Levi POV
Aku bangun dan segera melihat jam di sebelahku. Sudah jam 2:00 pagi. Aku segera menggunakan pakaian yang kupakai seperti biasa dan segera membangunkan Erwin.
"Erwin. Oi, Erwin Smith! Bangun, apa kau mau kelaparan saat puasa nanti?" Kataku dekat dengan telinganya.
"Hnggg. Biarkan aku tidur Levi. Aku sungguh mengantuk."
"Oi, alis tebal! Bangun! Kau harus membantuku membangunkan para cadet."
'Sulit sekali membangunkan makhluk ini! Apa yang harus aku lakukan? Aku sudah membuang 5 menit untuk membangunkan makhluk beralis tebal ini.' Batinku kesal
"Oi, JOMBLO BERWIBAWA! Bangun tidak?! Kusiram kau pakai windex-ku jika kau tidak bangun bangun!" Kataku kesal
Matanya langsung terbuka dan segera bangun dari kasurnya.
"Jangan kau siram aku dengan windex-mu itu. Dan aku bukan JOMBLO BERWIBAWA oke!" Katanya sambil menyilangkan tangannya di depan dada.
"Hmph! Terserah kau lah. Ayo kita bangunkan Mike dan Hanji."
Erwin POV
'Apa-apaan dia? Jomblo berwibawa. Memangnya dia punya pacar? Sendirinya jomblo.' Batinku kesal
Kami sampai di depan kamar Mike. Aku mengetuk pintu kamarnya dan pintunya langsung terbuka. Kulihat, Mike yang wajahnya seperti sudah bangun sedari tadi.
"Hmmm, sudah kuduga kalian akan datang. Ayo kita bangunkan Hanji." Kata Mike
Kami berdua hanya mengangguk. Saat kami sampai di ruangan milik Hanji, kami mengetuk pintunya namun tidak ada jawaban. Akhirnya kami masuk tanpa izin dari Hanji.
"Hanji, bangun oi! Saatnya sahur." Kata Levi
"Hngg? AAAA SIAPA KALIAN! APA KALIAN MAU MEMBUNUH TITAN-TITAN KESAYA- ngggg!" Kata kata Hanji terputus setelah kubungkam mulutnya dan menyerahkan kacamatanya agar dia bisa melihat dengan jelas.
Wait, apa yang basah-basah dari mulut Hanji. Jangan jangan, argh! Sudah kuduga, Hanji ngiler saat tidur. Eew, anak ini benar-benar menjijikkan.
"Hanji, ilermu kena tanganku." Kata-kataku spontan membuat Levi memasang wajah jijik
"Ooh, rupanya kalian. Tunggu sebentar, aku akan mencuci wajahku dulu."
"Hhh, cepatlah. Sudah jam 2:30. Kita belum masak untuk sahur nanti." Kataku, Mike, dan Levi bergantian.
Third person POV
Saat para senior mereka saling membangunkan, Nanaba sudah bangun dan segera membangunkan Petra, Lynne, Gelgar, Henning, dan Oluo agar mereka bisa membangunkan para cadet.
Nanaba POV
"Oke, sekarang kita bagi tugas ya." Kataku
"Lynne, kau membangunkan para cadet wanita bersama Petra. Sedangkan Gelgar, Henning, dan Oluo kalian bangunkan para cadet laki-laki. Sedangkan aku, akan memasak untuk sahur nanti. Sekarang sudah jam 3:00 dan belum tentu mereka bisa bangun dengan cepat. Dan jika para cadet wanita atau pria yang sudah bangun, suruh mereka membantuku di dapur, oke." Tanyaku kepada mereka semua.
"Oke!"
Aku segera menuju dapur dan segera menyiapkan bahan-bahan untuk membuat sup untuk sahur pagi ini. Setidaknya, itulah yang berada dipikiranku tadi malam.
Aku langsung memasak dan saat itulah Mikasa datang. Dia dengan segera membantuku dan datang Krista dan Ymir.
-Skip-
Kami sudah menyajikan supnya di meja makan. Kulirik jam dinding sudah jam 3:30.
