part 4

103 45 25
                                    

***

sejuta harap teruntuk kamu luangkan waktu sedetik saja untuk bintang, kawan.

***

Andre Raihan Putera Wijaya-XII IPA 6-Mantan Ketua OSIS-anak paskibraka-Pintar-Putih-Tinggi tegap. Anak pemimpin perusahaan terbesar ke 2 di Indonesia. Kebayang kan gimana populernya Andre.

Andre POV-

Dibangun tidurku, langsung bergegas mandi dan bersiap ke sekolah. Seusai berbenah, menuruni tangga menuju meja makan.

"Pagi Ma"

"Tumben masih pagi udah siap"

"Iya soalnya mau ada pementasan seni Ma."

"Oh ya udah. Ayo sarapan dulu."

"Papa mana?"

"Masih tidur dikamar. semalam pulangnya larut, banyak kerjaan dikantor. Oh iya, si Rena ko gak ada kabar?"

"Rena baik Ma. lagi banyak kegiatan dia, jadi sibuk. Aku gak mau ganggu."

"Kalian baik-baik kan?"

(jeda panjang) "Iya Ma, baik ko" (tersenyum).
(seusai menghabiskan sarapan) "Aku berangkat Ma"

"Hati-hati sayang. sukses buat pentasnya."

AULA SEKOLAH

"Ren..." (kupanggil pelan Rena dari belakangnya)

(Menoleh, yang awalnya berada dipanggung merapikan dekorasi) "Ya... Andre?" (menghampiriku)

"Aku minta maaf. Aku gak bisa kamu diemin kayak gini."

(Rena menatap mataku) "Jujur Ndre, kalo masalah Chesy aku biasa. Tapi, masalahnya kamu yang gak jujur. Setidaknya bilang dari awal kalo iya kamu suka. Jangan aku udah perjuangin kamu, ternyata yang aku  perjuangin itu kesalahan kamu."

"Iya Ren aku minta maaf. Ayo kita kayak dulu lagi. toh kita belum putus. apa iya diem-dieman kayak gini terus, gak kan?"

(Rena hanya diam)

"Ren...! Rena...!"panggil Chesy dari panggung.

"Iya Ches. Aku kesana!" jawab Rena. "Sambung nanti ya Ndre." (meninggalkanku tanpa menjawab pertanyaanku.)

Pementasan seni pun dimulai. Dan giliranku, puisi. Menaiki panggung sambil membawa gitar kesayanganku. Semua mata tertuju padaku. Termasuk Rena yang berada tepat dibagian tengah kerumunan orang yang menyaksikanku.

"Puisi ini kuciptakan khusus untuk seseorang yang selama 3 tahun ini mengisi hari-hariku."

Diiringi petikan gitar, mulaiku membaca.

SOSOK YANG BERBEDA
Karya Andre Raihan Putera Wijaya

Ada sosok yang berbeda disana
Diantara milyaran manusia
Diantara sekian banyak ciptaan-Nya

Bertahun-tahun sangatlah cukup dan cukup
Bagi dua debu kecil
Seolah muncul keyakinan, Inilah dia. Iya, dia.

Suatu ketika semuanya berubah
Yang semula pernah sedekat nadi
Kini sejauh matahari

Aku ingin bingar, bingar, dan bingar
Ingin teriakku dikebingaran
Ingin melepas kejenuhan

Entah apa yang ada dibenaknya?
Dan, ada apa dengannya?
Membiarkan hati untuk dimaki !

Tapi, tak bisa terpungkiri
Sayang ini melebihi benci
Yang pasti, ada sesuatu dalam dirinya
Yang membuat untuk menunggunya disini

Karena kuyakin
Karena kutahu
Cinta pun tahu
kemana dia akan kembali

(Kutatap hangat kedua mata Rena ditengah sana) "Teruntukmu, Renata Emilika Feleana yang mengisi hari-hariku selama 3 tahun terakhir. Ren, kusayangimu lebih dari yang kamu tahu. kusayangimu tulus. Jangan biarkan hatiku terasa perih dengan kekosongan yang kamu beri. Kembalilah seperti dulu. Maafkan ku...," Ujarku.

Kuturuni panggung diiringi gemuruh tepuk tangan yang riuh.

*Pementasan usai

(Menghampiriku kemudian duduk disebelahku diluar ruangan aula) "Puisinya bagus," ucap Rena

(menatap hangat Rena) "Teruntukmu Ren. Maaf untuk semuanya Ren."

"Sebenarnya masih sakit Ndre."

"Iya aku minta maaf. Ayo kita kayak dulu lagi. Ayo ketawa bareng lagi. Ayo lanjutin masa-masa bahagia itu Ren. Ayo tambah kenangan lagi."

"Aku juga minta maaf Ndre. Ini semua karena kusayangimu."

"Kusayang kamu Ren"

*masih saling menatap

"Kamu tahu kemana ku kan kembali? Kemana cintaku kembali?"

"kemana Ren?"

"Aku, cintaku, kembali ke kamu yang sayangiku lebih dari yang kutahu. yang sayangiku setulus hatimu."

*tersenyum bersama

(mendekatkan tanganku ketangannya. memegang erat jemarinya) "Takkan kulepas genggamanku Ren."

Wajahku mendekati wajah Rena. kutatap matanya yang tengah menatapku. Mendekati sampai sangat dan sangat dekat hampir tak berjarak. Rena memejamkan matanya, dan tiba-tiba


















see you in the next part

*****
Komentar kalian sangat berharga untuk evaluasi, kawan

*****


~Ketika raga kita mulai berjarak, ada hati kita yang mendekatkan sehingga kita tersatukan. Tapi? Ketika hati kita mulai berjarak, sedekat apapun raga kita, Apakah mungkin akan tersatukan? Entahlah, sepertinya aku tak yakin akan itu.~

***

Maaf apabila ada kesamaan nama, jalan cerita, dll. Ini REAL dari author.

Secerca RinduTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang