ini Privacy Of Me and You Darling". Jawab Arkan seraya mengajak gue duduk di Bangku yang ada di Rooftop.
"What's wrong?". Tanya gue.
"Lo inget soal 4 hari lalu kan? Gue mau minta jawabannya sekarang, bisa kan?". Tuntut Arkan.
"Ouh soal Yang waktu itu? Bisa kok, gue udah ada jawabannya, tadinya mau pas lo ngajak gue jalan, tapi gak jadi karna gue lupa". Jawab gue yakin.
"Jawaban gue? Gue?". Gantung gue"Jawabannya apa? ". Nada penasaram itu bikin gue pengen ketawa.
"Eh bentar gue lupa gue harus jawab apa? Soal apaan? Lo ulang deh pertanyaannya?". Pinta gue dengan menahan tawa.
"Astaga, untung Sayang". Umpat Arkan.
"Woy GeCe bisa kali". Tuntut Sera.
"Fel, gue mau ngomong sama lo, mungkin 4 hari lalu gue udah ngomong tapi gue mau ngomong ini lagi karna lo lupa. Gue udah suka lama sama lo, lo mau kan jadi pacar gue?". Tanya Arkan yang menyembunyikan kalimat 'karna lo lupa'
"Ya gue mau".
Flashback
Soal 4 hari lalu, yang Arkan narik gue ke gudang, itu emang gue terima, tapi pas mau keluar dari gudang, gue bilang sama dia, kalo gue butuh waktu, jadi jawaban yang gue kasih itu cuma uneg uneg gue atas perasaan gue ke dia
End
~o~o~
"Fel, abis pulang sekolah ke Café deket rumah gue yuk, gue mau beli sesuatu buat lo". Pinta Arkan setelah turun dari Rooftop yang kini sedang merangkul gue dengan mesra.
"Ok boleh, emang ada apaan? Gue itu bukan tipe cewek yang suka ngerayain apapun yang menurut gue bikin bahagia ya, gue bukan cewek cewek alay". Rutuk gue.
"Iya iya gue tau kok, makanya gue suka sama lo". Jawan Arkan.
"Ouh oke". Singkat gue
"Gue mau beliin lo kue favorit lo, kan hari ini lo ultah kan? Ke 17, jadi gue mau menjadi orang asing pertama yang bikin lo senang". Jelas Arkan.
'Lo emang orang asing Ar, tapi lo orang pertama yang bener bener pertama Ar yang ngucapin gue secara langsung kaya gini, Gege aja belum ngucapin' batin gue, yang hampir saja bikin air mata gue menetes.
Tapi setelah ditahan selama beberapa detik, akhirnya jatuh juga, dam saat itu juga gue meluk Arkan tanpa basa basi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Feli-A-rkan
Novela Juvenil'Kenangan adalah Memori yang tak akan pernah terlupakan' Setelah saat itu, dia sama sekali gak ada menyapa gue atau sekedar nanya basa basi apapun, sesekali dia chat gue, itupun hanya nanya yang benar-benar penting.