"Kak Ibnu kok sendirian? Kenapa?"
Aku terdiam sejenak, berusaha mengingat wanita bertubuh munyil dan berparas imut itu.
"Emm gapapa, kamu kok belum pulang?" " aku ada latian basket kak" mendengar itu aku langsung tau siapa wanita itu, dia Aya, murid kelas 10 IPS 2, aku mengetahuinya dari Eki yang juga anak basket.
"Kak,Danur uda muncul di bioskop tapi aku takut nonton sendiri,kakak mau nemenin gak?"
Entah apa yang aku rasakan,jika aku merasa senang sama saja aku mencurangi perasaanku dengan Lulu, aku berusaha menganggap ajakan ini hanya ajakan biasa.
"Boleh,mau jam brapa?"
"Besok jam 3 aku tunggu di XXI ya kak, jangan telat" dia meninggalkanku dengan senyum khasnya,tak kalah manis dengan senyuman Lulu.21.34 aku duduk di balkon sambil menikmati secangkir kopi hangat. Langit malam terlihat cerah memperlihatkan kumpulan bintang menemani bulan di angkasa.
Perasaan apa yang sebenarnya aku rasakan? apakah aku juatru tertarik dengan Aya?
Entahlah, aku justru tidak tau apa yang aku rasakan sekarang.02.56 Aku sampai di XXI ,dia sudah menungguku di depan pintu.Kaos merah dengan cekana jeans membuatnya terlihat menawan siang ini. Kami langsung masuk untuk membeli tiket, tanpa tersadar tangan kami sudah bergandengan, baru kali ini aku merasakan gandengan wanita selain mamaku. Kami membeli tiket untuk jam 04.30,masih menyisakan satu setengah jam, "Makan dulu yok kak, aku laper" kami menuju salah satu restoran di mall tersebut dengan tangannya masih menggandeng tanganku.
Di sana kami duduk berhadapan di meja untuk 2 orang, dia bercerita banyak hal, aku mendengarmya dengan penuh pengertian.
Makanan pun datang,kami berdua menikmati makanan kami masing- masing,"Kak, ayamku enak lo,coba deh" dia mengulurkan sendok berisi sesuap ayam teriyaki yang dia pesan, aku membuka mulut dan menyambut sendok itu.
Kami melanjutkan dengan berjalan menyisiri seluruh bagian mall sembari menunggu film kami.04.24 kami memasuki studio 3 dan duduk di kursi A1 A2 pojok belakang, sengaja Aya memilih kursi belakang supaya lebih nyaman saat menonton.
Sepanjang film,dia terus menggenggam tanganku, sesekali dia memelukku saat ada adegan yang mengejutkan.08.26 Kami sudah di rumah masing- masing.
Aku kembali duduk di balkon lantai 2 dan menatap langit yang masih melukiskan ribuan bintang.
Aku bingung dengan diriku sendiri, sepertinya hatiku bercabang 2, Lulu dan Aya.
Siapa yang sebenarnya harus ku perjuangkan?Saat ku mulai berjuang
Wanita itu pun datang
Memberikan kenangan
Yang tak pernah ku bayangkanAya? Lulu?
Aku tak tau
Hati ini tak bisa memberitau
Apa yang sebenarnya cinta mauMungkin besok aku harus mengetahui isi hati Lulu
Tapi apa tidak terlalu cepat untuk itu?Namun aku harus berhati- hati saat mendekati Lulu
Mengingat ada Roy,musuh terbesarku.

KAMU SEDANG MEMBACA
Awan.
Teen FictionCinta bukan suatu kepastian, Cinta bukan sesuatu yang dapat di tebak. Seperti awan, semakin tinggi awan melayang, semakin indah pemandangan yang tampak dari atasnya, namun daratan pun akan semakin jauh untuk di pijak. Namun, apakah kau akan pasrah d...