Puasa Hari Pertama (Part 2)

324 28 10
                                        

Third person POV

Para higher ups dan cadet sedang membersihkan markas atas perintah Levi Heichou. Sasha yang sedari tadi membersihkan ruang tidur para cadet perempuan selalu mengeluh kalau dia lapar, sementara itu Mikasa yang mendengar ocehannya hampir saja meminum cairan windex. Beruntung ada Krista disampingnya, kalau tidak? Silahkan bayangin sendiri.

Sementara itu, Levi yang sudah membersihkan beberapa tempat dalam markas (dapur, kamar tidurnya, kamar mandinya, ruang rapat, ruang makan, ruang berkumpul, dll) sekarang sedang duduk diam di kursinya mengerjakan dokumen-dokumen yang berserakan di mejanya. Karena dia lapar, dia hampir saja memakan dokumen-dokumen tersebut. Untung dia sadar kalau itu dokumen-dokumen penting, kalau tidak, mungkin mereka (para dokumen-dokumen chan) berakhir di toilet. Ironis sekali *geleng-geleng kepala*

Lain halnya dengan mereka bertiga, Eren hampir saja berubah dalam bentuk titannya dan akan memakan Connie. Untung ada Armin. Kalau tidak, Connie tidak bisa bertemu dengan Sasha, wanita pujaannya *Dilempar batu oleh Sasha*

Dimana yang lainnya? Rupanya mereka sedang duduk diluar markas sambil meratapi nasib mereka *eh maksudnya menunggu adzan berkumandang.

-A few moments later-

"ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR!
ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR!"

"Alhamdulillah, sudah adzan." Kata salah satu cadet

"Ini adzan Dzuhur kupret!" Kata cadet yang lain dengan nada emosi namun loyo kayak koyo

"Kalau gitu, kenapa kalian tidak puasa setengah hari saja?" Tanya Hanji yang datang entah dari mana

"Eh? Memangnya boleh, Hanji san?" Tanya mereka penuh semangat

"Tentu boleh, haha. Tapi....Oi! Dengarkan aku dulu!" Saat Hanji akan menyelesaikan bicaranya, mereka sudah pergi dari sana

"Kau mau bilang apa tadi, Hanji san?" Tanya Moblit

"Aku mau bilang, tapi tidak ada apa-apa lagi di dalam kulkas. Semuanya sudah dipakai. Jadi mereka harus menahan lapar mereka. Sudahlah, aku sudah sangat rindu dengan anak-anakku." Kata Hanji

Kemudian, mereka berdua pergi untuk mengunjungi Sawney dan Bean.

Sementara itu, semua cadet yang tadinya lari untuk berbuka, seakan kehilangan harapan. Di dalam kulkas hanya tersisa susu. Dan susu itupun sudah kadaluarsa. Siapapun yang tidak membuang susu itu, berarti dia gila.

-Meanwhile dalam ruangan nya Komandan Erwin-

Komandan sedang uring-uringan sambil baca buku. Ia terlihat sangat pucat dan tangannya gemetar saat memegang buku. Tanpa adanya aba-aba, bukunya jatuh dan menimpuk wajahnya yang ganteng tapi pucat kayak orang mati. Rupanya komandan ngantuk dan kelaparan, sampai dia tidurnya mangap, terus dia senyum-senyum sendiri, dan yang paling parah dia ngiler sampai ngocos-ngocos dilantai *eew, Erwin. Kalo ada cadet liat terus difoto gimana? -That's me-*. (Sepertinya komandan mimpi dia ada di Wonderland).

Lain lagi kalau Nanaba dan Petra. Mereka menghabiskan waktu dengan berbagi cerita masa lalu mereka. Masa lalu mereka yang sangat kelam. Masa-masa dimana Petra pernah ditinggal oleh Ibunya dipasar dan Nanaba yang selalu digantung Ibunya di pohon tomat *eh maksudnya diomeli Ibunya karena sering berkelahi *Nanaba tipikal anak yang gampang emosi dan tomboi*

Sementara itu, Mike hanya melihat keluar sambil senyum-senyum sendiri *sepertinya dia ketularan penyakit gilanya Hanji*. Apa sih yang dia lihat? Usut punya usut, rupanya dia sedang melihat Nanaba diluar sana. *Zinah mata maz, zinah mata. Ingat, lagi puasa loh*.

Scouting Legion (AoT) StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang