Chapter 4

62 7 1
                                    

1bulan berlalu

Risma yang biasanya diantar pulang oleh Ahmad kini ia merasa bingung, sudah seminggu tidak ada kabar apapun dari Ahmad, pesan yang ia kirim lewat ponselnya tidak pernah dibalas, wajah Ahmad pun tidak terlihat lagi disekolahnya. "Ada apa dengannya?" batin Risma

Risma yang bingung dengan menghilangnya Ahmad dengan tibatiba berinisiatif untuk menanyakannya kepada sahabatnya Ahmad.

-----

Pulang sekolah

'Kringgg'
'Kringgg'
'Kringgg'
Bel pulang sekolah pun berbunyi

"Dir? Faa? Gue duluan yaa, ada keperluan" suara Risma mengagetkan dua sahabatnya yang sedang membereskan buku.

"Eh lo mau kemana? Tumben sii buru buru bgt" jawab Fafa.

"Ada keperluan mendadak" jawab Risma sambil mempercepat langkah kakinya.

"Itu Risma knp sii? Tibatiba aneh gt" tanya Fafa kepada Dira.

"Ntahlah, mungkin dia emang ada keperluan yg harus diselesaikan" jawab Dira menenangkan Fafa

Didepan gerbang sekolah

Terlihat sosok wanita tinggi, cantik, putih dan membiarkan rambut pirangnya tergerai tengah memainkan handphone dan nampaknya ia sedang menunggu seseorang, yaa dia Risma

"Ehh Andii tunggu sebentar gue mau ngomong" suara Risma mengejutkan Andi yang tengah mencari motor kesayangannya.

"Ehh elo ris, ada apa?" sahut Andi.

"Gue mau nanya deh sama lo, Ahmad kemana ya? Seminggu ini dia ga keliatan" tanya Risma serius.

"Loh lo gatau? Ahmad pindah keluar kota karena ada pekerjaan bapaknya yang harus segera diselesaikan" sahut Andi yang tak kalah serius.

"Luar kota? Dia kemana?" tanya Risma kaget.

"Setau gue sii di Aceh" jawab Andi

"Ohh gt ya, terus lo ada nomor hp Ahmad yang bisa dihubungi ga?" tanya Risma.

"Oh sorry kalo itu gue gaada, gue punyanya nomor hp dia yang lama, dia jg ga ninggalin nomor hp barunya kok pas dia berangkat ke luar kota. Mungkin dia ganti nomor pas udahh diluar kota kalii riss" sahut Andii menjelaskan.

"Oh yaudah, mksh ya ndii" sahut Risma lalu meninggalkan Andi.

"Keluar kota? Kenapa dia ga ngasii kabar apapun ke gue? Knp dia seenaknya aja pergi tanpa pamit? Sakit mad sumpahh, hadirnya gue seakan akan ga penting dihidup lo" batin Risma sambil menangis.

-----

Rumah Risma

"Non? Ada non Dira sama non Fafa dateng" suara bibi yang terdengar dari luar kamar sambil mengetuk keras pintu kamar gue.

"Suruh mereka masuk aja bii" sahut Risma.

Terlihat dua sosok gadis cantik yang tengah membawakan makanan masuk kekamarnya.

"Eh lo, tumben murung aje dikamar, biasa ngajakkin kita jalan" ledek Dira.

"Gamood" jawab Risma singkat.

"Lo ngapa sii? Marah sama kita? Terus itu mata ngapa bengep gt?" tanya Fafa panjang lebar.

"Jadi gini Dir, Fa. Gue ga nyangka ya Ahmad bakal ninggalin gue gini, dia pergi ke luar kota tanpa izin dan ninggalin pesan apapun sama gue. Seakan akan kehadiran gue dihidupnya itu ga penting... Hikss... Hikss" jawab Risma sambil menangis.

Sahabat dan CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang