"Perkenalkan nama saya putri" ujar putri sepupu Bagus sambil menjabat tangan Tora
"Saya Tora" ujar Tora memperkenalkan dirinya kembali
"Gimana tor? Cantik kan sepupu gue, gak sia-sia dia gue paksa buat ketemu lo" gumam Bagus pelan namun masih Bisa didengar oleh putri
"Ihhk, apaan sih gus, jangan buat malu deh" ucap Putri pelan
"Hahaha, nunggu apa lagi tor, jadiin pacar gih, mumpung sama-sama Jones,biar nggak dikatain Orang nggak laku lu pada" ledek Bagus
"Jangan sembarangan ngomong ya gus, gue gak mau pacaran Karena gue mau fokus ke study gue dulu,bukan Karena gak laku" ucap putri kesal
"Lo sadar gus, lo juga jones, bahkan lo lebih ngenes dari pada kita, Karena lo kan baru ditolak" sindir Tora
"Apa? Baru di tolak?,hahaha kasihan banget sepupu gue Yang tampan di tolak sama cewek, anda kurang beruntung,coba lagi" ledek putri tertawa ria
"Hedeeehh, mulai deh" ucap Bagus memanyunkan bibirnya
"Kriiing,kriiing" suara deringan telfon Tora menghentikan candaan mereka.
"Halo ma" sapa bagus Pada Tia mengangkat telfonnya
"Halo, saya bukan ibu den, saya pak wanto" ujar wanto supir pribadi Tia
"Pak wanto? Ada apa ya pak, Kenapa bapak menelfon saya Dengan ponsel mama?" tanya Tora penasaran
"Ibu sedang berada di rumah sakit den, aden disuruh ibu untuk segera datang kesini" ucap wanto
"Apa? Mama di rumah sakit? Apa Yang terjadi pak? Kenapa mama bisa masuk rumah sakit? Tanya Tora panik
"Sebaiknya aden datang kesini dulu, nanti akan di jelaskan disini den, oh iya den ibu menyuruh aden untuk membawa nona sherly sekalian den, aden harus segera datang ya, nanti alamat rumah sakit nya akan segera saya kirim den" ujar wanto Dan langsung mematikan Hpnya
"Apa Yang sebenarnya terjadi? Kenapa mama harus menyuruh ku untuk menjemput dan membawa Sherly sekalian" gumam Tora Dalam hati
"Ada apa tor?" tanya Bagus penasaran
"Nanti gue kasih tau ya gus, gue harus buru-buru, ada keperluan mendadak". Ujar Tora dan pergi berlari meninggalkan Bagus dan putri
***
Sesampainya di rumah sakit Tora berjalan Dengan sedikit berlari untuk mencari kamar mamanya begitu pun Dengan Sherly Yang mengekor di belakangnya.
"Mah, mama Kenapa? Mama nggak Kenapa-Kenapa kan" tanya Tora panik
"Tante baik-baik ajah kan" lanjut Sherly Dengan nada kekhawatiran
"Mama nggak baik Tora, tante akan segera mati Sherly" ucap Tia Pada Tora dan Sherly dengan nada lemas.
"Apa? Memang mama sakit apa?" tanya Tora Dengan Sangat khawatir
"Tante gak boleh ngomong kayak gitu, sebenarnya apa Yang terjadi tante?" tanya Sherly panik
"Sebenarnya selama ini mama sakit parah, dan hidup mama udah nggak lama lagi, mama cuma mau melihat kamu menikah Dengan Sherly secepatnya, sebelum mama benar-benar mati" ucap Tia Dengan nada Yang semakin lemah
"Apa?" ucap Tora dan Sherly bersamaan Karena terkejut
"Mah, itu nggak mungkin" ujar Tora
"Terserah kalian, kalau Memang kalian ingin melihat mama semakin lebih cepat mati maka jangan lah menikah" ucap Tia Dengan napas Yang sudah terputus-putus
"Baik lah ma, aku mau" ujar Tora cepat
"Bagaimana nak Sherly?" tanya tia Pada Sherly Yang hanya bisa diam mendengar permintaan mama Tora
"Tapi tante..." ucap Sherly terhenti Karena dia teringat akan penyakit Yang di deritanya
"Tante mohon nak, hanya ini permintaan tante pada kamu, tante ingin melihat Tora menikah Dengan mu secepatnya" ucap Tia dan Sherly hanya mengangguk sebagai jawaban iya.
"Baiklah Karena kalian sudah saling setuju, mama ingin kalian menikah nya besok disini" ujar Tia
"Apa? Secepat itu ma?" tanya Tora semakin terkejut dan Di tambah Dengan tatapan mata Sherly Yang berhasil melotot terkejut.
"Iya nak, Karena melihat kondisi mama Yang separah ini, mama kurang yakin kalau mama bisa bertahan sampai besok" ujar Tia
"Tante nggak boleh ngomong gitu, tante pasti akan baik-baik ajah kok" ujar Sherly
"Tidak nak, tante sudah tidak tahan lagi, sekarang kalian pergi lah untuk mengurus perlengkapan besok, beli baju pengantin,dan siapkan 1 penghulu,wali dan beberapa saksi" ujar Tia, Sherly dan Tora hanya mengangguk tanda setuju dan segera berlalu untuk mempersiapkan semua.
"Ibu pandai sekali acting nya" ujar wanto setelah sherly dan Tora pergi meninggalkan mereka dan tak lupa wanto mengacungkan jempol.
"Iya dong, siapa dulu, tapi terpaksa deh saya harus nginap di rumah sakit ini dulu untuk sementara" ucap Tia tak bersemangat
" kenapa ibu melakukan ini?" tanya wanto
"Karena saya ingin melihat Mereka berdua menikah, kalau bukan dengan cara ini, itu semua sangat mustahil, nggak akan pernah terjadi." ujar Tia
" ohh, ya sudah bu, saya hanya Bisa ngedukung ibu saja" ucap wanto
" iya to, makasih ya sudah sedikit membantu" ucap Tia
" iya bu sama-sama" ujar wanto
Bersambung...
kasih Vometnya ya kakak²,adik² seklian.
:):):)
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Is The Moment
RomanceBenci Yang terlalu berlebihan membuat ku tak sadar bahwa sebenarnya aku BENar-benar CInta, Aku Benci melihatmu,namun aku rindu saat tak bersamamu. Hadirmu hanya timbulkan luka di hatiku, namun kehilangan mu, sama seperti kehilangan separuh jiwaku. #...
