Nanaba POV
Aku sedang berjalan-jalan di distrik trost bersama Petra, Mikasa, dan Sasha. Berhubung sebentar lagi lebaran, lebih tepatnya 10 hari lagi, kami berencana untuk membuat kue.
"Nee, Nanaba san." Panggil Sasha
"Hm? Kenapa?" Tanyaku sambil mengambil beberapa bahan yang aku butuhkan
"Sudah berapa hari kau tidak puasa?" Tanya Sasha *nanya mulu kalian.*
"Hm, kayaknya sudah 4 hari." Kataku
Kami keluar dari toko, kemudian kami berjalan-jalan sebentar dan kemudian kembali ke markas.
*Skip*
"Jadi, apakah kita akan membuatnya sekarang?" Tanya Petra
"Ya, tentu saja. Berhubung ini masih pagi, jadi kalian masih belum merasa lapar ataupun lelah."
"Tapi kami lelah setelah berjalan-jalan di distrik tadi." Keluh Sasha
"Kalau kalian lelah, kalian istirahat saja deh. Nanti kuenya biar aku saja yang buat."
"Biar aku bantu Nanaba. Aku tidak lelah kok." Kata Petra
"Baiklah. Kalian bisa beristirahat."
Mereka sudah pergi. Aku dan Petra sedang melihat resep-resep membuat kue kering yang dibuat oleh Ibuku.
"Jadi, pertama kita akan membuat kue bernama nastar ini??" *Wow, nastar terkenal sekila! /Sekali kampret!!/*
"Ya, dilihat dari resepnya, kue ini yang paling ribet."
"Okelah. Ayo kita bikin."
Third Person POV
Mereka memasukkan bahan-bahan yang ada di dalam resep tersebut. Kemudian, mereka membuat isinya, setelah isinya dimasukkan kedalam adonan, kue pun di panggang menggunakan oven *jangan salah. Dulu mereka juga punya oven namun tidak ada kompor :v jadi mereka pakai kayu bakar.*
Setelah semua selesai, mereka mengolesi kuning telur di atas kue tersebut dan bla bla bla bla... *author capek ketiknya*
Dan kue pun sudah jadi. *Tereng!-Itu loh soundtrack kalo sudah selesai melakukan sesuatu.-*
"Wah! Lebih. Kita taruh dimana ini?" Tanya Petra
"Ambil kotak. Kita masukkan disitu saja." Kata Nanaba
"Ayo kita lanjutkan." Kata Petra
"Selanjutnya kue dango." *Nanaba, saya gatau resep kue dango. Kenapa kau bisa tau T_T*
-Sekip ae lah, author gatau resepnya soalnya. Hanya Tuhan, Nanaba, Petra, dan Ibunya yang tau :v-
"Yosh! Akhirnya semua kue sudah selesai."
"Iya. Cepat juga ya."
"Ngomong-ngomong Nanaba..."
"Hm?"
"Kenapa kau tidak mencicipinya?"
"Kau ingin aku batal puasa?"
"Oh iya ya, kau kan puasa... Tunggu, HEE! Kau sudah selesai?"
"Yup! Tepatnya kemarin malam, saat kalian shalat teraweh."
"T-tapi... Tadi pagi kau tidak bangun sahur."
"Aku bangun lebih awal dari kalian."
Percakapan panjang bin membosankan itupun berakhir ketika mereka melihat jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.
"Astatang! Demi upil titan! Kita belum menyiapkan makanan untuk berbuka!" Kata Nanaba
Mereka berdua pun menyiapkan makanan untuk berbuka dengan kecepatan kilat.
Beberapa jam berlalu dan kini saatnya untuk berbuka. Para higher ups dan para cadet sudah berada di meja makan. Saat adzan Maghrib berkumandang, mereka segera menyantap makanan itu dengan kecepatan melebihi para ninja.
Nanaba memberikan isyarat kepada Petra untuk mengeluarkan kue yang tadi mereka buat. Saat mereka semua masih menyantap makanan mereka, Erwin berkata bahwa mereka harus meninggalkan makanan mereka dan melakukan shalat Maghrib berjamaah.
~Skip by Levi si cleaning freak~
Saat para cadet kembali, mereka melihat sudah ada berbagai macam kue. Mulai dari nastar, castangle atau apalah itu, dango, dll. Mereka memasang wajah bingung dan bertanya-tanya siapa yang membuatnya? Akhirnya, mereka kembali duduk dan mulai mencicipi kue tersebut.
"Siapa yang membuat kue se-enak ini?" Tanya Hanji
"Tadi yang membuatnya adalah Nanaba san dan Petra san." Jelas Mikasa
"Kalian hanya membuatnya berdua?" Tanya Erwin dengan wajah kaget
"Iya, begitulah. Kami tidak ingin mengganggu waktu kosong kalian." Jelas Nanaba
"Tapi, kenapa kalian tidak lelah?"
"Kami melakukannya tidak dengan terpaksa, itu jelas-jelas ikhlas dari lubuk hati kami yang paling dalam." Kata Nanaba dan Petra bersamaan *Eakk! Kalian ini!! Kyun banget deh!! /Cute bego!!/*
"Oke! Sekalian saja aku beritahu kepada kalian semua. Berhubung Nanaba dan Petra sudah susah payah membuatkan kue lebaran untuk kita semua disini, jadi..." Kata Erwin menggantung kalimatnya
"Jadi?"
"Undanglah orang tua, kerabat, dan sahabat kalian! Kita akan membuka pintu gerbang markas kita untuk merayakan lebaran bersama!" Jelas Erwin
"Oke! Jadi, mulai besok kalian boleh pulang kerumah masing-masing!" Kata Hanji kemudian
Saat mereka mendengar ucapan Hanji dan Erwin, ada yang berteriak dan ada yang menagis. Seisi ruangan menjadi ribut.
Saat mereka sedang ribut, tiba-tiba Levi berteriak "DIAMLAH KALIAN!"
Seisi ruangan langsung tenang. Beberapa detik kemudian, mereka mendengar suara adzan isya.
"Adzan." Kata Levi sambil tersenyum
Para cadet dan higher ups langsung tertawa. Bagaimana tidak, mukanya Levi saat itu sangatlah polos. Kebahagiaan saat itu mungkin sudah bersarang di ruang makan.
Hello readers!! Apa kabar!! Maaf karena baru bisa update. Soalnya saya harus membantu Bunda saya menyiapkan makanan untuk lebaran (namun sekarang sudah update berarti semua sudah berakhir)
Mohon maaf lahir dan batin ya readers maaf jika saya selama ini salah dalam bertutur kata. Semoga kalian tetap enjoy dan menunggu cerita ini update walaupun cerita ini mungkin tidak terlalu menarik.
Ps : Sebagai permohonan maaf, saya update dua cerita sekaligus.
1. CWA (ala Scouting Legion 2)
2. Kue Lebaran
KAMU SEDANG MEMBACA
Scouting Legion (AoT) Story
FanfictionCerita ini termasuk cerita humor, action, mellow, dan gaje... Don't forget voment ya ^^ ©Hajime Isayama - kun ®Happy Reading All ^^ ®Enjoy ^^
