Datang dan pergi, tolong, cintailah ia sepenuh hatimu.
.
Namjoon menghela napas lega saat melihat sohibnya, Yoongi keluar dari rumah angker itu tanpa cacat sedikitpun. Paling-paling, hanya jarinya yang terluka, mengingat salah satu tahap yang mengharuskan si Pemain menusuk jarinya.
"Ah elu tong, muncul juga! Gue tungguin lu lama banget, tau, di dalem," ujar Namjoon dengan gaya khasnya, disambut dengan Yoongi yang memasang wajah siap untuk mencibirnya.
"Yeu! Sialan, lu, ah Njun! Tambah banyak, kan, kerjaan gue, kalo begini ceritanya," Yoongi misuh-misuh di hadapan Namjoon. Namjoon hanya mengangkat alis kanannya.
"Hah? Emangnya ... lu kenapa?"
Yoongi yang malas adu bacot sama Namjon pun mempersilahkan Sang Hantu untuk mendekati Namjoon yang tengah bingung. Pertama, ia bingung kenapa Yoongi bilang kerjaannya bertambah banyak. Kedua, dia bingung, kenapa Yoongi malah mundur-mundur begitu?
Seperti tengah mempersilahkan seseorang untuk menyapanya.
"Namjoon, et, dah! Lu gak sopan banget! Itu ... si Jimin udah ngulurin tangannya, lu malah diem aja!" cetus Yoongi dengan tiba-tiba, membuyarkan lamunan kosong Namjoon.
"Jimin siapa? Lu kaga usah main-mainan tahayul begini, deh," kini giliran Namjoon yang mundur beberapa langkah dari posisi yang ia diami tadi, "Lo itu udah serem, gak usah bawa-bawa tahayul segala, tambah serem."
Yoongi yang sudah lelah sehabis menghadapi hantu tadi segera menarik tangan Namjoon untuk berjabat tangan dengan angin.
"Yoon ... jangan bilang ... lu kerasukan gegara mainan tadi!? Ini ... gak ada siapa-siapa, woi!"
Plak!
"Woi! Ngapain lu gampar gue!?" kali ini benar benar kesabaran Yoongi habis hanya untuk mengenalkan hantu itu pada sahabatnya. Ia mengangkat tangannya untuk mengusap pipinya yang panas.
"Jelas, lu udah gilaa! Gak ada siapa-siapa disini, Yoon!" teriak Namjoon saat itu juga. Yoongi hanya bisa melongo. Kan, ada Jimin?
"Sebentar sebentar ... daripada kalian tubir, mending saya berubah jadi mode kasat mata dulu."
Emang, ya. Kayaknya, nih hantu ngeselin waktu jaman dia hidup, jadi pas gentayangan pun, ngeselinnya masih kebawa. Kenapa gak dari tadi, coba, dia nunjukkin wujudnya pas jabat tangan sama Namjoon? Ngerepotin aja ...
Yoongi membatin dengan kesal karena pipinya masih terasa pedih kena gamparan Namjoon
"Waaa... Yoongi berhasil mainin game-nya ya, keren!" dengan ngeselinnya Namjoon baru terpukau dengan apa yang dia lihat di depan matanya.
"Ihi, halo! Nama saya Park Jimin, umur 1.700 tahun, mati terhormat membela Tuan Agung Hoseok jaman Dinasti Bangtan," ini sudah kedua kalinya Yoongi mendengar perkenalan yang membosankan itu keluar dari mulut pucat milik Jimin, Sang Hantu yang 'katanya' mati terhormat.
Yoongi tidak bisa percaya, apa ini hantu benar-benar mati terhormat?
"Demi apa, Jaman Dinasti Bangtan?! Keren banget nih hantu Yoon!" pekik Namjoon senang. Yoongi hanya mengedikkan bahu
KAMU SEDANG MEMBACA
HANTU - [YOONMIN]
Fiksi Penggemar[COMPLETED] Dia akan selalu mencintaimu, tak peduli seberapa buruk kalian, ia akan selalu menyayangimu. Tapi jika kamu menyakitinya, seorang lelaki berpakaian serba hitam akan mendatangimu dengan pisau dan menikamu hingga mati. Maka dari itu, cintai...
![HANTU - [YOONMIN]](https://img.wattpad.com/cover/113219475-64-k859897.jpg)