Detak diiringi langkah setiap detik. Kala itu pun berdesir sudah jantung ini tak biasanya. Aku menerka bahwa ia hanya terlampau letih.
Nyatanya, sirna raga.
Petang kala itu senyumku terenggut.
Lututku terkulai lemah seraya isak terus meningkat.
Lantas menitikkan kristal bening dalam tangkupan kedua tangan.
Kemana mereka yang meninggalkan janjinya? Menghilang terbawa kabut? Atau tertanam di tanah karena terbidik anak panah? Atau nyawanya melayang tertarik layang-layang?
KAMU SEDANG MEMBACA
My Life Notes
Chick-LitHiduplah di dunia seakan-akan kau adalah orang asing atau orang yang mengembara. Tersenyumlah untuk hari-harimu. Sebesar apapun masalahmu, kau punya Allah Yang Maha Besar. #320 DALAM POETRY - 9 Februari 2018 #752 dalam PROSA #978 dalam INSPIRASI #24...
