di sepanjang pelajaran aku hanya melamun, memikirkan dylan. Ya aku memikirkan dylan, aku memikirkan cara dia bicara kepadaku, aku memikirkan cara dia menatapkan, aku memikirkan segalanya dari dia.
Eiiitss, tapi. Kenapa aku memikirnya ya, kenapa aku jadi tertarik ya sama dia. Ini kah yang namanya cinta pandangan pertama. Tidak, tidak boleh. Nggak ini nggak boleh terjadi.
Tidaaakkkkkk...."Kenapa raa??"..........
~~~~~~~
Aku tersentak.
Kaget, ketika Anna mebuyarkan lamunanku.
Aku tersadar baru tersadar kalau semua mata tertuju padaku gara gara teriakanku tadi.
Aku rasa ingin bersembunyi dibawah meja sekarang."Kamu kenapa sih ra??" Tanya Anna
" Ah, gapapa kok. Tadi cuma sedikut melamun aja" timpalku seadanya. Karena aku tidak mungkin mengatakan pada Anna kalau aku sedang memikirkan dylan. Bisa-bisa dia mengejekku mati-matian.
"Hahaha, kamu nggak malu tuh diliatin seisi kelas karena bikin gaduh?" Ejek Anna.
"Ya ampun naa, aku malu banget, rasanya aku ingin sembunyi dibawah meja tadi" sesalku.
Teng....teng.....teng
Bel masuk berbunyi, diikuti dengan masuknya guru perempuan yang sudah berumur namun masih terlihat cantik
"Helloo students, morningg" sapa guru tersebut
"Namaku Mrs. Ross, saya disini akan memegang pelajaran Sejarah" tambah guru cantik tersebut. "Karena ini pertemuan pertama kita, saya akan memberikan kalian blind test untuk mengukur kemampuan kalian"
'Holly shit, kenapa baru hari pertama masuk sudah dihadapi oleh pelajaran sejarah' batinku. Aku paling tidak suka dengan pelajaran sejarah, kenapa kita harus mengingat masa lalu jika sudah ada masa depan yang selalu menunggu.
"Blind test kali ini dikerjakan secara kelompok ya, saya akan membagi kelompoknya sesuai no presensi" jelas Mrs. Ross
"Okeyyy miss" jawab seluruh isi kelas.
" okeyy, grup 1 presensi 1,5,10,15
Grup 2 presensi 2,6,11,16
Grup 3 presensi 3,7,12,17
Grup 4 presensi 4,8,13,18
Grup 5 presensi 9, 14,19,20.
Silakan kalian berkumpul sesuai grup masing-masing!" Jelas mrs. Ross'Aduhh siapa ya punya presensi 8,13,18? kok perasaanku gak enak gini sih' batiku dalam hati.

KAMU SEDANG MEMBACA
Camourflage
Teen FictionBertemu dengannya aku tak pernah membayangkannya. Ditemani salju pertama yang turun membuat pertemuan ini serasa begitu indah. Tapi didalam hatiku berkecamuk. Beribu pertanyaan muncul kepada diriku sendiri. "kenapa dia harus hadir dalam hidupku lagi...