"Dimana mereka? Apa mereka tidak bisa bangun? Semua, ayo kita bangunkan mereka."
Levi POV
'Hmm, ruangan mereka sudah kosong? Apa mereka sudah bangun?'
Aku mengecek ruang tidur bawahanku, namun saat aku masuk, ruangan itu sudah kosong.
"Hmm, kalau begitu ayo kita pergi ke ruangan para cadet. Hanji, kau membangun membangunkan cadet perempuan dan Aku, Levi, dan Mike membangunkan cadet laki-laki " Kata Erwin
-Skip again-
"Oh, rupanya kalian disini. Kenapa mereka belum bangun?" Tanyaku
"O-oh, h-heichou. Mereka sudah kami bangunkan dari tadi tapi mereka malah berbalik dan lanjut tidur lagi." Jelas Oluo panjang lebar.
"Hhh, mereka tidak akan bangun kalau kalian hanya berbisik di telinga mereka."
Aku menarik napas panjang dan berkata
"BANGUN KALIAN PARA CADET PEMALAS! JIKA KALIAN TIDAK BANGUN, AKU AKAN MENYURUH KALIAN MEMBERSIHKAN MARKAS SELAMA BULAN PUASA TIDAK PEDULI KALIAN LAPAR ATAU TIDAK!"
Para cadet kaget dan langsung bangun dari tempat tidurnya dan bersegera menuju ruang makan untuk memasak.
Third person POV
Sementara itu, di ruangan cadet perempuan, Nanaba dan para cadet yang sudah bangun, mencoba membangunkan para cadet yang masih tidur dengan iler yang menggantung di bibir mereka.
"HEI! KALIAN PARA CADET PEMALAS! BANGUN DAN BERSIHKAN WAJAH KALIAN DARI ILER YANG SANGAT MENJIJIKKAN ITU! ATAU AKU AKAN MENYURUH SAWNEY DAN BEAN UNTUK MEMAKAN KALIAN!" Teriak Hanji saat membuka pintu.
Sontak para cadet bangun dan segera masuk dalam kamar mandi dan membersihkan wajah mereka.
"Nice, Hanji." Kata Nanaba sambil mengacungkan jempolnya.
Saat mereka selesai, Nanaba, Hanji, dan para cadet wanita menuju ruang makan.
-Skip AGAIN-
"Siapa yang sudah memasak sup ini?" Tanya Levi
"A-ah, saya, Mikasa, Krista, dan Ymir yang memasaknya." Kata Nanaba
"Hmm, tidak buruk. Cepatlah makan sebelum imsak." Kata Levi pada mereka semua.
-Skip Imsak-
Mereka semua bergegas untuk mempersiapkan diri untuk melakukan sholat Subuh berjamaah di ruang berkumpul mereka. Ada yang mengambil mukenah, ada yang mengambil air wudhu, dan lain-lain.
Saat adzan subuh terdengar, mereka sudah siap ditempat untuk melakukan sholat Subuh berjamaah. Imamnya ya Komandan Alis Tebal *eh Komandan Erwin. Sholat berjamaah dilakukan dengan sangat khidmat.
-Setelah Sholat Subuh-
Semua cadet pergi dari ruang berkumpul menuju ruang tidur mereka untuk melanjutkan tidur mereka. Sementara itu, para higher ups sedang ngaji bareng.
Assalamu'alaikum readers! Bagaimana menurut kalian chapter 1 nya? Bagus atau rada-rada ngaco? Tolong tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya. Saya sangat butuh komentar kalian. Yaa, siapa tau komentar kalian bisa membuat saya SEDIKIT berubah...
Yaa, haha begitulah. Maaf ya Komandan Erwin, saya menyebut anda Komandan Alis Tebal dan Jomblo Berwibawa. Padahal sayanya juga jomblo *author galau pemirsah*
Segitu deh. Saya usahakan update cepat ^^ see ya...
KAMU SEDANG MEMBACA
Scouting Legion (AoT) Story
FanfictionCerita ini termasuk cerita humor, action, mellow, dan gaje... Don't forget voment ya ^^ ©Hajime Isayama - kun ®Happy Reading All ^^ ®Enjoy ^^
